Kamis, 21 Januari 2010

Menu Spesial: Dari Berbagai Negara

Yang tidak habis pikir adalah awal mula mereka penemu makanan aneh ini punya inisiatif untuk menjadikan itu makanan. Bukankah masih banyak makanan nikmat dan wajar serta tidak menjijikan. Namanya manusia terkadang perilakunya bisa sangat mulia namun juga bisa juga disaat lain sangat rendah dan aneh. Namun inilah faktanya. Dari berbagai sumber kami merangkumkan untuk Anda makanan paling aneh yang dimakan manusia yang pernah ada dalam sejarah peradaban modern hingga saat ini.

1. Sate Kalajengking (Scorpion)
Kalajengkin yang merupakan salah satu hewan berbisa paling mematikan itu dibuat sate dan dimakan manusia? ngeri sekali. Namun menu makanan ini populer di Thailand dan beberapa negara lainnya.

2. Telur Yang Hampir Menetas (Sudah Jadi Embrio)
Mereka para penyantap makanan ini mengatakan makan embrio di telur yang sudah hampir menetas tersebut mampu memberikan energi kekuatan yang luar biasa, tapi bagi kita yang normal hal tersebut benar-benar sangat menjijikan



3. Jangkrik Goreng
Kalau yang satu ini masih sering dijumpai di negara kita, selain jangkrik juga belalang dan menurut yang sudah pernah mencoba rasanya gurih. Namun bagi kita tetap saja aneh dan jijik memakannya

4. Otak Babi
Bagi Muslim 100 persen pasti menu yang satu ini haram alias tidak boleh dimakan. Melihatnya kok juga agak jijik ya karena lembek-lembek gimana gitu.

5. Anak Babi Panggang Guinea
Sama dengan nomer 4 haram dimakan bagi Muslim, babi babi yang masih sangat kecil ini dipanggang

6. Ulat Sutera Panggang
Ini merupakan ulat sutera yang di buat sate lalu di panggang seperti kebab, rasanya gimana ya makan ulat?

7. Gurita Segar Dengan Bumbu
Memang hampir sama dengan cumi-cumi bentuknya namun lebih besar, biasanya di Jepang kadang kala kita jumpai hal seperti ini berlaku

8. Sup Plasenta Menjangan
Membayangkannya mungkin tak sanggup karena selain menjijikan juga sangat aneh kedengarannya untuk dimakan

9. Laba-Laba (Tarantula) Goreng
Tarantula adalah sejenis laba-laba besar yang berbisa, lah yang beginian dimakan? duh aneh sekali kedengarannya kok ada yang mau ya?

10. Testis Kambing
Kalau seperti ini kayaknya pernah dengar di negara kita, mereka bilang dengan “Menguntal” menelan biji testis kambing ini bisa kuat terutama dalam hubungan seks, Mungkin mitos kali ya

11. Ulat Larva Tawon
Cikal bakal tawon yang masih berbentuk ulat putih itu dimasak model seperti digambar ini. Jijik lagi lagi

12. Penis Banteng
Waduh yang satu ini serem sekali dengarnya, merinding deh dan pastinya jijik

13. Kecoa Goreng
Kecoa yang biasa tinggal ditempat-tempat kotor itu digoreng lalu dimakan, kesimpulannya orang orang yang mau makan menu menu diatas kayaknya sudah aneh dan tidak wajar ya? Apa mungkin mereka cari sensasi atau kehabisan ide makanan sehat dan bersih.


sumber: http://ruanghati.com/2009/12/14/inilah-13-makanan-manusia-paling-aneh-yang-pernah

Ulat mopane

Dalam sebuah literatur, tercatat bahwa diberbagai negara Afrika (Angola, Cameroon, Central African Republic, Congo, Zaire, Kenya, Malawi, Tanzania, Uganda, dan Zambia), berbagai macam serangga dimakan setidaknya 163 spesies. Malaisse dan Parent 1980, dalam suatu studi di Congo dan Zambia, yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut membedakan 35 jenis caterpillars digunakan sebagai makanan.

Ulat dan rayap adalah jenis serangga paling banyak dipasarkan. DeFoliart 1989, menyatakan ” Kita hanya boleh heran tentang ekologis dan peta gizi dari Afrika seperti terlihat hari ini, berbagai upaya diarahkan untuk mengembangkan beberapa ulat, rayap, serangga dan makanan lain sebagai sumber daya.” Makanan serangga ini telah dimasukkan sebagai agenda di Africa-wide Exhibition on Indigenous Food Technologies yang diselenggarakan di Nairobi, Kenya, oleh komunitas ilmuwan dibenua ini.

Disebut Mopane, karena biasanya terdapat dipohon Colophospermum mopane, sedang nama sebenarnya adalah Gonimbrasia belina adalah jenis ngengat banyak ditemukan di sebelah selatan Afrika, yang penting adalah sumber protein untuk jutaan penduduk di Afrika.

Ulat mopane sangat menyukai daun pohon mopane, juga ditemukan pada pohon yang lain seperti pohon mangga. Ulat mopane adalah pemakan rakus, hampir non-stop – sampai mencapai tahap berikutnya dari siklus kehidupannya, dimana dia akan mengalami metamorfosa dibawah tanah.

800px-mopane_worm_on_mopane_tree

(image source : wiki)

Makanan : Mopane kering dapat dimakan mentah sebagai makanan ringan yang garing, di Botswana orang cenderung tidak memakan kepalanya. Atau, ulat mopane direndam selanjutnya dikeringkan, sebelum digoreng sampai garing dan dimasak dengan bawang merah, tomat dan rempah-rempah sadza. Dagingnya berwarna kuning, dan usus mungkin masih mengandung fragmen dari daun kering, yang tidak merusak untuk manusia.

Popularitas : Food Network membuat sebuah spot promosi di Amerika yang menunjukkan suami dan istri berkunjung ke Afrika memakan ulat mopane, sang suami mengatakan rasanya seperti “ayam madu dibakar.” Kemudian, ketika kepala desa menerima tamu dari Amerika, yang dilayani dengan ayam madu dibakar, sang lurah menjelaskan dalam bahasa lokal dengan subtitled bahasa Inggris menjelaskan rasanya “seperti ulat mapani.”

mopani-worm-vendor-africa-mopane-worms-thohoyandou-market

(Jualan ulat Mopane dipasar Thohoyandou (sumber foto : msn)

Peternakan dan ekonomi : Semulanya dan tradisional, ulat mopane yang dipanen untuk pemenuhan kebutuhan subsisten dan gizi. namun tren modern telah menjadi komersial. Panen dan penjualan ulat mopane adalah industri sampingan multi-jutaan di selatan Afrika. Produsen utamanya adalah Botswana, Namibia, Afrika Selatan (propinsi Limpopo dan Mpumalanga) dan Zimbabwe. Biasanya, ulat ini tidak dipelihara secara domestik, dan dipungut secara alami. Pada tahun 1990-an, ratusan ton diekspor dari Botswana dan Afrika Selatan setiap tahun. Diperkirakan bahwa untuk perdagangan lokal di Afsel mencapai 1,6 juta kilogram per-tahun, dan Botswana yang terlibat dalam industri ini menjaring kira-kira $ 8 juta per-tahun.

Beternak ulat mopane dianggap memberikan hasil panen yang menguntungkan, hanya 3 kilogram pakan daun mopane umumnya akan menghasilkan 1 kilo ulat mopane, jauh berbeda dengan ternak pertanian lain yang memerlukan 10 kilogram pakan untuk menghasilkan 1 kilo dagingnya.

Sebuah tanda meyakinkan kehadiran ulat mopane adalah penggundulan dari pohon mopane – kadang-kadang sekitar 90 persen, ulat ini akan berjejer bergantungan didahan pohon mopane. Petani berlomba untuk men-ternakkan ulat ini, berusaha untuk memberantas hama yang menjadi musuh ulat ini. Namun musim panen ulat ini sangat pendek.

Sejak tahun 1950, metode pertanian komersial ulat mopane telah diterapkan, terutama di Afrika Selatan. Kolektor dapat mengatur tim yang terdiri dari ratusan tangan orang untuk memungut ulat mopane dari pohon, yang kemudian ditimbang dan dikirim untuk diproses. Pemilik tanah di mana ulat mopane ditemukan mungkin akan menuai sejumlah besar uang pemasukkan.

Beberapa daerah yang kaya ulat mopane, sekarang mengalami kemerosotan panen, karena kurangnya pendekatan sustainable yang tepat untuk peternakan komersial ulat mopane. Perlunya diperkenalkan rekolonisasi dari ulat ini dengan meninggalkan sebagian dari ulat ini untuk mendapat kesempatan bertelur. Jika tahap ini telah berhasil diselesaikan, kerjasama dengan masyarakat petani lokal untuk menetapkan jumlah panenan setiap tahun. Menyediakan kawasan yang cukup untuk repopulasi, akan membuat panen berkelanjutan di masa depan.

Kedai 32: Lapo Hidangan Ular dan Biawak

Disebut lapo 32 ce-je, adalah mengutip nomor 32 dan aksara CJ dari dalam erek-erek toto yang menyimbolkan ular. Dikedai ini dijual dan dihidangkan masakan dari daging ular dan daging biawak dan ini telah mereka lakukan sejak 30 tahun yang lalu.
Hidangan daging ular ataupun daging biawak telah siap dimasak dan mulai dijual dari jam 1.00 siang hingga jam 10.00 malam. Pada malam harinya disajikan bersama dengan tuak. Kedai ini berlokasi di jalan Parapat simpang menuju desa Tambunan di Pematangsiantar. Dalam sehari lapo ini memasak 7-10 ekor ular dan 2-3 ekor biawak.Selain untuk dijual dikedai juga kita menjual dagingnya kebeberapa kedai diberbagai daerah seperti ke Samosir, Toba, Simalungun dan Tanah Karo
Sang pemilik kedai juga memelihara buaya yg kini telah berusia 13 tahun. Buaya inilah yang akan memakan limbah berupa potongan-potongan daging termasuk kepala ular, sebagai pengolah limbah secara alami.
kedai ini juga menjual minyak ular, yang sangat baik digunakan sebagai minyak urut” Harganya Rp 100.000 perbotol botol bir. Dulu selain menjual daging ular, kamipun menjual daging labi, dan tenggiling. Namun sejak ditetapkannya labi dan tenggiling sebagai fauna yang dilindungi, kita tidak menjualnya lagi.

Pemakan logam

Pemakan logam

without comments

Michel Lotito (Juni 15, 1950 – 2007) adalah seorang entertainer Perancis penghibur, lahir di Grenoble, yang terkenal karena memakan makanan yang tidak lazim dan dikenal sebagai Monsieur Mangetout (“Mister Eat Everything”).
Dalam penampilannya, dia meng-konsumsi logam, kaca, karet, dan sebagainya, juga barang-barang seperti sepeda, televisi, dan sebuah pesawat terbang Cessna 150. Pesawat ini dimakan selama masa dua tahun (1978-1980). Dia memulai makan bahan yang tidak lazim ini didepan publik sejak 1966.

video http://www.youtube.com/watch?v=h6Pl2-lx12A

Lotito, jarang menderita sakit diakibatkan ‘makanan-nya’, walaupun setelah meng-konsumsi bahan yang biasanya dianggap beracun. When performing he consumed around a kilogram of material daily, preceding it with mineral oil and drinking considerable quantities of water during the ‘meal’. Ketika saat penampilannya memakan sekitar satu kilogram diiringi dengan banyak minum air selama ‘makan’. Dia mengatakan, bahwa pisang dan telur matang membuat dia sakit. Diperkirakan antara 1959-1997 Lotito telah memakan sekitar 9 ton logam.

strangest-diet_979922i

image source : telegraph. [picture: Ranald Mackechnie/GWR]

sumber dan informasi lebih lanjut : 1, 2.

