Kamis, 04 Maret 2010
Kutil Kembali Menyerang Tangan Dede 'Manusia Pohon'
"Dia bilang mau istirahat dulu, capek pulang-pergi, kemungkinan bulan depan," kata Ketua Tim Penanganan Dede, Rachmat Dinata, saat dihubungi via telepon, Minggu malam (3/12/2010).
Rachmat mengatakan, dari informasi yang diterimanya dari keluarga Dede, kutil tersebut kembali menjalar di tangan Dede. Namun, Dede masih bisa melakukan aktivitas hariannya.
"Kalau yang ada di dada dan muka tidak kembali menjalar, hanya di tangan saja," terangnya.
Dede yang merupakan warga Kampung Bunder RT 1 RW 06 Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat itu, selama menjalani operasi pengangkatan diberikan fasilitas gratis oleh pihak rumah sakit.
"RSHS siap saja, gratis. Enggak dipungut biaya," tutur Rachmat.
Sesuai prosedur sebelum menjalani operasi, Dede akan diobservasi untuk persiapan langkah operasi. Rachmat mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi ketebalan kutil yang kembali menyerang tangan Dede.
Februari 2009, Dede menjalani operasi pengangkatan kutil yang kesembilan. Dalam operasi tersebut, tim dokter berhasil mengangkat 1,6 kg kutil yang bersarang di wajah, leher, dada, serta menipiskan kutil di kedua telapak tangan
"Tujuannya adalah mengurangi sisa-sisa kutil dan memperbaiki tangan agar berfungsi kembali," kata Ketua Tim Bedah dr Hardisiswo waktu itu. http://bandung.detik.com/read/2010/01/04/093416/1270957/486/kutil-kembali-menyerang-tangan-dede-manusia-pohon
Obat Made in Amerika Bahayakan Ginjal Dede
"Sudah dihentikan enam bulan lalu," kata Ketua Tim Penanganan Dede, Rachmat Dinata, saat dihubungi via telepon, Minggu malam (3/12/2010).
Rachmat mengatakan, obat yang dikonsumsi Dede dalam bentuk cairan tersebut diketahui berefek samping, setelah dikeluhkan sang pasien. "Enggak ada hasilnya. Yang ada malah efek samping. Dede ternyata tidak tahan dengan obat yang disuntikkan," papar Rachmat.
Obat tersebut memiliki efek samping yang berbahaya jika terus dikonsumsi Dede. "Fungsi ginjalnya menurun dan dihentikan karena berbahaya. Kutilnya tidak sembuh, ginjalnya jadi rusak," selorohnya.
Hingga saat ini, diakui Rachmat, belum ada obat khusus untuk mengobati virus yang menjalar di tubuh Dede. Kutil yang mudah menyebar tersebut disebabkan karena Dede memiliki cacat dalam perkembangan tubuhnya.
"Enggak ada obat khusus. Makan makanan bergizi dan bervitamin saja untuk menjaga daya tahan tubuhnya," katanya.
Bulan depan, tim dokter kembali akan melakukan operasi, karena kutil kembali menyerang tangan Dede. Sebelumnya, tim akan melakukan observasi untuk persiapan operasi.
Sebelumnya, Ahli Dermatologi dari Maryland, Amerika Serikat, Anthony Gaspari menjelaskan yang direkomendasikan untuk Dede mengandung Cito Megalo Virus (CMV) yang bisa membunuh human papiloma virus (HPV), virus kutil yang menyerang Dede.
Februari 2009, Dede menjalani operasi pengangkatan kutil yang kesembilan. Dalam operasi tersebut, tim dokter berhasil mengangkat 1,6 kg kutil yang bersarang di wajah, leher, dada, serta menipiskan kutil di kedua telapak tangan.
http://bandung.detik.com/read/2010/01/04/113417/1271098/486/obat-made-in-amerika-bahayakan-ginjal-dede
RSHS Konsultasi ke Gaspari via Internet
"Kalau dilibatkan dalam operasi kesepuluh nanti tidak, tapi kita masih suka konsultasi dengan beliau via internet. Kalau ada hal-hal baru menyangkut bagaimana cara penanganan Dede, beliau suka merekomendasikan," ujar Rachmat saat dihubungi via telepon, Minggu (24/1/2010).
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, dalam operasi kesepuluh nanti, Dede akan ditangani sebanyak 6 orang dokter. "Tim kita 6 orang, 3 dokter bedah plastik, 2 ortopedi, dan 1 anastesi. Masih tim dokter yang lama," kata Rachmat.
Dari keterangan Dede, Dede memang seharusnya dioperasi secara berkala selama 6 bulan sekali. "Harusnya memang 6 bulan sekali, kalau sudah merasa berat ditipiskan lagi, soalnya kan belum ada obatnya," terang Rachmat.
Sebelumnya diberitakan, sesuai prosedur sebelum menjalani operasi, Dede akan diobservasi untuk persiapan langkah operasi. Rachmat mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi ketebalan kutil yang kembali menyerang tangan Dede.
Februari 2009, Dede menjalani operasi pengangkatan kutil yang kesembilan. Dalam operasi tersebut, tim dokter berhasil mengangkat 1,6 kg kutil yang bersarang di wajah, leher, dada, serta menipiskan kutil di kedua telapak tangan
Tujuannya adalah mengurangi sisa-sisa kutil dan memperbaiki tangan agar berfungsi kembali. http://bandung.detik.com/read/2010/01/24/190500/1285031/486/rshs-konsultasi-ke-gaspari-via-internet
Dokter Tidak Beri Dede Obat Minum
Hal ini dituturkan Ketua Tim Penanganan Dede, dr. Rahmat Dinata, kepada wartawan di RSHS, Kamis (4/3/2010).
"Obat yang diberikan hanya salep Asam Salisilat 40 persen. Tujuan diberikan, agar pertumbuhan kulit tanduknya agar tidak terlalu cepat," jelas Rahmat.