Ketika Anak-anak Jadi Kernet Bus...

Pemandangan ini mungkin tak terlalu mengejutkan. Tapi, ada perasaan trenyuh ketika melihat seorang anak bergelantungan di pintu bus sambil berteriak "Cilandak, Blok M, Cilandak, Blok M" atau "Sudirman, Salemba, Kampung Melayu". Tangan kecilnya yang menggenggam recehan mengetuk-ngetuk kaca bus setiap ada penumpang yang mau turun.

Didit (10), bukan nama sebenarnya, terlihat anteng di pintu Metromini 610 jurusan Pondok Labu-Blok M. Tangan kirinya memegang segepok uang kertas ribuan hingga lima puluh ribuan, sedangkan tangan kanannya memegang pintu bus.

Dengan gesit pula dia turun ke jalan ketika ada penumpang yang naik, meminta ongkos mereka, kemudian menyusun kembali tumpukan uang di tangan kirinya. Didit menolak diajak ngobrol. Tak jelas, apakah ia tak mau dikorek-korek atau takut kepada sopir metromini. Dia hanya menyebutkan nama dan menggeleng ketika ditanyakan apakah si sopir adalah ayahnya. Dari gelagatnya, tampaknya dia baru menjadi kernet bus.

Pindah profesi tak selesaikan masalah

Sekretaris Jenderal Komnas Perlindugnan Anak Arist Merdeka Sirait kontan menjawab bahwa "rasa takut" dan "kemiskinan" sebagai kata kunci fenomena ini. "Mereka itu kan rata-rata miskin. Di jalan, mereka ketakutan. Pindah profesilah. Tapi juga penuh ancaman, tidak menyelesaikan masalah," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (20/1/2010).

Menurut Arist, ketika mereka menjadi kernet bus pun kekerasan tetap mengintai, paling tidak kekerasan verbal, seperti dibentak-bentak. Kebijakan yang tidak pro-anak, seperti menekan angka anak jalanan yang dilakukan dengan pengusiran oleh satpol PP, justru membuat anak jalanan seperti "keluar dari mulut harimau lantas masuk ke mulut buaya". "Negaralah yang paling bertanggung jawab dalam kondisi ini," ujar Arist.

Konstitusi menjamin bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Orangtua pun bertanggung jawab. Hanya saja karena kemiskinan mereka, tanggung jawab sering ditinggalkan begitu saja. "Makanya, (negara) berdayakan kemiskinan. Anak digali potensinya, dipetakan masalahnya, kemudian dicarikan jalan keluarnya," tandasnya. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/01/20/14252548/Ketika.Anak.anak.Jadi.Kernet.Bus...

Diserang Penyakit Aneh, Tubuh Umi Dikerubuti Ulat

Malang nian kisah hidup Umi. Bocah berusia 12 tahun itu menderita penyakit aneh. Tubuhnya, dari badan hingga leher dikerubuti ulat. Umi duduk di kelas IV SD. Dia tinggal di Desa Tarinding, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Penyakit aneh ini mulai diderita Umi sejak dua tahun lalu. Awalnya, penyakit Umi hanya berupa luka bisul biasa. Mengira itu bisul biasa, tidak ada upaya dari keluarga Umi untuk merawat bisul itu secara medis. Lama-lama bisul itu melebar dan menjadi luka terbuka. Sampai akhirnya muncul ulat pada luka tersebut. Selama dua tahun tanpa penanganan medis yang intensif, ulat pada luka luar mulai masuk ke tubuh Umi. Kini tubuhnya pun penuh ulat.

Dikhawatirkan jika kondisi Umi tidak segera ditangani, ulat yang ada di tubuh Umi bisa naik ke kepalanya. Menurut Sumitro, kakak Umi, ulat-ulat itu tampak jelas bergerak-gerak dalam tubuh Umi. “Dengan dibantu Kepala Desa Tarinding, Umi dibawa ke rumah sakit ini, karena Umi juga sudah dibawa ke puskesmas dan berobat ke dukun, namun kondisinya justru memburuk,” kata Sumitro, Selasa (19/1).

Ketika dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Umi sempat menjalani operasi ringan. Namun hanya sebagian kecil ulat yang bisa dikeluarkan dari tubuhnya. Petugas medis di RSUD Mamuju menyatakan, penyakit Umi belum dapat ditangani secara optimal karena untuk mengeluarkan ulat dari tubuh Umi memerlukan ahli bedah yang tidak dimiliki RSUD itu.

Pihak RSUD Mamuju sendiri telah menyatakan tidak sanggup melakukan pengobatan terhadap Umi karena butuh penanganan medis yang lebih intensif atas penyakit yang dideritanya. “Dokter mengatakan, Umi harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), karena Umi butuh perawatan medis yang lebih intensif melalui operasi sementara kami tidak punya dana untuk itu,” kata Sumitro.

Jangankan ke Makassar, melanjutkan pengobatan di RSUD Mamuju pun keluarga Umi tidak memiliki cukup biaya. Mereka terpaksa pulang karena tidak sanggup menanggung biaya pengobatan dan perawatan. “Kami kehabisan dana untuk membiayai pengobatan Umi, dan juga biaya untuk hidup di rumah sakit ini sudah tidak ada lagi, sehingga Umi terpaksa harus kami pulangkan,” katanya. Bantuan Pemerintah Kabupaten Mamasa, wilayah asal Umi, sama sekali tidak ada. Tidak ada pilihan lain, Umi harus dibawa pulang meskipun kondisinya sudah sangat parah.

http://www.surya.co.id/2010/01/20/diserang-penyakit-aneh-tubuh-umi-dikerubuti-ulat.html

Uang di Tabungan Raib, Belasan Nasabah Lapor ke Poltabes Denpasa

Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Denpasar, Bali, telah menerima 16 laporan nasabah dari empat bank yang merasa kehilangan uang di tabungan secara tiba-tiba. Empat bank tersebut yaitu BCA, Mandiri, BNI, dan Permata.“Kita sudah koordinasi dengan bank. Sementara ini laporan yang masuk ke Poltabes Denpasar ada 16 nasabah di empat bank yaitu BCA, Mandiri, BNI, dan Permata,” ucap Kepala Divisi Mabes Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang, di Mabes Polri, Rabu (20/1/2010).

Edward menjelaskan, kehilangan dana nasabah hanya terjadi di Denpasar. Kerugian setiap nasabah yang dilaporkan antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Ketika ditanya kapan nasabah mulai melapor, ia menjawab, “Dalam minggu terakhir ini,” jawab dia. Sebelumnya, pagi tadi Mabes Polri telah mengirimkan tim penyelidik dari Direktorat II Ekonomi dan Khusus untuk membantu Poltabes Denpasar menangani kasus itu. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab hilangnya dana nasabah itu.

Selasa, 19 Januari 2010

Makanan² Aneh di Berbagai Negara

Aborigin : Orang-orang Aborigin senang masak sejenis kadal dengan cara dipanggang, abis itu langsung dimakan.
Jepang : Gurita ditelan hidup-hidup. Orang Jepang juga berani makan jantung kodok yang masih berdetak.
India : Orang India kalo liat pohon kan langsung nari tuh, hehe .. nah kalo liat cicak, langsung deh matanya pada ijo. Tuh cicak ditangkap, dipukul kepalanya, ... kalo udah pingsan baru deh dimakan.
Korea : Mirip orang Jepang, orang Korea juga suka gurita tapi yang masih bayi, dimakan hidup-hidup.
Filipina : Orang Filipina suka banget makan "Balut", yaitu telur ayam yang berisi embrio (janin), dan sudah ada anggota tubuhnya, direbus, dikupas terus dimakan. Telur unggas yang nyaris jadi hewan hidup ini dianggap camilan lezat untuk dinikmati kala santai.
Hong Kong : Kalajengking hidup dicocol ke saus, terus dimakan hidup-hidup.
Ekuador : Guinea pig (semacam marmut) goreng.
Taiwan : Penis sapi atau rusa jantan, buat meningkatkan gairah seksual.
Spanyol : Penis banteng. Di Spanyol biasanya banteng yang mati di arena oleh matador, biasanya harga penisnya mahal.
Afrika : Tikus (gede banget tikusnya!) dipanggang
Belanda : Ikan herring mentah
Louisiana, USA : Louisiana itu state yang banyak rawa-rawa, jadi di sana mudah ditemukan resto yang menyajikan daging buaya. Di Harahan, Louisiana ada resto yang menyediakan daging buaya di hampir semua menunya : Ada steak buaya, dendeng buaya, sup buaya, dll.
China : Masyarakat China senang mengkonsumsi "Telur Pitan" (Century Egg) yang rasanya, katanya, "aduhai".
Thailand : Kecoak goreng, kumbang goreng, dijadikan snack yang banyak dijajakan di pinggir jalan. Selain itu, ini nih : Monyet dimasukin ke dalam kandang/kerangkeng di bawah meja, kepalanya dipasin ke lubang di tengah meja, kepalanya diketok pake palu sampai hancur, terus dibelek, buka, otaknya masih berdenyut2, siram pakai arak panas, terus dimakan. (manusia itu sadis ya, red).

Dijual: Buaya 2,4m, 150kg, 3jt saja

Seekor buaya besar di sebuah rumah kosong menggegerkan warga Cinere, Depok, Jawa Barat. Kaki dan tangan si buaya dalam kondisi terikat di garasi rumah itu. Warga pun berdatangan berebutan menontonnya. Setiap hari puluhan warga mendatangi Perumahan Megapolitan Jl Bangka No 313 Cinere, Depok, Jawa Barat. Dari balik pagar rumah, warga menonton buaya dengan panjang 2,4 meter dan berat 150 kg.
Buaya itu sejatinya bukan buaya yang mendadak ditemukan warga. Buaya itu sebenarnya dipelihara dari kecil oleh warga Cinere. Namun setelah buaya menjadi besar, pemiliknya memberikannya kepada Ikhsan, seorang pemburu binatang.Kini Ikhsan tidak lagi mampu memelihara buaya itu. Pemeliharaan reptil itu ternyata berat di ongkos. "Sekali makan, si buaya menghabiskan 10 kg ikan emas," ujar Ikhsan, saat ditemui di Perumahan Megapolitan, Cinere Depok, Jawa Barat Senin (18/1/2010).
Ikhsan pun lantas ingin menjual buaya berumur 15 tahun itu. "Kasihan di sini nggak ada yang ngurus, nggak ada yang kasih makan," jelas Ikhsan. Menurut Ikhsan, buaya itu sudah ditawar Rp 3 juta. "Kemarin sudah ada yang nawar Rp 3 juta tapi orangnya belum ke sini lagi," tutur Ikhsan
http://www.detiknews.com/read/2010/01/18/113314/1280576/10/kisah-buaya-di-rumah-kosong-cinere