Melihat kondisi demikian, tiga obat minum Acitretin, Cidovovir dan Viusid Powder praktis tidak diberikan lagi.
"Ketiganya menimbulkan efek samping pada ginjal Dede. Termasuk yang terakhir Viusid Powder yang merupakan obat herbal dari Spanyol," terang Rahmat.
http://bandung.detik.com/read/2010/03/04/151831/1311304/486/dokter-tidak-beri-dede-obat-minum
Sabtu, 20 Februari 2010
Ratusan Warga Baledono, PurworejoTerserang Chikungunya
Hasil pengamatan lapangan, sebagian besar warga di RT 1 dan 3 terserang penyakit dengan gejala badan terasa panas dingin dan sakit di persendian.
Padahal jumlah warga di RT 3 saja ada 90 kepala keluara (KK). Rata-rata setiap rumah terkena penyakit tersebut. Bahkan di RT 3, keluarga Ny Slamet terjangkiti semua. Jumlah jiwa di keluarga itu sebanyak enam orang. ’’Kalau setiap rumah dua orang saja yang kena berarti jumlahnya kan ratusan orang,’’ tutur seorang warga, kemarin.
Penduduk yang tinggal di sebelah rumah Samroh, Sartini (42), juga diserang penyakit serupa. Warga RT 1, Hesty (25), yang tempat tinggalnya berhadapan dengan rumah Samroh juga mengalami hal serupa. ’’Pulang dari pasar langsung sakit dan tidak bisa berjalan,’’ tutur warga.
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Ucok Sujarwo SH menyatakan, sebenarnya DKK sudah mengambil langkah antisipasi, yakni dengan pemberantasan sarang nyamuk. ’’Memang tidak ada pengasapan karena lokasinya merata,’’ katanya.
Menurut pendataan yang dilakukan petugas DKK, penderitanya tidak hanya di satu atau dua RT, tetapi hampir menyeluruh di Kelurahan Baledono. Tentang berapa jumlah penderitanya, menurut dia, komulatif. Sebab yang beberapa hari lalu terserang sudah sembuh, tetapi dikemudian hari ada warga yang diserang lagi. http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/06/93904/Ratusan-Orang-Terserang-Chikungunya
Ratusan Warga Kaligesing, PurworejoTerserang Chikungunya
Kepala Puskesmas Kecamatan Kaligesing H Mukidal PWH SKm yang dimintai konfirmasi di kantornya, Kamis (28/1), mengungkapkan, serangan mulai terjadi sejak pertengahan Desember 2009. ”Serangan pertama kali terjadi di Desa Kaligono, kemudian baru menyebar ke Kedunggubah dan Kaliharjo. Jumlahnya sampai sekarang sudah mencapai ratusan orang,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan epidemologi (PE) yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas, serangan chikungunya itu merupakan kasus impor dari luar daerah. Sebab, seorang penderita yang terdeteksi paling awal adalah warga yang baru saja pulang merantau dari Kalimantan. ”Kami juga menemukan satu kasus malaria. Penderitanya juga baru saja pulang merantau. Dari beberapa indikator itu, kami memprediksi kasus yang terjadi sekarang merupakan impor dari daerah lain,” katanya.
Bagiono (39), warga RT 3 RW 1 Dusun Kedungrejo, Desa Kaliharjo, mengaku juga terserang chikungunya. Gejala awal badannya panas sejak dua hari lalu, dan mulai kemarin dia tidak kuat bangun dari tempat tidur. ”Rasanya nyeri sekali di bagian persendian tulang,” katanya.
Hal yang sama dirasakan Legiyem (70). Warga Desa Kaliharjo itu juga terserang chikungunya. ”Tapi Alhamdulillah setelah disuntik berangsur enak. Sebelumnya lutut dan siku tangan ini sakit dan pegal-pegal,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes drg Dwitiya Suprijono mengungkapkan, kasus chikungunya di Kaligesing belum termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB). ”Jumlahnya ratusan itu karena akumulatif sejak Desember 2009,” katanya.
Dia menyebutkan, laporan kasus chikungunya yang masuk ke Dinkes, untuk Desa Kedunggubah 30 kasus, Kaligono 31 kasus, dan Kaliharjo 42 kasus. ”Untuk mengatasi hal itu, kami sudah mengadakan fogging dan pengobatan untuk semua penderita,” katanya.
Dwitiya menjelaskan, dalam pergantian cuaca seperti sekarang memang rentan serangan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/29/96974/Ratusan-Warga-Terserang-Chikungunya
Pekak Suspect Rabies di Sanglah
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium diketahui IWM meninggal bukan karena rabies, melainkan gangguan syarat yang menyerang simpul syaraf tulang belakang atau lebih dikenal dengan buelain barre. Penyakit ini pada fase tertentu menimbulkan gejala seperti pada pengidap rabies. Seperti demam, pusing dan mual.
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=143942
Senin, 08 Februari 2010
Susu Bubuk Melamin Muncul Lagi di China!
Dua produsen susu di wilayah Ningxia utara ditutup pada Sabtu, 6 Februari lalu karena menjual susu bubuk melamin. Kepolisian di Ningxia menemukan bahwa sebuah perusahaan di luar wilayah itu telah memberikan sekitar 170 ton susu bubuk melamin yang tersisa dari skandal 2008 kepada satu dari dua perusahaan yang ditutup itu. Pemberian berton-ton susu beracun itu sebagai pembayaran utang Juli 2009 lalu. Demikian diberitakan China Daily dan dilansir kantor berita AFP, Senin (8/2/2010).
Tidak jelas apakah perusahaan susu itu tahu kalau produk tersebut mengandung melamin. "Sebagai perusahaan kecil, perusahaan susu Tiantian tidak memiliki mesin untuk mengetes melamin," kata Zhao Shunming, Sekjen Asosiasi Industri Produk Susu Ningxia. "Mesin seperti itu bisa menelan biaya hingga 1 juta yuan. Namun pengemasan ulang produk yang mereka lakukan adalah ilegal," tandasnya.
Setidaknya enam bayi meninggal dan 300.000 anak lainnya jatuh sakit pada tahun 2008 setelah mengkonsumsi susu bermelamin. Melamin, zat kimia tersebut sengaja ditambahkan untuk memberikan kesan kandungan protein dalam susu tersebut lebih tinggi. Melamin adalah zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Melamin yang banyak digunakan dalam pembuatan perabot rumah tangga ini tergolong zat kimia karsinogenik (pencetus kanker). Bahayanya sama dengan bahan kimia lain seperti boraks dan formalin.http://www.detiknews.com/read/2010/02/08/152029/1295257/10/susu-bubuk-melamin-muncul-lagi-di-china
Kamis, 21 Januari 2010
Diserang Penyakit Aneh, Tubuh Umi Dikerubuti Ulat
Malang nian kisah hidup Umi. Bocah berusia 12 tahun itu menderita penyakit aneh. Tubuhnya, dari badan hingga leher dikerubuti ulat. Umi duduk di kelas IV SD. Dia tinggal di Desa Tarinding, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat.
Penyakit aneh ini mulai diderita Umi sejak dua tahun lalu. Awalnya, penyakit Umi hanya berupa luka bisul biasa. Mengira itu bisul biasa, tidak ada upaya dari keluarga Umi untuk merawat bisul itu secara medis. Lama-lama bisul itu melebar dan menjadi luka terbuka. Sampai akhirnya muncul ulat pada luka tersebut. Selama dua tahun tanpa penanganan medis yang intensif, ulat pada luka luar mulai masuk ke tubuh Umi. Kini tubuhnya pun penuh ulat.
Dikhawatirkan jika kondisi Umi tidak segera ditangani, ulat yang ada di tubuh Umi bisa naik ke kepalanya. Menurut Sumitro, kakak Umi, ulat-ulat itu tampak jelas bergerak-gerak dalam tubuh Umi. “Dengan dibantu Kepala Desa Tarinding, Umi dibawa ke rumah sakit ini, karena Umi juga sudah dibawa ke puskesmas dan berobat ke dukun, namun kondisinya justru memburuk,” kata Sumitro, Selasa (19/1).
Ketika dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Umi sempat menjalani operasi ringan. Namun hanya sebagian kecil ulat yang bisa dikeluarkan dari tubuhnya. Petugas medis di RSUD Mamuju menyatakan, penyakit Umi belum dapat ditangani secara optimal karena untuk mengeluarkan ulat dari tubuh Umi memerlukan ahli bedah yang tidak dimiliki RSUD itu.
Pihak RSUD Mamuju sendiri telah menyatakan tidak sanggup melakukan pengobatan terhadap Umi karena butuh penanganan medis yang lebih intensif atas penyakit yang dideritanya. “Dokter mengatakan, Umi harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), karena Umi butuh perawatan medis yang lebih intensif melalui operasi sementara kami tidak punya dana untuk itu,” kata Sumitro.
Jangankan ke Makassar, melanjutkan pengobatan di RSUD Mamuju pun keluarga Umi tidak memiliki cukup biaya. Mereka terpaksa pulang karena tidak sanggup menanggung biaya pengobatan dan perawatan. “Kami kehabisan dana untuk membiayai pengobatan Umi, dan juga biaya untuk hidup di rumah sakit ini sudah tidak ada lagi, sehingga Umi terpaksa harus kami pulangkan,” katanya. Bantuan Pemerintah Kabupaten Mamasa, wilayah asal Umi, sama sekali tidak ada. Tidak ada pilihan lain, Umi harus dibawa pulang meskipun kondisinya sudah sangat parah.
http://www.surya.co.id/2010/01/20/diserang-penyakit-aneh-tubuh-umi-dikerubuti-ulat.html
Senin, 18 Januari 2010
Yogya Waspadai Ayam "Tiren"
Ia mengatakan kasus di Kulon Progo itu sebenarnya sudah masuk wewenang Dinas Ketertiban (Dintib), karena daging ayam bangkai atau tiren dijual dalam wujud matang atau telah dimasak, sedangkan yang menjadi kewenangan Distan adalah jika daging tersebut dijual mentah. "Namun, untuk mengantisipasi kejadian seperti di Kulon Progo, kami akan melakukan pengetatan pengawasan daging ayam yang masih mentah yang dijual di pasar," katanya.
Menurut dia, pengetatan pengawasan itu dilakukan karena tidak ingin kejadian peredaran daging ayam tiren yang marak pada 2007 terulang. Pada 2007 perdagangan ayam tiren itu bahkan banyak ditemukan di Pasar Beringharjo Yogyakarta. "Pedagang yang menjual daging ayam tiren bukan pedagang yang sudah memiliki los daging di pasar, melainkan penjual di luar kompleks pasar yang bersifat sementara," katanya.
Ia mengatakan dalam pengawasan yang dilakukan, daging ayam yang dijual pedagang akan diambil sampel untuk diteliti di laboratorium diagnostik yang terletak di Bantul. Sampel daging ayam yang diambil tidak hanya diteliti apakah itu daging tiren, tetapi juga diperiksa apakah daging tersebut sudah mati lama dan diberi pengawet atau tidak.
Dalam razia yang telah dilakukan sebelumnya, menurut dia, mayoritas pedagang yang menjual ayam tiren selalu tidak bisa didata, karena mereka berpindah-pindah dan tidak memiliki los resmi. "Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan sebaiknya membeli daging di los-los penjualan daging. Harga daging yang terlalu murah juga perlu diwaspadai," katanya. http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/2105197/Yogya.Waspadai.Ayam..quot.Tiren.quot.