Penampakan Bung Karno di Sukamiskin

Beberapa napi yang ada di Blok Timur Atas Lapas Sukamiskin mengaku sempat melihat penampakan Bung Karno di sel tahanan TA01 yang dulu menjadi Bung Karno menjalani masa hukumannya.
Penampakan tersebut berupa wujud Bung Karno yang mengenakan pakaian kebesarannya. Ya, ada beberapa napi yang sempat melihat penampakan Bung Karno di sel tahanan tersebut. Saya sendiri belum lihat, tapi saya sempat ditunjukkan sebuah foto yang di dalamnya ada penampakan Bung Karno,” kata Kepala Lapas Sukamiskin Murdjito, kepada wartawan belum lama ini.
Cerita petugas Lapas Sukamiskin lain lagi. Menurut mereka, siapapun yang berkunjung ke sel tahanan Bung Karno dan berfoto, gambar orang di dalam foto tidak akan tampak saat dicetak. Yang ada hanya seberkas cahaya putih.“Banyak cerita yang mengatakan, berfoto di sel tahanan Soekarno selalu gagal saat dicetak. Gambar orang dalam foto tidak terlihat. Yang terlihat hanya cahaya putih,” kata salah seorang petugas Lapas Sukamiskin.
Murdjito mengatakan, sel tahanan Bung Karno memang sengaja dikosongkan sebagai bukti sejarah. Rencananya, kata dia, sel tersebut akan kembali direnovasi bersamaan dengan renovasi keseluruhan Lapas Sukamiskin yang akan dijadikan lapas khusus napi tindak pidana korupsi.
“Kita berencana merenovasi Lapas Sukamiskin karena nantinya akan dijadikan lapas khusus napi tindak pidana korupsi (tipikor). Renovasi juga termasuk bagi sel tahanan Bung Karno. Tentu untuk sel tahanan Bung Karno renovasinya tidak menyeluruh. Kita tetap akan menjaga sel tersebut sesuai bentuk aslinya,” kata Murdjito. Dia menambahkan, dana untuk renovasi lapas secara keseluruhan mencapai Rp5,5 miliar.
Hal yang sama dikatakan Kepala Keamanan Lapas Sukamiskin Tonny Nainggolan. Menurut Tonny, bangunan Lapas Sulamiskin harus dilestarikan karena termasuk cagar budaya. Meski akan direnovasi, lanjurnya, pihak lapas tidak boleh mengubah bentuk aslinya.”Begitu juga untuk rehabilitasi 180 kamar bagi para narapidana tipikor, tetap harus dikonsultasikan dulu dengan konsultan. Untuk perkantoran saja, sekarang gentengnya masih zaman Belanda,” tandas Tonny http://www.krjogja.com/news/detail/15901/Penampakan.Bung.Karno.di.Sukamiskin.html .

Senin, 18 Januari 2010

Yogya Waspadai Ayam "Tiren"

Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meningkatkan pengawasan terhadap penjualan daging ayam di pasaran untuk mengantisipasi beredarnya daging ayam bangkai atau "tiren" (mati kemarin). "Pengawasan melibatkan Distan di seluruh kabupaten dan kota dengan melakukan inspeksi mendadak di pasar-pasar untuk meneliti daging ayam yang dijual pedagang," kata Kepala Bidang Peternakan Distan DIY Eddy Sulistyono di Yogyakarta, Senin (18/1/2010), menyusul ditemukannya penjualan daging ayam bangkai atau tiren di Kabupaten Kulon Progo.
Ia mengatakan kasus di Kulon Progo itu sebenarnya sudah masuk wewenang Dinas Ketertiban (Dintib), karena daging ayam bangkai atau tiren dijual dalam wujud matang atau telah dimasak, sedangkan yang menjadi kewenangan Distan adalah jika daging tersebut dijual mentah. "Namun, untuk mengantisipasi kejadian seperti di Kulon Progo, kami akan melakukan pengetatan pengawasan daging ayam yang masih mentah yang dijual di pasar," katanya.
Menurut dia, pengetatan pengawasan itu dilakukan karena tidak ingin kejadian peredaran daging ayam tiren yang marak pada 2007 terulang. Pada 2007 perdagangan ayam tiren itu bahkan banyak ditemukan di Pasar Beringharjo Yogyakarta. "Pedagang yang menjual daging ayam tiren bukan pedagang yang sudah memiliki los daging di pasar, melainkan penjual di luar kompleks pasar yang bersifat sementara," katanya.
Ia mengatakan dalam pengawasan yang dilakukan, daging ayam yang dijual pedagang akan diambil sampel untuk diteliti di laboratorium diagnostik yang terletak di Bantul. Sampel daging ayam yang diambil tidak hanya diteliti apakah itu daging tiren, tetapi juga diperiksa apakah daging tersebut sudah mati lama dan diberi pengawet atau tidak.
Dalam razia yang telah dilakukan sebelumnya, menurut dia, mayoritas pedagang yang menjual ayam tiren selalu tidak bisa didata, karena mereka berpindah-pindah dan tidak memiliki los resmi. "Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan sebaiknya membeli daging di los-los penjualan daging. Harga daging yang terlalu murah juga perlu diwaspadai," katanya. http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/2105197/Yogya.Waspadai.Ayam..quot.Tiren.quot.

Minggu, 17 Januari 2010

Korupsi Dana Bantuan Sosial ICW: Jateng Paling Korup

Praktek korupsi terhadap dana bantuan sosial banyak dilakukan kepala daerah. Dari hasil pemantauan Indonesian Corruption Watch (ICW) sepanjang tahun 2009, kasus korupsi dana bansos mengalami peningkatan. Kasus korupsi paling tinggi terdapat di Jawa Tengah (Jateng)."Angka paling tinggi di 3 daerah, yaitu Jateng, Jatim, dan Jabar. Itu yang paling banyak. Tapi yang paling tinggi itu di Jateng," ujar Koordinator Divisi Investigasi dan Publikasi ICW, Agus Sudaryanto, dalam jumpa pers di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2010).

Agus menjelaskan, ICW telah memonitoring praktek korupsi dengan modus penyalahgunaan dana bantuan sosial di daerah sepanjang tahun 2009. "Di tahun 2009, terjadinya dugaan korupsi dana bantuan sosial sangat meningkat. Itu dimulai di akhir tahun 2008 hingga menjelang pemilu 2009 dengan jumlah kasus 80 kasus," jelasnya.

Dikatakan Agus, ICW melakukan pemantauan di 9 wilayah, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur. Menurutnya, meski peningkatannya tidak secara signifikan, namun dari 9 wilayah tersebut, 8 wilayah diantaranya merupakan daerah pengkorup dana bantuan sosial. Satu wilayah yang dianggap tidak begitu parah adalah Sulawesi Tengah.

Sepanjang tahun 2009, Agus mengatakan, ICW menemukan 65 kasus dengan tersangka 122 orang dan kerugian mencapai Rp 215,57 miliar. Selain dilakukan oleh Kepala Daerah, korupsi bantuan dana sosial juga biasa dilakukan oleh anggota DPRD. Agus memaparkan, untuk tahun 2009 sebanyak 56 perkara yang mengatasnamakan anggota DPRD. Namun, nilai kerugiannya tidak sebesar aktor korupsi dari pihak Pemerintah Daerah."Modus korupsi paling banyak dilakukan dengan cara mengadakan proposal fiktif," ucap Agus.

Proposal fiktif yang dimaksud, lanjutnya, biasa diatasnamakan atas kesejahteraan rakyat, seperti untuk pembangunan masjid, pengadaan tempat kerajinan rakyat. "Dan itu umumnya atas inisiatif kepala daerah sendiri," ujarnya.

ICW menemukan peningkatan angka kasus korupsi dana bantuan sosial tersebut disebabkan oleh lemahnya peraturan yang dibuat oleh kepala daerah terkait dana bantuan sosial ini. "Ini menjadikan dana bantuan sosial tersebut sering dijadikan alat pendanaan untuk kepentingan kepala daerah saat masa kampanye politik," terangnya.Oleh karena itu, ICW mengharap adanya revisi terhadap dana bantuan sosial baik dari segi jumlah maupun bentuk dari dana bantuan sosial itu sendiri. "Arahnya kemana agar jangan sampai disalahgunakan lagi," tegas Agus. http://www.detiknews.com/read/2010/01/14/173930/1278679/10/icw-jateng-paling-korup

ICW: Pungli Miliaran Rupiah Terjadi di Lapas Cipinang

Terkuaknya pemberian fasilitas mewah kepada beberapa terpidana di Rutan Pondok Bambu menambah daftar hitam sistem hukum negara ini. Praktek serupa juga terjadi di Lapas Cipinang.
Dari data Indonesian Corruption Watch (ICW), di Lapas Cipinang perputaran uang akibat pungutan liar mencapai miliaran pertahun. "Uang pungutan pengunjung pertahun mencapai Rp 4,8 miliar. Perputaran uang yang sangat besar," ujar Peneliti ICW Illian Deta Arthasari, usai menemui Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2010).

Tidak hanya pungutan pengunjung, hak narapidana di Lapas tersebut juga diperjual-belikan oleh para petugas sipir."Pungutan untuk lauk pauk Napi mencapai Rp 10,8 miliar. Bebas Bersyarat Rp 2,8 miliar dan pungutan remisi Rp 1,5 miliar pertahun," tambah Illian saat memaparkan hasil penelitian tahun 2009 tersebut.

Terkait dengan hal tersebut ICW dan beberapa LSM lain yang menemui Satgas juga memberikan rekomendasinya."Satgas agar melakukan sok terapi, misalnya untuk kasus Ayin dan kasus Anggodo," tambahnya.Selain itu ICW juga menyoroti reformasi birokrasi yang terkesan hanya dimaknai sebagai kenaikan gaji tanpa ada perbaikan sistem pelayanan.
"Evaluasi pejabat yang tidak mendukung perubahan pada institusinya," pungkasnya. http://www.detiknews.com/read/2010/01/14/180432/1278698/10/icw-pungli-miliaran-rupiah-terjadi-di-lapas-cipinang

Kencani PSK, Tak Bayar, Dipolisikan

Dua lelaki yang tengah ‘jajan’ di lokalisasi Moroseneng, Benowo, berurusan dengan polisi karena tidak bayar minuman keras (miras) dan booking cewek senilai Rp 2,75 juta di Wisma Madona. Mereka adalah Eko Kurniawan Roni, 32, warga Perumahan Tanggulangin Sejahtera dan Kiswantono, 20, warga Banjar Rejo, Rengel, Tuban. Mereka melarikan diri setelah menghabiskan 30 botol bir dan mengencani dua cewek.

Informasinya, kedua tersangka bekerja di kafe kawasan Citraland dan kos di Jl Tidar. Pulang bekerja, mereka ke Wisma Madonna, Rabu (13/1) untuk pesta miras. Mereka juga minta dua pekerja seks komersial (PSK). Eko bersama Lita, 27, dan Kiswantono bersama Lidya, 30.

Kasir berusaha menagih uang pembayaran. Namun Eko menjanjikan akan dibayar setelah keluar kamar. Kamis (14/1) pukul 04.00 WIB saat penghuni wisma tidur, Eko dan Kiswantono keluar kamar. Kasir tahu dan menagihnya. Namun Eko mengajak kasir ke ATM BCA Benowo. Eko dibonceng motor dan masuk ke ATM. Berlagak seperti bos, Eko mengajak kasir kembali ke wisma. Di tengah jalan Eko loncat dari boncengan dan berusaha lari.

Kapolsek Benowo AKP Kaspiyo didampingi Kanit Reskrim Iptu Wasis Priyonggo, Jumat (15/1), mengatakan tersangka tidak sekali ini saja menipu pemilik wisma. “Malah habisnya waktu itu Rp 5 juta dan ditebus ayahnya,” tuturnya
http://www.surya.co.id/2010/01/16/kencani-psk-tak-bayar-dipolisikan.html

Terlalu!, Dana Bantuan Korban Gempa Tasikmalaya Disunat

Kasus temuan bahwa telah terjadi penyelewengan dana gempa Tasikmalaya di desa Tonjog, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), akan diselidiki dan diproses secara hukum.“Adanya temuan itu, tentunya kami merasa prihatin, dan yang terlibat akan kami minta kepada penegak hukum untuk diproses sesuai aturan hukum,” kata Ketua Satkorlak sekaligus Wakil Bupati Tasikmalaya, HE Hidayat, Rabu (13/1/2010).