Rabu, 13 Januari 2010
Ancaman Mikroba pada Ayam Bangkai
Banyak ibu rumah tangga yang merasa cemas dengan banyaknya ayam bangkai yang beredar di pasaran. Harganya relatif lebih murah dibandingkan ayam potong. Namun, ayam bangkai yang umumnya berasal dari ayam mati lemas selama pengangkutan maupun ayam mati karena sakit, telah mempunyai konsumen tersendiri.
Sayangnya, tidak semua orang mudah mengenalinya, karena para pedagang telah pandai memolesnya menggunakan kunir, sehingga tidak jarang para ibu rumah tangga tertipu. Sebenarnya dengan pengamatan yang cermat, mudah dibedakan antara ayam potong dan asam bangkai.
Sedangkan pada ayam bangkai, atau ayam yang tak dipotong, proses kematiannya berlangsung secara berangsur-angsur, lambat dan melelahkan, sehingga menghabiskan cadangan energi. Kematian yang berangsur-angsur ini terjadi pada ayam sakit atau yang mati kepanasan dan kelaparan selama pengangkutan dari luar kota.
Dapat dipastikan, dalam satu mobil pengangkut ayam yang jumlahnya ratusan, ada beberapa belas bahkan beberapa puluh yang telah menjadi bangkai karena mati lemas.
Glikogen diperlukan untuk menghasilkan asam laktat dalam daging, sehingga memungkinkan dicapai kondisi keasaman tertentu. Pada kondisi tersebut, terjadilah reaksi biokimiawi untuk menghasilkan aroma, warna dan tekstur yang baik.
Kondisi ini juga sekaligus memperlambat proses pembusukan. Pada ayam bangkai, reaksi itu tidak terjadi. Karena itulah, ayam bangkai akan lebih cepat membusuk dibandingkan ayam segar yang dipotong.
Ancaman Mikroba
Ada sebagian orang yang tidak terlalu memasalahkan, apakah ayam yang dikonsumsi berasal dari ayam potong atau bangkai, asal belum membusuk. Apalagi jika telah dihidangkan dalam mi ayam atau diolah jadi ayam goreng disertai lalapan yang menggugah selera.
Tragisnya, bahkan ada yang lebih memilih ayam bangkai, karena harganya jauh lebih murah. Dari aspek kesehatan masyarakat, ancaman berasal dari mikroba yang patogen atau ganas, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.
Mikroba penyebab infeksi yang sering mengancam antara lain adalah Salmonella, Shigella dan Streptococcus, yang sering mengakibatkan penyakit perut. Sedangkan mikroba penyebab keracunan yang sering mengancam antara lain Staphylococcus dan Clostridium. Ini berkaitan erat dengan darah ayam tadi.
Pada ayam yang dipotong dalam keadaan hidup dan sehat, sebagian besar darahnya dapat dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan ayam bangkai atau yang mati lemas, darah sama sekali tidak dapat keluar dari tubuhnya. Bahkan darah tersebut tidak dapat dipisahkan sama sekali dari tubuhnya. Hal ini juga yang menimbulkan bau anyir, penampakan yang kurang menarik serta cepat membusuk.
Darah merupakan alat transportasi dalam tubuh yang membawa berbagai macam senyawa hasil buangan tubuh, obat-obat, dan racun yang termakan oleh ayam.
Tidak ketinggalan tentu saja berbagai bibit penyakit. Penyakit yang dapat ditularkan melalui darah atau daging hewan, antara lain brucellosis, listeriosis, tuberkulosis, infeksi usus, dan sebagainya.
Memilih
Memang tidak mudah untuk memilih dan membedakan, antara ayam potong dan bangkai, terutama setelah berupa ayam goreng, apalagi sate ayam, mie ayam atau sop ayam. Karenanya, memilih dan membedakan lebih tepat sebelum diolah.
Membedakan ayam potong segar dan bangkai, ada cara yang praktis. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: a) adanya lendir kental di bagian dalam rongga badannya; b) terdapat gumpalan darah, adanya pembengkakan, warna kebiruan pada daging dan kulitnya, serta warna pucat dan kurus abnormal; c) ayam potong segar menunjukkan aroma khas, sedangkan ayam bangkai berbau kurang enak. Apabila Anda merasa sulit membedakannya, lebih baik membelinya di pusat-pusat penjualan yang telah dipercaya, daripada menanggung risiko mengkonsumsi ayam bangkai. (32)
_Prof Dr dr Anies MKes PKK, guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Undip, dan pakar kedokteran keluarga.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/09/13/30493/Ancaman.Mikroba.pada.Ayam.Bangkai
Waspadai Pencemaran Daging Haram di Jogja
Kata Kanjeng Nabi SAW. : “Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka api nerakalah baginya!” (na’udzubillaahi min dzaalika!). Nampaknya sulit dimengerti bahwa di wilayah negara yang mayoritas (85%) penduduknya beragama Islam ini, penjualan daging haram bisa berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. Apabila ditelusur, ternyata ada 6 macam pencemaran daging haram di sekitar kita. Mari kita telusur satu persatu.1. Daging sapi yang dioplos (dicampur) daging babi.
Harian Kedaulatan Rakyat (KR) tanggal 3 dan 4 Maret 2008 memberitakan bahwa terdapat indikasi kuat bahwa daging celeng (babi hutan) mulai diedarkan di wilayah DIY dan sekitarnya. Sesungguhnya sudah cukup lama kasus ini terjadi. Namun alhamdulillah, pada akhirnya ang-gota DPRD Kota Yogyakarta bereaksi. Pencemaran daging sapi oleh daging babi ditengarai banyak terjadi di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta. Dalam masakan, pencemaran daging terjadi terutama pada bakso, bakmi, siomay, dll.