Berdasarkan lapora dari warga korban gempa, dana bantuan bagi pemilik rumah yang mengalami rumah rusak berat dan sedang hanya Rp 4 juta di desa Tonjog, Kecamatan Pancatengah. Dana tersebut diberikan oleh pihak Pokmas.Jumlah dana yang diberikan pemerintah untuk tahap pertama kepada Pokmas di desa tersebut adalah Rp 15 juta untuk 15 kepala keluarga.

Ternyata ditemukan bahwa pihak Pokmas memberikan dana secara tidak utuh kepada korban gempa atau yang berhak menerima bantuan tersebut. Seharusnya, korban gempa dengan rumah rusak berat mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 15 juta, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak ringan Rp 200.000.“Itu seharusnya memang dibagikan utuh kepada warga korban gempa yang berhak,” kata Hidayat.

Namun, dari temuan di lapangan, pihak Pokmas ternyata melakukan pemerataan pembagian dana bantuan kepada korban gempa yang tidak mendapatkan dan yang menunggu bantuan tahap selanjutnya. Pemerataan yang dilakukan Pokmas tidak menjadi masalah selama hal itu dilakukan berdasarkan kesepakatan masyarakat bersama pihak Satkorlak, dan asalkan tidak ada keterlibatan atau arahan, baik yang menyangkut pemerintah tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. “Kalau dilakukan pemerataan itu diperbolehkan karena mengacu pada kearifan lokal di masyarakat,” ucapnya.

Namun, apabila terjadi permasalahan lain yang tidak mengarah pada pelanggaran hukum, tentu penegak hukum akan melakukan pemeriksaan terhadap Pokmas terkait.Hidayat juga mengatakan, selama ini kasus pemerataan tersebut dipertanyakan warga korban gempa lainnya.

Berdasarkan laporan pihak Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, belum ditemukan tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum.“Tindakan hukum itu adalah solusi akhir, dan selama ini belum ditemukan pelanggaran yang tentunya dilakukan dengan pernyataan dan penjelasan dari Pokmas, alasan dilakukannya pemerataan,” tandas Hidayat. http://www.surya.co.id/2010/01/13/terlalu-dana-bantuan-korban-gempa-tasikmalaya-disunat.html

Kasus Gigitan Anjing di Bali Capai 25.187

Sejak akhir 2008 hingga kini tercatat 25.187 kasus gigitan anjing pada manusia di Bali.“Ribuan kasus gigitan anjing itu yang dilaporkan secara resmi ke pusat-pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan vaksin anti rabies (VAR),” kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Setda Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, banyaknya korban gigitan anjing tersebut mengakibatkan kebutuhan VAR sangat banyak, bahkan sudah menghabiskan 23.031 VAR dari pengadaan seluruhnya sebanyak 26.560 VAR. Dengan demikian pemprov masih mempunyai persediaan VAR hanya 3.529. Persediaan tersebut segera akan ditambah dengan melakukan pengadaan yang dibiayai oleh APBD Bali. Dinas Kesehatan Provinsi Bali segera akan melakukan pengadaan sebanyak 19.469 VAR dengan dukungan dana APBD Bali 2010 sebesar Rp 2,5 miliar, tutur Ketut Teneng.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam kesempatan terpisah mengatakan,Bali selama 2009 menghabiskan Rp 12 miliar untuk pengadaan VAR, padahal dana yang dialokasikan hanya Rp 5 miliar.Dengan demikian masih tercatat berutang di RSUP Sanglah Denpasar sebesar Rp 7 miliar yang diharapkan segera bisa terbayar.

Ia mengakui, pengadaan vaksin yang dilakukan selama ini dan disalurkan ke RSUP Sanglah maupun rumah sakit kabupaten/kota se Bali cepat habis. Padahal satu dosisnya seharga Rp 117.000 dan masyarakat yang digigit anjing minimal mendapat suntikan empat kali, ditambah biaya pelayanan lain sehingga setiap orang yang digigit anjing membutuhkan dana sedikitnya Rp 1juta. Ia mengharapkan masyarakat menghindari terjadinya gigitan anjing, sebagai upaya mencegah virus rabies dari anjing ke manusia.

Sementara Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra mengaku, segera melakukan koordinasi dengan seluruh bendesa adat maupun para penyayang binatang untuk mengeliminasi anjing-anjing liar yang tidak jelas pemiliknya. Koordinasi itu segera dilakukan, menyusul tindakan penertiban agar tidak ada lagi anjing-anjing berkeliaran di jalan, sekaligus menghindari terjadinya gigitan, ujar Sumantra

http://www.surya.co.id/2010/01/14/kasus-gigitan-anjing-di-bali-capai-25187.html

Separuh Perceraian Dipicu SMS Mesra

Pengadilan Agama Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat sekitar separuh dari 247 kasus perceraian di wilayah itu selama 2009 dipicu pesan singkat (SMS) mesra pihak ketiga.“SMS mesra dari selingkuhan menjadi alat bukti utama yang mendominasi pengajuan cerai di persidangan,” kata Hakim Pengadilan Agama Pangkalan Bun, Mahali, di Pangkalan Bun, Kamis (14/1).

Selain SMS perselingkungan, kata Mahali, sekitar 25 persen kasus perceraian di Kotawaringin Barat tahun lalu banyak dipicu faktor ekonomi, sedangkan sisanya perbedaan pendapat yang tajam dan persoalan rumah tangga lain.

Menurut dia, penyebab utama retaknya hubungan dalam keluarga sebenarnya bermacam-macam misalnya karena percecokan internal, tidak ada tanggung jawab, perselingkuhan, maupun prasangka buruk dengan pasangan.

Namun karena SMS dinilai menjadi alat bukti yang paling jelas untuk membuktikan adanya ketidakharmonisan rumah tangga, maka banyak pasangan yang ingin bercerai mengajukan fasilitas teknologi itu sebagai alat bukti di pengadilan.“Teknologi semakin canggih, jadi meski ada SMS yang sudah dihapus, ada saja yang masih bisa dibuka lagi. Jadi jika bukti SMS perselingkuhan, maka cepat diketahui,” kata Mahali.

Pada tahun 2009 Pengadilan Agama Pangkalan Bun mencatat terjadi 467 kasus perceraian yang diajukan, dan telah diputuskan sebanyak 373 kasus, sedangkan sisanya 94 kasus masih dalam proses.Mahali mengakui jumlah kasus perceraian di Kotawaringin Barat itu merupakan kasus tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain se-Kalimantan Tengah.

Bahkan untuk tahun Januari 2010 ini saja yang baru berjalan kurang setengah bulan sudah diajukan lagi 28 kasus perceraian yang terdaftar.“Banyaknya kasus ini, kami rasa karena kesadaran hukum masyarakat semakin baik. Sebelumnya banyak orang yang tidak tahu bagaimana proses perceraian. Meski dulu kasus cerai sebetulnya juga tinggi, tapi masih sedikit yang mau melapor ke pengadilan,” kata Mahali.

Upaya pendamaianpun sebetulnya sudah dilakukan oleh pihak pengadilan, tetapi menurut Mahali, semua itu tergantung pihak-pihak yang bermasalah, sehingga dapat ditekan atau tidaknya kasus perceraian tergantung pihak yang bermasalah sendiri.“Jadi dalam memutuskan kasus itu, kami sudah melakukannya sesuai aturan yaitu setelah adanya gugatan yang masuk, kami lakukan mediasi dulu untuk mendamaikan. Jika itu tidak berhasil maka kami lakukan sidang, baru putusan,” tambah Mahali.

http://www.surya.co.id/2010/01/14/separuh-perceraian-dipicu-sms-mesra.html

Berdalih Sucikan Diri, Bos Aliran Sesat Garap Puluhan Cewek

Polisi menggerebek markas ajaran ‘Surga Eden’ di Cirebon karena diduga mempraktikkan sesuatu yang tak lazim. Kepada pengikut wanita, pimpinan yang diduga aliran sesat itu mewajibkan meyayani kebutuhan biologis sang pemimpin Imam Ahmad Tantowi (57).

Puluhan pengikut wanita diduga menjadi korban sang pemimpin. Alasannya, setiap pengikut wanita harus mensucikan diri agar bisa menjadi bidadari. Sementara itu, khusus pengikut yang akan menikah terlebih dulu harus menyerahkan tubuhnya kepada Iman. Tak ada data pasti berapa jumlah pengikut aliran tersebut, tetapi diperkirakan jumlahnya puluhan orang, sebagian besar adalah wanita.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad kepada wartawan di Mapolda Jabar, mengatakan, penggerebekan dilakukan di Dusun Blok Pon, RT/RW 04/05 Desa Kamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/1). Dalam pemeriksaan, sang pemimpin yaitu Imam Ahmad Tantowi (57) mengaku, melakukan praktik tak lazim itu sebagai syarat untuk mencapai kesucian.“Saat disucikan, calon pengantin harus mengikuti kemauan pemimpinnya. Seperti memijat hingga dipaksa berhubungan badan,” jelas Ahmad.

Menurut Dade, Imam Ahmad Tantowi mengaku sebagai Tuhan. “Dia mengaku-ngaku sebagai Allah dan harus disembah oleh pengikutnya,” jelas Dade. Selain ada yang mengaku Allah, lanjut Dade, ada pula pengawal sang pemimpin yang diangkat sebagai Jibril. Dia yang mengaku Jibril ini bernama Imam Junaedi (36). Istri sang pemimpin yaitu Endang (33) turut diamankan di Mapolda Jabar. “Total yang diamankan sementara ini 13 orang,” ucap Dade.

Petugas dari Polda Jawa Barat dibantu Polsek Sumber dan Polsek Mundu tiba di lokasi Kamis (14/1) pagi dan langsung menemui Ahmad yang berada di dalam rumah. Setelah memberi penjelasan, petugas pun langsung membawa Ahmad, istri, dua anak, dan pembantunya ke Mapolda Jawa Barat di Bandung untuk dimintai keterangan. Saat penangkapan, Ahmad terlihat pasrah, tidak melakukan perlawanan.

Sementara rumah tinggalnya yang berada tepat di depan Lapangan Kamengkang diberi garis polisi. Anggota polisi dari Polsek Mundu pun berjaga-jaga, untuk mengamankan rumah beserta isinya. Maklum di rumah bercat putih-hijau itu terdapat sejumlah barang berharga dan benda-benda antik, karena sang pemilik merupakan pecinta barang-barang antik dan mengoleksinya di rumah.

Penangkapan yang dilakukan polisi ini berawal dari laporan mantan anak buah Ahmad yang bernama Andi. Andi melaporkan jika mantan bosnya ini mengajarkan aliran sesat dan mengaku Tuhan yang berwujud di alam semesta. Kepada para pengikutnya, Ahmad pun mengaku sudah menciptakan surga beserta para bidadarinya di kawasan Cirebon. “Menindaklanjuti laporan Andi tersebut, kepolisian membawa Ahmad ke Polda Jabar untuk dimintai keterangan. Apa benar dia mengajarkan aliran sesat atau tidak,” ujar salah seorang petugas dari Polsek Mundu yang enggan menyebutkan identitas.

Penangkapan Ahmad cukup mengagetkan warga sekitar. Pasalnya, selama ini, gerak-gerik Ahmad tidak ada yang mencurigakan, termasuk dugaan penyebaran aliran sesat. Ahmad, begitu sapaan tetangga untuk pria yang baru menjadi warga Kamengkang sekitar lima tahun lalu ini, dikenal terbuka dan baik kepada sejumlah tetangga. Warga pun tidak menyangka jika Ahmad menyebarkan aliran sesat. “Kami enggak tahu apa-apa. Pak Ahmad itu orangnya biasa-biasa saja, tidak ada yang patut dicurigai. Tapi memang, kami belum pernah tahu dalam rumahnya,” ujar papar salah seorang tetangga, Dulhari (50).