Mengapa daging babi ini dioplos ke dalam daging sapi tentu ada sebabnya. Saat ini, harga daging sapi nyaris tidak terkejar, yaitu antara Rp 50.000,- hingga 55.000,-. Sebaliknya, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh daging babi di pasar-pasar tradisional (seperti di Pasar Patuk, Pasar Kranggan, Pasar Beringharjo, Pasar Demangan, Pasar Sentul, dll.) dengan harga yang sangat murah, yaitu ha-nya berkisar Rp 13.000,- hingga 17.000,- (tergantung kualitasnya).
2. Penggilingan daging sapi yang bercam-pur daging babi.
Pedagang bakso di Yogyakarta sangat banyak, namun ternyata pedagang yang memiliki alat penggilingan daging sendiri sangatlah sedikit. Bila dihitung, barangkali hanya sekitar 3-5 % pedagang yang memiliki alat penggilingan sendiri.
Hasil survei menunjukkan bahwa di Yogyakarta banyak jasa penggilingan daging sapi yang ‘tidak menolak’ meng-giling daging babi. Barangkali istilah yang lebih tepat untuk hal ini adalah di Yogyakarta ada banyak penggilingan daging sapi campur daging babi. Banyak informan melaporkan bahwa penggilingan daging di Pasar Kranggan, Pasar Patuk, dan Pasar Beringharjo tidak menolak menggiling daging babi.
3. Daging (sapi dan ayam) bangkai
Di Yogyakarta, ternyata peredaran daging bangkai ini telah berjalan cukup lama dan rapi. Sebenarnya peraturan yang melarang peredaran daging bangkai ini telah jelas, namun entah mengapa penegak hukum enggan menegakkan hukum.
a. Daging sapi bangkai
Daging sapi bangkai banyak disuplai dari daerah Segoroyoso, Pleret, Bantul dan sekitarnya. Desa Segoroyoso ini termasuk daerah penyuplai daging terbesar di Kab. Bantul. Alhamdulillah, sebagian besar jagal (tukang penyembelih hewan) beragama Islam dan ikut dalam persatuan jagal dan selalu hadir dalam pembinaan (pengajian, dll.). Sayangnya, ada beberapa jagal yang tidak pernah mau menjadi anggota dan ikut pembinaan. Nah, dari kelompok kecil inilah nama baik Segoroyoso tercemar. Sekelompok kecil ini sering menampung sapi yang telah sekarat (terutama yang hampir mati karena sakit/kena penyakit) dan sapi yang telah mati.
Umumnya, harga bangkai sapi ini sangatlah murah. Apabila harga sapi sehat dewasa bisa mencapai Rp 7 juta, maka harga sapi bangkai ini hanya berkisar Rp 1,5 hingga Rp 2 juta saja. Harga sapi yang sekarat (hampir mati) dapat sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta saja.
Menurut sumber yang dapat dipercaya (seorang pedagang daging sapi bersertifikasi halal), daging sapi bangkai juga dipasarkan di suatu tempat di los daging sapi di Pasar Kranggan Yogyakarta. Menurut beliau, harga daging sapi bangkai ini hanya berkisar Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- saja, padahal harga daging sapi normalnya bisa mencapai Rp 51.000,- hingga Rp 55.000,-. Bayangkan berapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pedagang nakal ini.
Ciri-ciri yang membedakan daging sapi bangkai dengan daging sapi segar (normal) adalah sbb.:
- Warna daging merah gelap, lebih gelap dari warna daging sapi segar.
- Bau daging sapi bangkai ini tidak segar, bahkan semakin lama semakin apek dan bau busuk menyengat.
- Seringkali nampak pula bahwa di beberapa bagian daging seratnya mulai rusak dan seraabut dagingnya tidak lagi lentur lembut.
b. Daging ayam bangkai
Pasar Terban adalah salah satu pasar di Yogyakarta yang menyediakan daging ayam bangkai. Hal ini nampaknya telah lama menjadi rahasia umum di tengah-tengah masyarakat. Salah seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol. PP) di Kota Yogyakarta mengatakan bahwa operasi (sweeping) telah sering dilakukan dan pelaku telah teridentifikasi semuanya dengan jelas dan rinci. Namun, entah mengapa selalu saja para pelaku yang telah tertangkap ini kembali bebas (dilepas) tanpa sanksi hukum yang berarti. Ibaratnya hari ini ditangkap, lusa ‘pasti’ sudah bebas. Besoknya kena sweeping lagi, hari berikutnya sudah tersenyum-senyum jualan lagi. Mereka dengan ‘nyaman’ dapat selalu kembali mengulang-ulang perbuatan nistanya, meraih keuntungan besar tanpa memperdulikan nasib orang lain yang membeli daging bangkainya.
Nah, agar kita sebagai masyarakat awam tidak tertipu dan membeli daging haram, maka kita harus bisa mengenali bagaimana ciri-ciri daging ayam bangkai ini, yaitu :
- Apabila harga daging bangkai ayam kampung berkisar antara Rp 35.000,- hingga Rp 40.000,- maka harga daging ayam kampung bangkai ini hanya berkisar Rp 25.000. Apabila orang pintar menawar, ada kalanya daging bangkai ini bisa diperoleh dengan harga hanya Rp 15.000,- Semakin siang harga daging bangkai ini akan semakin murah. Tebak, mengapa?
Hati-hati bila membeli ayam goreng atau ayam panggang. Bila normalnya harga ayam (kampung) panggang utuh bisa mencapai Rp 45.000,- hingga Rp 55.000,- maka harga ayam bangkai goreng/panggang ini hanya berkisar Rp 25.000,- hingga Rp 35.000,- (utuh). Sungguh harga yang sangat murah. - Bau tidak sedap. Apabila ayam tidak disembelih, tentu darah tidak akan keluar. Darah ini adalah media hidup yang sangat baik bagi bakteri pembusuk. Oleh karenanya, semakin lama daging ini dibiarkan di tempat terbuka, maka akan semakin banyak bagian daging yang dibusukkan. Akibatnya, semakin lama, aromanya akan semakin busuk.