Dulhari mengaku, di mata dia dan para tetangga lain, Ahmad berprofesi sebagai pebisnis. Tak heran jika kerap banyak tamu baik dari Cirebon maupun luar kota. “Tapi kami tidak tahu persis, apa yang dilakukan Pak Ahmad bersama para tamu tersebut. Kami belum pernah masuk ke rumahnya sih, baru tadi saja saat ada polisi,” kata Dulhari.

Dalam keseharian, tutur Dulhari, Ahmad belum pernah melakukan tindakan yang mengganggu warga sekitar. Malah, belum pernah sekalipun mengajak para tetangga untuk menjadi pengikutnya. “Orang shalat saja, berbaur dengan warga. Dia orangnya terbuka dan baik. Baiknya, ya sering menyumbang setiap kali ada kegiatan seperti acara 17-an (Peringatan Hari Kemerdekaan RI-Red),” jelas Dulhari.

Rumah tinggal Ahmad terletak persis di depan Lapangan Kamengkang. Rumah tersebut diberi gapura dan pagar tinggi. Di halaman rumah terdapat sejumlah tanaman, termasuk pohon belimbing yang ditanam persis di dekap gapura. Rumah tersebut diberi cat putih-hijau, dan terletak lebih rendah daripada halaman yang dipenuhi sejumlah tanaman dan pohon. Selain tanaman dan pohon, ada juga binatang peliharaan seperti burung dan anjing.

Sebagai pecinta dan kolektor barang antik, rumah tinggal Ahmad memang didesain cukup unik. Bagian depan rumah dipasangi banyak lukisan dan patung-patung binatang dari tanah liat. Sementara di dalam rumahnya, ada banyak guci, batu giok dan lukisan. Di dalam rumah, diisi oleh sekitar tujuh orang, termasuk para pembantu dan saudara-saudara Imam.

Penangkapan Imam Ahmad Tantowi ini cukup mengundang perhatian banyak orang. Selain para wartawan, tetangga juga seolah tidak mau ketinggalan, ingin menyaksikan. Bahkan setelah penangkapan, rumah tersebut masih menjadi pusat perhatian para tetangga. Terlihat tetangga masih berkumpul di depan rumah.
http://www.surya.co.id/2010/01/15/berdalih-sucikan-diri-bos-aliran-sesat-garap-puluhan-cewek.html

Kecurangan Tes CPNS Diungkap, Nama Ajudan Mendadak Ada

Lima nama peserta tes CPNS Kota Kediri yang seharusnya lolos, tiba-tiba diganti nama lain. Nama-nama baru itu ternyata dikenal ‘dekat’ dengan pejabat setempat, termasuk di antaranya Hendri Sepriyadi, ajudan wali kota. “Ada lima nama yang kami temukan berbeda dengan data asli ITB sebagai pembuat soal dan skoring tes CPNS. Di antara lima nama ini adalah bawaan pejabat. Ini jelas rekayasa. Harus diusut tuntas,” tegas Syamsul Umam, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Kediri, Rabu (13/1).

Lakpesdam bersama dengan unsur-unsur lain, yaitu KNPI, BEM Uniska, STAIN, STITEM, UNP, Tribakti, HMI, PMII, Masyarakat Tranparansi Kediri tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi Kota Kediri. Mereka mengkritisi pelaksanaan tes CPNS di Kota Kediri yang ternyata banyak menimbulkan pertanyaan karena dicurigai curang.

Kelima nama yang dinilai direkayasa tersebut adalah Meylina Uji Nastiti (dokter umum) menggusur Melda Nisriana. Hendri Sepriyadi (perawat ahli) menggusur Dyah Wahyuningtiyas. Aulia Fauzi menggusur Diana Yuli S (pengendali dampak lingkungan). Agus Zarqoni menggusur Luluk Mulyono (pengawas ops alat berat). Atiqoh menggusur Gunardi (guru agama Islam SD).

Koalisi ini menyebut, beberapa nama yang tiba-tiba muncul tersebut dekat dengan pejabat Kota Kediri. Di antaranya Hendri (ajudan wali kota), Maylina (anak Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset), dan Atiqoh (istri orang yang dekat dengan pejabat).

Koordinator Masyarakat Tranparansi Kediri, Arif Wijaya, menyatakan, kelima orang bawaan pejabat tersebut rata-rata memiliki nilai tidak lebih dari 50. Oleh pembuat kebijakan, mereka diloloskan dengan menggusur lima nama. “Dari data yang kami terima dari ITB, mereka menggeser peserta murni yang memiliki nilai lebih bagus. Nama dan nomor peserta diubah, tapi nilainya persis milik yang digusur,” jelas Arif.

Mereka mendesak kepada Polresta Kediri untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Sebelumnya, koalisi ini sudah melaporkan rekayasa dan kecurangan itu kepada Polresta Kediri. Selanjutnya, koalisi ini bertekad akan mengawal pengusutan rekayasa CPNS. Temuan mereka kemudian ditindakalnjuti dengan melaporkannya kepada Satgas Mafia Hukum di Jakarta.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Nur Muchyar, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada beberapa nama yang dikenalnya adalah dekat dengan pejabat. Termasuk Hendri adalah ajudan wali kota yang statusnya belum PNS. “Soal rekayasa itu, saya tidak mau komentar dulu,” kata Muchyar.

Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Suprapto, belum bisa dikonfirmasi. Tapi dirinya sebelumnya mengatakan bahwa anaknya memang diterima menjadi dokter umum. “Saya tahunya lewat media,” kata Suprapto beberapa waktu lalu. Namun dia menganggap wajar anaknya lolos, sebab dia lulus cumlaude dari sebuah perguruan tinggi negeri.

http://www.surya.co.id/2010/01/14/kecurangan-tes-cpns-diungkap-nama-ajudan-mendadak-ada.html

Curi Lima Pohon Jagung, Dituntut Dua Bulan

Suparto, 54 terdakwa kasus pencurian lima pohon jagung, kembali didudukkan di kursi persidangan di Pengadilan Negeri Situbondo, Rabu (13/1). Sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Merta SH ini, untuk mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum Dewi Setiastutik SH.

Dalam tuntutannya, terdakwa Parto dituntut selama dua bulan penjara oleh JPU, karena perbuatannya terbukti melanggar pasal 362 tentang pencurian. “Karena memenuhi unsur, maka kami menuntut terdakwa selama dua bulan penjara,” kata Dewi Setiastutik, kemarin. Selama persidangan, Parto selalu didampingi oleh penerjemah bahasa karena terdakwa tidak paham dengan bahasa Indonesia. Melainkan hanya bisa, mengucapkan bahasa Madura.

Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa Supriyono SH MHum mengaku keberatan atas tuntutan yang dijatuhkan terhadap kliennya. Menurutnya apa yang didakwakan jaksa banyak yang kabur.“Apalagi keterangan Hartadi, ternyata yang dibawa terdakwa bukan hanya jagung melainkan juga rumput,” kata Supriyono.

Dikonfirmasi terpisah, istri terdakwa Hasanah, 50, mengatakan tuntutan yang dijatuhkan kepada suaminya itu terlalu berat, karena ia menilai tuntutan JPU tidak memihak terhadap orang miskin.“Kami ini orang miskin, suami saya yang menghidupi keluarga, kalau dihukum, siapa yang mencari makan. Kami mohon keadilan,” ratapnya

http://www.surya.co.id/2010/01/14/curi-lima-pohon-jagung-dituntut-dua-bulan.html

Minggat, ABG Tipu Facebooker, Hasilnya untuk Sewa Vila

Melalui situs jejaring sosial Facebook.com orang bisa berbuat apa saja, termasuk menipu. Dan inilah yang dilakukan pasangan Fauziah Rahmawati alias Karla, 19, dan kekasihnya Mustofa Effendy alias Vicky, 20.

Lewat tipu-tipunya, Fauziah warga Pakisaji dan Mustofa, warga Klakah Lumajang, sukses menggondol dua motor milik Khalid Jamal Abdad, 23, warga Jl Diponegoro Batu dan Ridwan, warga Pesanggrahan Batu. Tapi karena tak pandai kabur, mereka pun ditangkap polisi. Kedua korban sama-sama dipancing melalui Facebook. “Kami kenal di facebook dan sering chatting. Lalu saya mengajak mereka kopi darat,” tutur Fauziah yang menggunakan nama samaran Karla Rahmawati di Facebook, Kamis (14/1).

Ia mengaku menyusun siasat bersama Mustofa dengan memanfaatkan wajah manisnya yang dipasang sebagai foto profil. Dengan foto itulah mereka berhasil memancing mangsa, yaitu Khalid dan Ridwan. Singkat cerita Khalid dan Ridwan mau diajak kopi darat alias bertemu muka. “Saat copy darat itu kami meminjam kendaraan mereka dam membawanya kabur,” ungkap Karla.

Aksi pertama dilakukan 21 Desember 2009, saat Khalid ingin segera bertemu dan menjalin kedekatan dengan Fauziah. Saat bertemu di terminal Batu, Fauziah mengajak Mustofa yang diakui sebagai kakak. “Karena Khalid hanya membawa sepeda motor satu, dia mengantar saya terlebih dahulu ke cafĂ©. Setelah itu baru jemput Vicky,” ungkap Karla.

Saat berdua dengan Khalid itulah, Vicky beraksinya. Ia meminjam motor, Suzuki N 2620 LD untuk menjemput pacarnya dan langsung kabur. Sedangkan Fauziah berpura-pura ke kamar mandi, tetapi langsung kabur juga. Dua pekan kemudian, sepasang kekasih ini giliran menipu Ridwan dan menggondol Honda Supra Fit N 6169 KV. Di Lumajang, Honda dijual Rp 1 juta, sedangkan Suzuki Rp 2 juta. Setelah itu mereka kembali ke Batu dan menggunakan uangnya untuk makan dan menyewa vila selama sebulan di Songgoriti. “Kami melakukannya karena terpaksa. Sudah dua hari kami terlunta-lunta di Batu dan tidur diemperan toko,” sela Vicky.

Fauziah mengaku tak punya niat menipu. Tetapi ia sangat membutuhkan uang untuk hidup setelah lari dari rumah dan takut kembali. Apalagi siswa kelas 2 salah satu SMK di Kota Malang itu mengaku putus sekolah karena tak membayar SPP sejak akhir semester lalu. “Saya takut pulang karena sering dimarahin sama bapak,” selanya. Atas laporan korban, polisi Keduanya dibekuk petugas Polsek Batu di vila itu. “Ini penipuan yang memanfaatkan dunia maya. Kami harap facebooker lebih berhati-hati,” tandas AKP Slamet Riadi, Kapolsek Batu.

http://www.surya.co.id/2010/01/15/minggat-abg-tipu-facebooker-hasilnya-untuk-sewa-vila.html

Sita TV, Nenek Stroke Disel

Merasa menjadi korban penipuan, Sri Atutik malah dituduh mencuri dan akhirnya ditahan polisi. Nenek 50 tahun bercucu 10 ini pun terguncang jiwanya. Kini Sri tidak bisa lagi berkumpul keluarga besarnya dan menginap di sel dingin Polsek Sumberpucung. Ia ditangkap Rabu (13/1). “Saya langsung stres, dimasukkan sel karena dituduh mencuri. Padahal, saya nggak berbuat demikian. Justru saya ini korban

Malapetaka yang menimpa perempuan warga Desa Slorok Kecamatan Kromengan ini bermula dari belas kasihnya terhadap Johan, pemuda 20 tahun asal Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung. Johan tak lain anak Jaiyah, 60, teman baik Sri dan sudah dianggap seperti anak sendiri. Namun rupanya Johan tidak membalas kebaikan hati Sri, sebaliknya malah menjerumuskan perempuan itu.

Suatu hari Johan datang ke rumah Sri dan menginap semalam. Paginya, Johan minta disewakan setelan jas karena akan dipakai rapat ke Jakarta. Tak curiga, Sri menyewakan jas seharga Rp 100.000 pada Tutik, pengusaha salon di desanya. Ternyata jas sewaan itu malah dijual Johan Rp 100.000. Tentu saja, Tutik menuntut jas itu dikembalikan.

Karena tak punya uang sebanyak itu, Sri balik menuntut Johan. Sebaliknya, Johan mbulet ketika diminta mengembalikan jas itu, alasannya tidak punya uang. Puncaknya, Selasa (12/1) pukul 14.00 WIB, Sri kembali menemui Johan naik ojek. Saat itu Johan mulai kesal karena terus ditagih, lalu menyuruh Sri membawa televisi di ruang tamunya. Televisi itu dijual Rp 150.000, yang Rp 100.000 untuk mengganti jas, sisanya untuk bayar ojek.

Tak disangka, Sumiati yang indekos di rumah Johan melapor ke polisi bahwa televisinya dicuri Sri, Rabu (13/1). Sri pun ditangkap di rumahnya siang itu juga. “Saya nggak menyangka kalau televisi itu milik orang lain. Saya kira itu milik Johan sehingga saya bawa saja,” tuturnya melas.

Sedangkan Johan yang sudah diperiksa tidak ditahan karena penyakit epilepsinya kumat. Bahkan selama satu jam periksa, sudah enam kali penyakit Johan itu kumat. “Saya khawatir kalau kambuh di dalam sel. Yang jelas, dia terlibat membantu pencurian atau pasalnya 55 KUHP,” kata AKP Sumarsono, Kapolsek Sumberpucung, Kamis (14/1).

http://www.surya.co.id/2010/01/15/sita-tv-nenek-stroke-disel.html

Bantuan GTT/PTT Disunat

Bantuan kesejahteraan untuk para guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) Kabupaten Malang, yang dibagikan Rabu (6/1) lalu, ternyata disertai penyunatan. Padahal bantuan itu ‘hanya’ Rp 500.000. Salah seorang PTT sekolah swasta mengatakan, pemotongan dilakukan dua kali. “Dipotong Rp 50.000 saat validasi data, dan Rp 50.000 saat pencairan,” ujar pria yang tak mau namanya dikorankan.
Sebanyak 1.395 orang, yaitu untuk 751 PTT dan 646 GTT menerima bantuan kesejahteraan yang berasal dari APBD ini. Mereka mendapat tunjangan Rp 500.000/tahun/orang. Ketua Koordinator Pencarian Bantuan Kesra dari PGPTT, Ari Susilo membenarkan adanya pungutan Rp 50.000 per PTT/GTT. “Pemotongan itu sudah jadi kesepakatan teman-teman sendiri,” kata Ari. Hasilnya, terkumpul Rp 24 juta.
Uang itu antara lain untuk mengurus penurunan draft PP tentang pengangkatan GTT/PTT. “Tetapi tidak semua teman-teman memberikan uangnya,” tandas Ari. Dwi Hari Cahyono, Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Malang yang menerima pengaduan dari PTT itu berharap ke depan tidak ada lagi pemotongan uang GTT/PTT. “Kalau arahnya untuk memperjuangkan nasib sendiri, nggak masalah. Jangan sampai itu dilakukan oknum,” tandasnya

http://www.surya.co.id/2010/01/16/bantuan-gttptt-disunat.html

Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan, Penyimpangan Rp 2,2 T

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan peyimpangan pemanfaatan dana dalam pelaksanaan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam bidang pendidikan senilai Rp 2,2 triliun.Pemborosan senilai Rp 2,2 triliun itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian pengalokasian DAK pada tahap perencanaan. Temuan itu ada dalam hasil kajian KPK yang disampaikan oleh M Jasin, Wakil Ketua KPK di Jakarta, Jumat (15/1).

Jasin menjelaskan, data Departemen Keuangan menyebutkan terdapat 160 kabupaten/kota yang secara tetap mendapatkan DAK bidang pendidikan.“Padahal pada data teknis Depdiknas 2009 tidak ada kebutuhan dana rehabilitasi di 160 kabupaten/kota tersebut,” kata Jasin. KPK menyatakan, total dana yang dikucurkan ke-160 daerah tersebut mencapai Rp 2,2 triliun

Terkait penyimpangan itu, KPK mulai mengkaji sistem pengelolaan DAK bidang pendidikan. Hal ini penting mengingat besarnya DAK bidang pendidikan yang disalurkan dan ada kecenderungan naik dari tahun ke tahun,” kata M Jasin. Jumlah DAK hingga Desember 2009 sebesar Rp 9,3 triliun. Dana itu untuk 451 kabupaten/kota untuk perbaikan ruang kelas dan pembangunan ruang perpustakaan Sekolah Dasar.

Menurut Jasin, dari hasil kajian bersama oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu dan Irjen Depdiknas, ditemukan tiga kelemahan sistem pengelolaan DAK. Pertama, ketidaksesuaian pengalokasian DAK pada perencanaan. Selain itu ada penyimpangan pemanfaatan dana dalam pelaksaan proyek. Contohnya, sekolah penerima DAK harus membayar Rp 3,3 juta untuk biaya konsultan. Ketiga, ada kesulitan dalam pengawasan karena tidak semua pemerintah daerah menyampaikan kepada Depdiknas.KPK juga menyatakan pencatatan aset kurang tertib sehingga berpotensi kerugian negara, serta ada potensi konflik kepentingan yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi.

http://www.surya.co.id/2010/01/16/dana-alokasi-khusus-bidang-pendidikan-penyimpangan-rp-22-t.html

Menu Daging Anjing Marak di Thailand

Menu daging anjing panggang marak ditemui di gerai-gerai makanan pinggir jalan di Chiang Mai, sebuah provinsi yang terletak sekitar 560 kilometer utara Bangkok, menurut harian berbahasa Inggris Bangkok Post, Jumat (24/11/06).

Daging tersebut sangat populer selama musim dingin dari November hingga Febuari karena para konsumen daging anjing percaya bahwa daging anjing menghangatkan tubuh, menurut harian itu.Kebanyakan konsumen adalah pekerja kasar muda yang percaya bahwa daging anjing sangat bergizi, menurut Rattanaporn Norkhat, seorang penjual daging anjing pada Bangkok Post. Menurut dia, daging anjing hitam adalah daging yang paling populer dan ia menjual sekitar 10 kilogram setiap harinya.

Walaupun menjual daging anjing adalah legal, Rattanaporn berkata pada Bangkok Post bahwa toko-toko yang menjual daging anjing meletakkan vas keramik hitam di depan tokonya sebagai tanda bagi para penggemar daging anjing. Penjual yang lain berkata bahwa ia seringkali berbohong kepada konsumen dan berkata kepada mereka bahwa makanan itu terbuat dari daging sapi atau daging lainnya karena ia takut pembeli tidak ingin makan daging anjing. Daging anjing juga populer di sebelah timur laut Thailand dan Vietnam utara.

Rabu, 13 Januari 2010

Ancaman Mikroba pada Ayam Bangkai

PADA bulan puasa ini banyak diberitakan tentang peredaran sejumlah daging sapi glonggongan maupun ayam tiren (ayam mati kemaren) alias ayam bangkai. Keduanya dijual secara luas di pasar-pasar tradisional, termasuk di Semarang dan sekitarnya.

Banyak ibu rumah tangga yang merasa cemas dengan banyaknya ayam bangkai yang beredar di pasaran. Harganya relatif lebih murah dibandingkan ayam potong. Namun, ayam bangkai yang umumnya berasal dari ayam mati lemas selama pengangkutan maupun ayam mati karena sakit, telah mempunyai konsumen tersendiri.

Sayangnya, tidak semua orang mudah mengenalinya, karena para pedagang telah pandai memolesnya menggunakan kunir, sehingga tidak jarang para ibu rumah tangga tertipu. Sebenarnya dengan pengamatan yang cermat, mudah dibedakan antara ayam potong dan asam bangkai.

Perbedaan antara lain terlihat pada kecepatan proses kematiannya. Pada ayam potong, proses ini berjalan dengan cepat, karena segera mati dengan penyembelihan. Pada kematian yang cepat karena proses pemotongan, kandungan glikogen, cadangan energi di dalam tubuh ayam, masih terdapat dalam jumlah cukup besar.

Sedangkan pada ayam bangkai, atau ayam yang tak dipotong, proses kematiannya berlangsung secara berangsur-angsur, lambat dan melelahkan, sehingga menghabiskan cadangan energi. Kematian yang berangsur-angsur ini terjadi pada ayam sakit atau yang mati kepanasan dan kelaparan selama pengangkutan dari luar kota.

Dapat dipastikan, dalam satu mobil pengangkut ayam yang jumlahnya ratusan, ada beberapa belas bahkan beberapa puluh yang telah menjadi bangkai karena mati lemas.
Glikogen diperlukan untuk menghasilkan asam laktat dalam daging, sehingga memungkinkan dicapai kondisi keasaman tertentu. Pada kondisi tersebut, terjadilah reaksi biokimiawi untuk menghasilkan aroma, warna dan tekstur yang baik.

Kondisi ini juga sekaligus memperlambat proses pembusukan. Pada ayam bangkai, reaksi itu tidak terjadi. Karena itulah, ayam bangkai akan lebih cepat membusuk dibandingkan ayam segar yang dipotong.

Ancaman Mikroba

Ada sebagian orang yang tidak terlalu memasalahkan, apakah ayam yang dikonsumsi berasal dari ayam potong atau bangkai, asal belum membusuk. Apalagi jika telah dihidangkan dalam mi ayam atau diolah jadi ayam goreng disertai lalapan yang menggugah selera.

Tragisnya, bahkan ada yang lebih memilih ayam bangkai, karena harganya jauh lebih murah. Dari aspek kesehatan masyarakat, ancaman berasal dari mikroba yang patogen atau ganas, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Mikroba penyebab infeksi yang sering mengancam antara lain adalah Salmonella, Shigella dan Streptococcus, yang sering mengakibatkan penyakit perut. Sedangkan mikroba penyebab keracunan yang sering mengancam antara lain Staphylococcus dan Clostridium. Ini berkaitan erat dengan darah ayam tadi.

Pada ayam yang dipotong dalam keadaan hidup dan sehat, sebagian besar darahnya dapat dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan ayam bangkai atau yang mati lemas, darah sama sekali tidak dapat keluar dari tubuhnya. Bahkan darah tersebut tidak dapat dipisahkan sama sekali dari tubuhnya. Hal ini juga yang menimbulkan bau anyir, penampakan yang kurang menarik serta cepat membusuk.

Darah merupakan alat transportasi dalam tubuh yang membawa berbagai macam senyawa hasil buangan tubuh, obat-obat, dan racun yang termakan oleh ayam.
Tidak ketinggalan tentu saja berbagai bibit penyakit. Penyakit yang dapat ditularkan melalui darah atau daging hewan, antara lain brucellosis, listeriosis, tuberkulosis, infeksi usus, dan sebagainya.

Memilih

Memang tidak mudah untuk memilih dan membedakan, antara ayam potong dan bangkai, terutama setelah berupa ayam goreng, apalagi sate ayam, mie ayam atau sop ayam. Karenanya, memilih dan membedakan lebih tepat sebelum diolah.