- Lihat bekas sembelihan di leher. Ayam bangkai adalah ayam yang matinya bukan karena disembelih. Ayam mati dan menjadi bangkai tentu ada sebabnya. Apabila matinya karena penyakit, maka dapat saja penyakit ini menular pada orang yang memakan daging bangkai ini. Oleh karena tidak disembelih, maka tentunya tidak ada bekas sembelihan di leher. Oleh karena itu, sebelum dijual, seringkali pedagangnya menyingkirkan lehernya.
Pedagang tentu tidak bodoh. Sering kali untuk menghilangkan kesan ayam bangkai, ayam ini disembelih setelah mati. Sebenarnya, untuk membedakan apakah ayam disembelih sebelum atau setelah mati tidaklah sulit. Apabila ayam masih hidup lalu disembelih, maka bekas sobekan di leher tentu akan cukup besar. Namun, apabila penyembelihan dilakukan setelah mati, maka sobekan di leher sangatlah rapi, mirip kertas yang digunting, sangat rapi. Mengapa? Yah, tentu karena jaringan tubuh ayam bangkai sudah mati, sehingga tidak ada perlawanan ketika disembelih. - Warnanya dagingnya merah gelap. Di beberapa bagian tubuh, terutama di lipatan paha dan lipatan di bawah sayap, terdapat warna merah gelap. Hal ini disebabkan karena darah terjebak di jaringan daging atau di bawah kulit dan tidak dapat keluar.
- Pencet dagingnya. Karena darah tidak keluar, maka manakala dagingnya dipencet, maka bagian yang dipencet akan (sangat) lambat kembali ke bentuk semula. Hal ini diduga karena daging lengket di dalam karena pengaruh darah yang tidak keluar.
4. Daging sapi gelonggong
Sapi gelonggong adalah sapi yang sebelum disembelih disiksa dengan dipaksa minum yang teramat banyak (berlebihan) dengan harapan agar air tersebut mengisi jaringan tubuh dan menambah berat daging ketika dijual.
Cara memaksa sapi ini agar mau minum sungguh luar biasa tiada berperikemanusiaan. Ke dalam mulut sapi tersebut dimasukkan selang yang memanjang hingga masuk ke dalam perutnya. Selang tersebut dihubungkan dengan tower air setinggi kurang lebih 10-15 m sehingga air dapat masuk ke perut sapi dengan deras.
Umumnya pengelonggongan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama, sapi dipaksa minum hingga kepayahan dan tidak lagi kuat berdiri. Setelah beberapa saat, sapi diguyur dengan air agar segar dan kembali. Ada kalanya, agar mau berdiri, sapi akan menerima sedikit siksaan pukulan. Tahap kedua, selang kembali dimasukkan ke lambung sapi dan air kembali dipaksa masuk hingga sapi kepayahan dan tidak kuat berdiri lagi. Pada tahap ini, seringkali sapi urinasi tidak terkendali. Pada tahap ketiga, sapi dipaksa minum lagi, namun kali ini dalam keadaan terbaring kepayahan sekarat hampir mati.
Oleh karena penggelonggongan dilakukan semacam itu, maka tentu ulama mengharamkan daging sapi gelonggong. Ada kalanya, sapi digelonggong hingga mati. Nah, untuk membedakan daging sapi yang sehat, ciri-ciri umum daging sapi gelonggong adalah sbb.:
- Apabila digantung, maka akan selalu menetes air dari permukaan daging.
- Apabila diletakkan di atas meja, maka segera akan menggenang air di sekitar daging.
- Umumnya, harga daging sapi gelonggong cukup murah, bisa selisih 10 – 15 ribu dari daging sapi normal.
- Oleh karena sebelum disembelih sapi digelonggong terlebih dahulu, maka air akan mengisi sel dan jaringan tubuh sapi. Seringkali hal ini diikuti dengan pecahnya sel karena penuh berisi air (isotonis). Akibatnya, daging akan cepat rusak dan bau busuk. Apabila normalnya daging mampu bertahan hingga 10 – 14 jam di suhu kamar, maka daging sapi gelonggong ini hanya mampu bertahan hingga 5 – 7 jam sebelum akhirnya mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Warning atas sapi impor khususnya diberikan kepada daging (sapi) yang berasal dari Swiss, Perancis, (serta Australia dan Selandia Baru). Warning juga diberikan pada dan paha ayam (Chicken Leg Quarter) impor dari Amerika.
Warning atas daging sapi asal Swiss dan Perancis diberikan karena di kedua negara tersebut, Syari’at Islam (Halal) dan Syari’at Yahudi tentang penyembelihan (Kosher) tidak boleh diterapkan. Di kedua negara tersebut, sapi tidak disembelih melainkan ditusuk jantungnya dengan pisau panjang. Nah, karena tidak disembelih, maka ulama memfatwakan bahwa daging sapi yang berasal dari kedua negara tersebut dihukumi haram.
Kasus di Australia dan Selandia Baru (New Zealand) sedikit berbeda. Kalau di kedua negara ini justeru kebanyakan daging sudah halal, karena disembelih oleh orang Islam menurut Syari’at Islam dan ada petugas yang mengawasi hingga potongan daging masuk ke dalam box daging berlabel halal. Oleh karenanya, sebagian besar daging anggota Meat Board Association di Australia telah mendapatkan Sertifikat Halal oleh Australian Government Authority (mis.: Western Australia Authority, Northern Australia Authority, dll.). Akan tetapi, karena jeroan tidak dimakan manusia (biasanya untuk pet food atau pakan binatang kesayangan), maka seringkali jeroan sapi halal ini bercampur dengan produk non-halal, sehingga konsumen harus ekstra waspada.
Kasus Chicken Leg Quarter (CLQ) dari Amerika juga sedikit berbeda. Beberapa saat yang lalu, kasus ini cukup ramai dibicarakan masyarakat. Meskipun harganya sangat murah, CLQ Amerika ini ditolak masuk ke Indonesia atas alasan di luar harga (barrier non-tariff), yaitu karena diduga tidak halal. Mengapa demikian? Hal ini karena pada awalnya CLQ ini direncanakan dipasarkan di negara-negara non-Muslim yang tidak memerlukan syari’at penyembelihan secara Islam (dengan disembelih sempurna). Namun, karena tidak laku, maka kemudian CLQ tersebut digeser ke Indonesia, sebuah negara yang konon masyarakatnya banyak yang tidak memperdulikan kualitas (yang penting murah). Pada akhirnya, CLQ tersebut gagal masuk secara legal. Meski demikian, ada dugaan bahwa akhirnya CLQ tetap bisa masuk secara ilegal (diselundupkan).
6. Daging hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i (tidak menurut Syari’at Islam).
Syari’at Islam menuntunkan bahwa untuk memperoleh daging yang halal, hewan harus disembelih menurut syari’at, yaitu :
- Penyembelihan dilakukan dengan pisau yang sangat tajam dan memutus 3 saluran, yaitu : saluran nafas, saluran pembuluh makanan, dan saluran pembuluh darah (arteri karotis dan vena jugularis).
- Sumsum tulang belakang (pada leher) tidak diputus, tidak dibului, tidak dikuliti, tidak dipotong kakinya hingga hewan benarbenar telah mati.
Kasus (penyimpangan) yang mayor adalah kerapkali ditemukan sobekan bekas sembelihan di leher sangatlah kecil, sehingga diyakini tidak akan mampu memutus 3 saluran pada leher bagian depan. Maka apabila ketiga saluran belum terputus sempurna, maka diyakini bahwa darah tidak akan sempurna dipompa keluar tubuh. Akibatnya, darah masih banyak tertahan di dalam tubuh (mencemari daging) dan dapat dipakai sebagai media hidup yang sangat nyaman bagi bakteri pembusuk. Efek lain adalah daging menjadi tidak awet, lekas berbau busuk, dan pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Di Yogyakarta, daging haram sema-cam ini banyak diketemukan dicemarkan pada masakan gudeg, sate, fried chicken (ayam goreng), nasi liwet, dll.
Pencemaran daging haram pada masakan di Yogyakarta nampaknya telah berlangsung sedemikian lama dan ‘barangkali’ telah juga masuk ke dalam tubuh kita. Padahal, kata Nabi SAW., doa kita tidak akan didengar oleh Allah dan hidup kita tidak barokah bila kita sering mengkonsumsi produk haram.
Oleh karena itu, marilah kita lebih berhati-hati pada saat berbelanja dan memilih makanan. Sebagaimana Sabda Kanjeng Rasul SAW.: “Kehati-hatian kita dan keseriusan kita untuk memilih yang lebih halal, maka itu adalah bagian dari jihad kita”.
Nanung Danar Dono, S.Pt., MP.
Sekretaris Eksekutif LPPOM MUI DIY
Dijual, Ayam Goreng Bangkai
Bagi penikmat ayam goreng, berhati-hatilah jika ingin membeli. Pasalnya di Madiun, ada produsen khusus pengolah bangkai ayam menjadi ayam goreng siap saji yang sudah beredar cukup lama. Beruntung, warga segera melapor, sehingga polisi bertindak.
Dua orang produsen ayam goreng bangkai, warga JL Sawo Gang II, RT 14, RW 05, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun dibekuk petugas Polresta Madiun, Selasa (12/1) siang. Kedua produsen ayam goreng bangkai ini, langsung digelandang petugas Polresta Madiun beserta sejumlah barang buktinya, ke Polresta Madiun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dalam penggerebekan kali ini, petugas mengamankan barang bukti ratusan bangkai ayam dimasukkan ke dalam puluhan karung, dan ayam bangkai yang sudah digoreng siap untuk dipasarkan.Sedangkan kedua tersangka adalah Purwanto, 55, dan Hartono, 53, warga setempat. Namun hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengambil tindakan kepada pemasok bangkai ayam.
Ketua RT 14, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Soetanto, 54, mengatakan warga sudah seringkali memperingatkan tindakan kedua tersangka. Namun keduanya tak pernah mengindahkan imbauan dan peringatan yang diberikan warga setempat. Menurutnya, kedua pelaku selalu mendatangkan bangkai ayam pada tengah malam.“Sejak awal, warga sudah curiga dan memperingatkan keduanya, namun peringatan warga nggak pernah digubris,” terangnya kepada Surya, Selasa (12/1).
Nanik, 43, salah seorang tetangga tersangka mengaku sejak kedua tersangka memproduksi ayam goreng bangkai warga sudah mengetahuinya. Sebab, setiap hari bau busuk menyengat tercium dari rumah tersebut.“Sekarang sudah ditangkap polisi, mungkin besok tidak akan ada bau busuk lagi. Warga tak ada yang mengetahui siapa pemasok bangkai ayamnya, karena selalu kirim pada malam hari,” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polresta Madiun, AKP Eko Rudianto menjelaskan kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polresta Madiun. Menurutnya, petugas rencananya, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, untuk menindaklanjuti penemuan kasus penjualan bangkai ayam tersebut.“Kedua tersangka masih kami mintai keterangan. Dan keduanya akan kami jerat dengan Undang-Undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan dengan ancaman lima tahun penjara,” tegasnya.