Membedakan ayam potong segar dan bangkai, ada cara yang praktis. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: a) adanya lendir kental di bagian dalam rongga badannya; b) terdapat gumpalan darah, adanya pembengkakan, warna kebiruan pada daging dan kulitnya, serta warna pucat dan kurus abnormal; c) ayam potong segar menunjukkan aroma khas, sedangkan ayam bangkai berbau kurang enak. Apabila Anda merasa sulit membedakannya, lebih baik membelinya di pusat-pusat penjualan yang telah dipercaya, daripada menanggung risiko mengkonsumsi ayam bangkai. (32)

_Prof Dr dr Anies MKes PKK, guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Undip, dan pakar kedokteran keluarga.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/09/13/30493/Ancaman.Mikroba.pada.Ayam.Bangkai

Waspadai Pencemaran Daging Haram di Jogja

Kata Kanjeng Nabi SAW. : “Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka api nerakalah baginya!” (na’udzubillaahi min dzaalika!). Nampaknya sulit dimengerti bahwa di wilayah negara yang mayoritas (85%) penduduknya beragama Islam ini, penjualan daging haram bisa berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. Apabila ditelusur, ternyata ada 6 macam pencemaran daging haram di sekitar kita. Mari kita telusur satu persatu.

1. Daging sapi yang dioplos (dicampur) daging babi.
Harian Kedaulatan Rakyat (KR) tanggal 3 dan 4 Maret 2008 memberitakan bahwa terdapat indikasi kuat bahwa daging celeng (babi hutan) mulai diedarkan di wilayah DIY dan sekitarnya. Sesungguhnya sudah cukup lama kasus ini terjadi. Namun alhamdulillah, pada akhirnya ang-gota DPRD Kota Yogyakarta bereaksi. Pencemaran daging sapi oleh daging babi ditengarai banyak terjadi di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta. Dalam masakan, pencemaran daging terjadi terutama pada bakso, bakmi, siomay, dll.
Mengapa daging babi ini dioplos ke dalam daging sapi tentu ada sebabnya. Saat ini, harga daging sapi nyaris tidak terkejar, yaitu antara Rp 50.000,- hingga 55.000,-. Sebaliknya, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh daging babi di pasar-pasar tradisional (seperti di Pasar Patuk, Pasar Kranggan, Pasar Beringharjo, Pasar Demangan, Pasar Sentul, dll.) dengan harga yang sangat murah, yaitu ha-nya berkisar Rp 13.000,- hingga 17.000,- (tergantung kualitasnya).

2. Penggilingan daging sapi yang bercam-pur daging babi.
Pedagang bakso di Yogyakarta sangat banyak, namun ternyata pedagang yang memiliki alat penggilingan daging sendiri sangatlah sedikit. Bila dihitung, barangkali hanya sekitar 3-5 % pedagang yang memiliki alat penggilingan sendiri.
Hasil survei menunjukkan bahwa di Yogyakarta banyak jasa penggilingan daging sapi yang ‘tidak menolak’ meng-giling daging babi. Barangkali istilah yang lebih tepat untuk hal ini adalah di Yogyakarta ada banyak penggilingan daging sapi campur daging babi. Banyak informan melaporkan bahwa penggilingan daging di Pasar Kranggan, Pasar Patuk, dan Pasar Beringharjo tidak menolak menggiling daging babi.

3. Daging (sapi dan ayam) bangkai
Di Yogyakarta, ternyata peredaran daging bangkai ini telah berjalan cukup lama dan rapi. Sebenarnya peraturan yang melarang peredaran daging bangkai ini telah jelas, namun entah mengapa penegak hukum enggan menegakkan hukum.

a. Daging sapi bangkai
Daging sapi bangkai banyak disuplai dari daerah Segoroyoso, Pleret, Bantul dan sekitarnya. Desa Segoroyoso ini termasuk daerah penyuplai daging terbesar di Kab. Bantul. Alhamdulillah, sebagian besar jagal (tukang penyembelih hewan) beragama Islam dan ikut dalam persatuan jagal dan selalu hadir dalam pembinaan (pengajian, dll.). Sayangnya, ada beberapa jagal yang tidak pernah mau menjadi anggota dan ikut pembinaan. Nah, dari kelompok kecil inilah nama baik Segoroyoso tercemar. Sekelompok kecil ini sering menampung sapi yang telah sekarat (terutama yang hampir mati karena sakit/kena penyakit) dan sapi yang telah mati.
Umumnya, harga bangkai sapi ini sangatlah murah. Apabila harga sapi sehat dewasa bisa mencapai Rp 7 juta, maka harga sapi bangkai ini hanya berkisar Rp 1,5 hingga Rp 2 juta saja. Harga sapi yang sekarat (hampir mati) dapat sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta saja.
Menurut sumber yang dapat dipercaya (seorang pedagang daging sapi bersertifikasi halal), daging sapi bangkai juga dipasarkan di suatu tempat di los daging sapi di Pasar Kranggan Yogyakarta. Menurut beliau, harga daging sapi bangkai ini hanya berkisar Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- saja, padahal harga daging sapi normalnya bisa mencapai Rp 51.000,- hingga Rp 55.000,-. Bayangkan berapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pedagang nakal ini.
Ciri-ciri yang membedakan daging sapi bangkai dengan daging sapi segar (normal) adalah sbb.:
  1. Warna daging merah gelap, lebih gelap dari warna daging sapi segar.
  2. Bau daging sapi bangkai ini tidak segar, bahkan semakin lama semakin apek dan bau busuk menyengat.
  3. Seringkali nampak pula bahwa di beberapa bagian daging seratnya mulai rusak dan seraabut dagingnya tidak lagi lentur lembut.

b. Daging ayam bangkai
Pasar Terban adalah salah satu pasar di Yogyakarta yang menyediakan daging ayam bangkai. Hal ini nampaknya telah lama menjadi rahasia umum di tengah-tengah masyarakat. Salah seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol. PP) di Kota Yogyakarta mengatakan bahwa operasi (sweeping) telah sering dilakukan dan pelaku telah teridentifikasi semuanya dengan jelas dan rinci. Namun, entah mengapa selalu saja para pelaku yang telah tertangkap ini kembali bebas (dilepas) tanpa sanksi hukum yang berarti. Ibaratnya hari ini ditangkap, lusa ‘pasti’ sudah bebas. Besoknya kena sweeping lagi, hari berikutnya sudah tersenyum-senyum jualan lagi. Mereka dengan ‘nyaman’ dapat selalu kembali mengulang-ulang perbuatan nistanya, meraih keuntungan besar tanpa memperdulikan nasib orang lain yang membeli daging bangkainya.
Nah, agar kita sebagai masyarakat awam tidak tertipu dan membeli daging haram, maka kita harus bisa mengenali bagaimana ciri-ciri daging ayam bangkai ini, yaitu :
  1. Apabila harga daging bangkai ayam kampung berkisar antara Rp 35.000,- hingga Rp 40.000,- maka harga daging ayam kampung bangkai ini hanya berkisar Rp 25.000. Apabila orang pintar menawar, ada kalanya daging bangkai ini bisa diperoleh dengan harga hanya Rp 15.000,- Semakin siang harga daging bangkai ini akan semakin murah. Tebak, mengapa?
    Hati-hati bila membeli ayam goreng atau ayam panggang. Bila normalnya harga ayam (kampung) panggang utuh bisa mencapai Rp 45.000,- hingga Rp 55.000,- maka harga ayam bangkai goreng/panggang ini hanya berkisar Rp 25.000,- hingga Rp 35.000,- (utuh). Sungguh harga yang sangat murah.

  2. Bau tidak sedap. Apabila ayam tidak disembelih, tentu darah tidak akan keluar. Darah ini adalah media hidup yang sangat baik bagi bakteri pembusuk. Oleh karenanya, semakin lama daging ini dibiarkan di tempat terbuka, maka akan semakin banyak bagian daging yang dibusukkan. Akibatnya, semakin lama, aromanya akan semakin busuk.

  3. Lihat bekas sembelihan di leher. Ayam bangkai adalah ayam yang matinya bukan karena disembelih. Ayam mati dan menjadi bangkai tentu ada sebabnya. Apabila matinya karena penyakit, maka dapat saja penyakit ini menular pada orang yang memakan daging bangkai ini. Oleh karena tidak disembelih, maka tentunya tidak ada bekas sembelihan di leher. Oleh karena itu, sebelum dijual, seringkali pedagangnya menyingkirkan lehernya.
    Pedagang tentu tidak bodoh. Sering kali untuk menghilangkan kesan ayam bangkai, ayam ini disembelih setelah mati. Sebenarnya, untuk membedakan apakah ayam disembelih sebelum atau setelah mati tidaklah sulit. Apabila ayam masih hidup lalu disembelih, maka bekas sobekan di leher tentu akan cukup besar. Namun, apabila penyembelihan dilakukan setelah mati, maka sobekan di leher sangatlah rapi, mirip kertas yang digunting, sangat rapi. Mengapa? Yah, tentu karena jaringan tubuh ayam bangkai sudah mati, sehingga tidak ada perlawanan ketika disembelih.

  4. Warnanya dagingnya merah gelap. Di beberapa bagian tubuh, terutama di lipatan paha dan lipatan di bawah sayap, terdapat warna merah gelap. Hal ini disebabkan karena darah terjebak di jaringan daging atau di bawah kulit dan tidak dapat keluar.

  5. Pencet dagingnya. Karena darah tidak keluar, maka manakala dagingnya dipencet, maka bagian yang dipencet akan (sangat) lambat kembali ke bentuk semula. Hal ini diduga karena daging lengket di dalam karena pengaruh darah yang tidak keluar.
Meski demikian, tidak semua pedagang daging ayam di Pasar Terban nakal. Sebut saja namanya Pak Tulus. Saat ini, beliau adalah satu-satunya pemilik rumah potong ayam (jasa pemotongan ayam) di Pasar Terban yang telah memiliki Sertifikat Halal. Sebagaimana nama indah yang diberikan oleh kedua orang tuanya, bapak pengurus takmir Musholla Pasar Terban ini secara tulus ikhlas rela tidak meraup keuntungan besar dengan menjual daging ayam bangkai. Beliau istiqomah hanya menjual daging ayam halal.

4. Daging sapi gelonggong
Sapi gelonggong adalah sapi yang sebelum disembelih disiksa dengan dipaksa minum yang teramat banyak (berlebihan) dengan harapan agar air tersebut mengisi jaringan tubuh dan menambah berat daging ketika dijual.
Cara memaksa sapi ini agar mau minum sungguh luar biasa tiada berperikemanusiaan. Ke dalam mulut sapi tersebut dimasukkan selang yang memanjang hingga masuk ke dalam perutnya. Selang tersebut dihubungkan dengan tower air setinggi kurang lebih 10-15 m sehingga air dapat masuk ke perut sapi dengan deras.
Umumnya pengelonggongan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama, sapi dipaksa minum hingga kepayahan dan tidak lagi kuat berdiri. Setelah beberapa saat, sapi diguyur dengan air agar segar dan kembali. Ada kalanya, agar mau berdiri, sapi akan menerima sedikit siksaan pukulan. Tahap kedua, selang kembali dimasukkan ke lambung sapi dan air kembali dipaksa masuk hingga sapi kepayahan dan tidak kuat berdiri lagi. Pada tahap ini, seringkali sapi urinasi tidak terkendali. Pada tahap ketiga, sapi dipaksa minum lagi, namun kali ini dalam keadaan terbaring kepayahan sekarat hampir mati.
Oleh karena penggelonggongan dilakukan semacam itu, maka tentu ulama mengharamkan daging sapi gelonggong. Ada kalanya, sapi digelonggong hingga mati. Nah, untuk membedakan daging sapi yang sehat, ciri-ciri umum daging sapi gelonggong adalah sbb.:

  1. Apabila digantung, maka akan selalu menetes air dari permukaan daging.

  2. Apabila diletakkan di atas meja, maka segera akan menggenang air di sekitar daging.

  3. Umumnya, harga daging sapi gelonggong cukup murah, bisa selisih 10 – 15 ribu dari daging sapi normal.

  4. Oleh karena sebelum disembelih sapi digelonggong terlebih dahulu, maka air akan mengisi sel dan jaringan tubuh sapi. Seringkali hal ini diikuti dengan pecahnya sel karena penuh berisi air (isotonis). Akibatnya, daging akan cepat rusak dan bau busuk. Apabila normalnya daging mampu bertahan hingga 10 – 14 jam di suhu kamar, maka daging sapi gelonggong ini hanya mampu bertahan hingga 5 – 7 jam sebelum akhirnya mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
5. Daging haram impor.
Warning atas sapi impor khususnya diberikan kepada daging (sapi) yang berasal dari Swiss, Perancis, (serta Australia dan Selandia Baru). Warning juga diberikan pada dan paha ayam (Chicken Leg Quarter) impor dari Amerika.
Warning atas daging sapi asal Swiss dan Perancis diberikan karena di kedua negara tersebut, Syari’at Islam (Halal) dan Syari’at Yahudi tentang penyembelihan (Kosher) tidak boleh diterapkan. Di kedua negara tersebut, sapi tidak disembelih melainkan ditusuk jantungnya dengan pisau panjang. Nah, karena tidak disembelih, maka ulama memfatwakan bahwa daging sapi yang berasal dari kedua negara tersebut dihukumi haram.
Kasus di Australia dan Selandia Baru (New Zealand) sedikit berbeda. Kalau di kedua negara ini justeru kebanyakan daging sudah halal, karena disembelih oleh orang Islam menurut Syari’at Islam dan ada petugas yang mengawasi hingga potongan daging masuk ke dalam box daging berlabel halal. Oleh karenanya, sebagian besar daging anggota Meat Board Association di Australia telah mendapatkan Sertifikat Halal oleh Australian Government Authority (mis.: Western Australia Authority, Northern Australia Authority, dll.). Akan tetapi, karena jeroan tidak dimakan manusia (biasanya untuk pet food atau pakan binatang kesayangan), maka seringkali jeroan sapi halal ini bercampur dengan produk non-halal, sehingga konsumen harus ekstra waspada.
Kasus Chicken Leg Quarter (CLQ) dari Amerika juga sedikit berbeda. Beberapa saat yang lalu, kasus ini cukup ramai dibicarakan masyarakat. Meskipun harganya sangat murah, CLQ Amerika ini ditolak masuk ke Indonesia atas alasan di luar harga (barrier non-tariff), yaitu karena diduga tidak halal. Mengapa demikian? Hal ini karena pada awalnya CLQ ini direncanakan dipasarkan di negara-negara non-Muslim yang tidak memerlukan syari’at penyembelihan secara Islam (dengan disembelih sempurna). Namun, karena tidak laku, maka kemudian CLQ tersebut digeser ke Indonesia, sebuah negara yang konon masyarakatnya banyak yang tidak memperdulikan kualitas (yang penting murah). Pada akhirnya, CLQ tersebut gagal masuk secara legal. Meski demikian, ada dugaan bahwa akhirnya CLQ tetap bisa masuk secara ilegal (diselundupkan).

6. Daging hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i (tidak menurut Syari’at Islam).

Syari’at Islam menuntunkan bahwa untuk memperoleh daging yang halal, hewan harus disembelih menurut syari’at, yaitu :

  1. Penyembelihan dilakukan dengan pisau yang sangat tajam dan memutus 3 saluran, yaitu : saluran nafas, saluran pembuluh makanan, dan saluran pembuluh darah (arteri karotis dan vena jugularis).

  2. Sumsum tulang belakang (pada leher) tidak diputus, tidak dibului, tidak dikuliti, tidak dipotong kakinya hingga hewan benarbenar telah mati.
Penyimpangan pertama yang kerap kali terjadi adalah seringkali jagal tidak membaca Basmallah ketika menyembelih. Kasus ini sesungguhnya hanyalah kasus minor karena Nabi SAW. telah memberi-kan solusi. Kata Nabi, bacalah Basmallah, kemudian makanlah (hadits shoheh).

Kasus (penyimpangan) yang mayor adalah kerapkali ditemukan sobekan bekas sembelihan di leher sangatlah kecil, sehingga diyakini tidak akan mampu memutus 3 saluran pada leher bagian depan. Maka apabila ketiga saluran belum terputus sempurna, maka diyakini bahwa darah tidak akan sempurna dipompa keluar tubuh. Akibatnya, darah masih banyak tertahan di dalam tubuh (mencemari daging) dan dapat dipakai sebagai media hidup yang sangat nyaman bagi bakteri pembusuk. Efek lain adalah daging menjadi tidak awet, lekas berbau busuk, dan pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Di Yogyakarta, daging haram sema-cam ini banyak diketemukan dicemarkan pada masakan gudeg, sate, fried chicken (ayam goreng), nasi liwet, dll.

Pencemaran daging haram pada masakan di Yogyakarta nampaknya telah berlangsung sedemikian lama dan ‘barangkali’ telah juga masuk ke dalam tubuh kita. Padahal, kata Nabi SAW., doa kita tidak akan didengar oleh Allah dan hidup kita tidak barokah bila kita sering mengkonsumsi produk haram.

Oleh karena itu, marilah kita lebih berhati-hati pada saat berbelanja dan memilih makanan. Sebagaimana Sabda Kanjeng Rasul SAW.: “Kehati-hatian kita dan keseriusan kita untuk memilih yang lebih halal, maka itu adalah bagian dari jihad kita”.


Nanung Danar Dono, S.Pt., MP.
Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI DIY

Mbah Modin Gagal Merampok Bu Haji

Keberanian Hj Siti Zulifah, 60, warga Dusun Mlilir, Desa/Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, berakhir di rumah sakit. Istri H Muhtadi, 70, ini luka parah setelah duel satu lawan satu melawan perampok bersenjatakan parang, Selasa (12/1) sekitar subuh.

Sang perampok ternyata adalah Mbah Modin, Selamet Rifai, 75. Pria berusia senja ini tidak lain adalah tetangga Bu Haji sendiri. Karena postur tubuh Bu Haji yang lebih besar dan gemuk, perempuan ini sempat memenangkan duel. Meski begitu, Rifai yang tepergok hendak merampok rumah besar itu berhasil menumbangkan korban dengan membacoknya dengan parang di bagian kepala dan punggung.

Muhtadi adalah orang yang pertama kali melihat istrinya bersimbah darah di lantai kamar, saat dia pulang dari salat Subuh berjamaah. “Istri saya hanya bisa mengaduh dan bergumam, Mbah Modin… Mbah Modin… Semua dilakukan Mbah Modin,” kata Muhtadi menirukan istrinya.

Namun pelaku rupanya mempunyai bakat jadi pemain sandiwara. Ketika orang ramai berdatangan ke rumah korban karena tersiar kabar ada perampokan, pelaku berganti baju, kemudian ikut datang ke rumah korban, seolah tak terjadi apa-apa.Muhtadi yang masih terngiang dengan ucapan istrinya yang menyebut nama Rifai, langsung menangkapnya. Sempat terjadi perselisihan karena pelaku bersikeras dengan alibi ikut jamaah subuh. Tetapi ketika polisi datang, dia dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

Saat ditemui di Polsek Purwoasri, Mbah Rifai enggan memberikan keterangan. Bahkan hingga Selasa siang, polisi juga gagal mengungkap kejujuran Mbah Modin. Pria lanjut usia ini ini berlagak pikun. Begitu pula ketika ditanya tentang dua lukanya di bagian kepala atas dan belakang, dan satu luka persis di bawah telinga kiri, dia mengaku tak tahu. Luka itu diduga didapat ketika berduel melawan Bu Haji.Tetapi, kakek ini baru mengaku setelah beberapa barang bukti termasuk parang, sarung, dan surban miliknya penuh darah ditemukan.Polisi menduga motif pelaku adalah perampokan. Semula ada dugaan karena utang piutang, karena tersangka punya utang kepada korban

http://www.surya.co.id/2010/01/13/mbah-modin-gagal-merampok-bu-haji.html

Pasutri Pencuri Pisang, Belum Diadili Ditahan 3 Bulan

Pasangan suami istri (pasutri) muda, Supriyono, 19, dan Sulastri, 19, tak mengira karena mencuri setandan pisang mengantarkan keduanya ke sel tahanan. Mereka harus mendekam tiga bulan di sel tahanan sementara menunggu kasusnya disidangkan di pengadilan.

Kesengsaraan pasutri ini masih akan bertambah, karena hakim belum menjatuhkan vonis. Sidang dengan pembacaan dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Arif Suhermanto baru digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Selasa (12/1) dipimpin oleh hakim tunggal I Wayan Sukanila. “Kedua terdakwa diancam hukuman pidana penjara tujuh tahun,” tegas Arif Suhermanto.

Pencurian tersebut terjadi pada 19 Oktober 2009. Saat itu, Supriyono dan istrinya berboncengan mengendarai sepeda motor Supra nopol S 2679 CE berusaha ke sana-kemari mencari pinjaman uang guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Keduanya sama-sama menganggur setelah dipecat dari pekerjaanya. Sulastri sebelumnya bekerja sebagai pembantu di salah satu perusahaan sarang burung walet dan suaminya Supriyono menjadi tukang kebun di salah satu universitas swasta di Bojonegoro.

Sayang upayanya gagal, sehingga mereka gelap mata dan nekat mencuri setandan pisang susu di sebuah kebun milik Maskun, warga Desa Pacul, Kecamatan Kota. Tapi nahas, ketika hendak pergi dari kebun tersebut dengan maksud menjual pisang susu hasil curiannya, dipergoki warga. Mereka akhirnya berurusan dengan polisi.

Dalam sidang yang berlangsung selama 10 menit kemarin, Supriyono dan istrinya hanya bisa merunduk mendengar pembacaan dakwaan. Sebelum sidang ditutup hakim sempat menawarkan hak terdakwa, di antaranya untuk didampingi penasihat hukum. “Kami orang tidak mampu Pak, jadi tidak punya uang untuk menyewa penasihat hukum,” jawab Supriyono kepada hakim.

Jika di Bojonegoro pencuri pisang diancam hukuman 7 tahun penjara, di Situbondo terdakwa pelaku pembunuhan berencana hanya divonis 5 tahun penjara oleh PN setempat. Terdakwa Baihaki, 20, yang terbukti bersalah membunuh Abdurrahman, 21, karena berebut pacar, dituntut 17 tahun penjara oleh JPU Wahyu Wasono dan Suryani.

Namun majelis hakim yang dipimpin Panji Santoso, bukan hanya memvonis ringan Baihaki, tetapi juga membebaskan teman Baihaki, Muhammad Jakfar, 20, yang disidang secara terpisah. Jakfar dituduh membantu dalam pembunuhan itu, karena dia mengantarkan Baihaki ke lokasi hingga bertemu korban.

Akibat vonis tersebut, keluarga korban yang ikut menyaksikan jalannya persidangan langsung memrotes putusan hakim. “Kakak saya meninggal dibunuh Pak, masak orang yang membunuh hanya dihukum 5 tahun,” teriak, Halimah, 20, salah seorang keponakan korban. Mereka mencurigai adanya permainan dalam putusan itu.

Atas putusan bebas terdakwa Muhmmad Jakfar dan vonis Baihaki itu, JPU Wahyu Wasono dan Suryani, langsung menyatakan kasasi. Namun Panji Santoso berpendapat, yang dilakukan terdakwa Baihaki adalah penganiayaan berat yang menyebabkan tewasnya korban, bukan pembunuhan berencana.

Unsur yang menguatkan pembunuhan berencana menurut JPU adalah, Baihaki sengaja mencegat korban sepulang dari nonton voli, padahal arah rumah korban dan terdakwa berlawanan. Korban dihabisi di jalan Desa Tanjung Pecinan.
http://www.surya.co.id/2010/01/13/pasutri-pencuri-pisang-belum-diadili-ditahan-3-bulan.html