Sementara, salah seorang tersangka Purwanto mengaku menjual bangkai ayam yang dijadikan ayam goreng tersebut dengan harga jual Rp 10.000 - Rp 15.000 per potong. Menurutnya, dalam sehari, minimal dia mampu menjual sebanyak 20 potong ayam goreng bangkai di Pasar Besar Kota Madiun. Sedangkan usaha ini, sudah dijalani kedua tersangka cukup lama. Sedangkan yang biasa membeli ayam goreng bangkai miliknya adalah pedagang soto dan warung makan.“Ya, nekat karena tak punya modal. Dan kami berani mengolah dan menjualnya kembali karena desakan penjual bangkai ayam yang memasoknya setiap hari. Pemasoknya Pak Marsono orang Madiun sendiri,” kilahnya. Kasat Reskrim AKP Eko Rudianto meminta masyarakat agar waspada jika menemukan daging ayam yang mencurigakan, dan melapor ke polisi
Senin, 04 Januari 2010
Merawat Bulu Kemaluan Dengan Cerdas
Setelah digunakan, alat cukur wajib dicuci kembali dan disimpan di tempat yang bersih dan kering. Jangan disimpan di tempat yang lembap, karena bisa ditumbuhi jamur dan bakteri. Selain itu, jangan menggunaan alat cukur secara bergantian, walaupun dengan suami Anda
Rabu, 30 Desember 2009
Penderita Mikrofilaria Tidak Diobati
Menurut Pengelola Program Pencegahan dan Penanggulangan Filariasis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Chafi Hidayat, Selasa (29/12), warga tidak diobati karena petugas medis takut efek pengobatan massal di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu terulang lagi. "Jika ada warga yang meninggal setelah minum obat filariasis, kami takut dinilai lalai menjalankan tugas yang mengakibatkan kematian. Padahal, sebagai pelaksana, kami hanya menjalankan kebijakan Departemen Kesehatan yang ingin membebaskan Indonesia dari filariasis pada 2010," tutur Chafi.
Pada survei darah jari, Mei-Juli 2009, ditemukan 32 orang positif mikrofilaria dengan 25 orang di antaranya direkomendasikan untuk diobati. Dengan demikian, jumlah penderita filariasis di Kabupaten Tasikmalaya menjadi 83 orang.
Sesungguhnya, kata Chafi, setelah terungkap ada 32 orang yang positif mikrofilaria, Dinas Kesehatan telah menganggarkan dana pengobatan bagi mereka pada APBD Perubahan. Anggaran yang diajukan untuk pengobatan selama 10 hari itu sekitar Rp 200.000 per orang. Sebelum pengobatan dilakukan, pengobatan massal filariasis di Kabupaten Bandung berujung masalah ketika ada sejumlah warga yang meninggal setelah minum obat. Trauma terulangnya hal serupa membatalkan rencana di Tasikmalaya sehingga anggaran yang ada pun tidak terserap. Tanpa dukungan
Menurut informasi yang diserap Chafi dari petugas di Kabupaten Bandung, saat petugas pengobatan massal di Kabupaten Bandung diperiksa aparat berwenang, tidak ada dukungan baik secara moral maupun advokasi hukum dari pemerintah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Tanto Rachmanto berharap ada perlindungan hukum bagi petugas di lapangan yang menjalankan tugas pengobatan massal. "Misalnya, pemerintah provinsi atau pusat menyediakan tim advokasi kalau-kalau terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Batalnya pengobatan terhadap 25 warga positif mikrofilaria itu membuat pengobatan diserahkan pada tiap puskesmas mulai Januari 2010. Namun, Dinas Kesehatan akan tetap menyuplai obat dan memantau perkembangan kesehatan pasien.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/30/11301097/penderita.mikrofilaria.tidak.diobati
Waria Tewas Usai Suntik Silikon
Lia ditemukan telah meninggal dunia di ruang depan rumah sekaligus tempat usahanya di Jalan Raya Rajeg, Kampung Putat, Desa Sindangsari, Pasar Kemis, Tangerang. Adalah Diana (31), pelanggan Lia, yang menemukan pemilik Lia Salon itu tewas.
Farius, juga rekan Lia, mengatakan sejak mengaku telah menjalani suntik silikon, Lia jadi sering mengeluh pilek dan sakit kepala. Untuk mengatasinya, Lia selalu minum obat sakit kepala ataupun obat flu.
Menurut polisi, Sabtu sekitar pukul 21.00, Diana yang hendak cuci dan potong rambut tiba di Lia Salon. Diana mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada yang membukakan. Saat itu, lampu di ruang depan rumah Lia dalam keadaan menyala. Diana lalu mengintip dan melihat sesosok tubuh yang dibalut kaus putih dan celana jins selutut tergolek di sofa di ruang depan.
Yunus (29), tukang becak yang rutin mangkal di dekat Lia Salon, mengatakan mayat Lia ditemukan pada hari kedua salon tersebut tutup. Yunus maupun warga di situ mengaku tidak tahu alasan salon itu tutup dan tidak berusaha mencari tahu mengapa salon tutup sampai Diana meminta tolong karena ada yang mencurigakan di Lia Salon.
Orangtua Lia, Sukri (63), terkejut ketika mendapat kabar anaknya yang bernama asli Albani meninggal dunia. Lia yang telah 10 tahun membuka salon merupakan tulang punggung keluarga Sukri yang tinggal di Kampung Gunung, Mauk Timur, Kabupaten Tangerang. Sebulan sekali, Lia pulang ke Kampung Gunung untuk memberi uang kepada orangtuanya.
Sabtu malam itu, Sukri menolak jenazah Lia diotopsi dengan alasan agar bisa segera dimakamkan. Polisi kemudian memberi penjelasan sehingga Sukri mengizinkan jenazah Lia diotopsi. Pada Minggu siang, jenazah Lia dimakamkan di dekat rumahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang AKP Ade Ari mengatakan bahwa Lia diduga meninggal karena sakit. Mengenai dugaan kematian Lia terkait dengan penyuntikan silikon beberapa hari sebelum kematiannya, Ade mengatakan bahwa polisi belum menerima informasi tentang itu.
http://regional.kompas.com/read/xml/2008/03/24/0544498/waria.tewas.usai.suntik.silikon
Silikon Cair Bukan untuk Bedah Plastik
Bedah plastik cukup dikenal masyarakat terlebih setelah para selebritis memaparkan prosedur bedah plastik untuk memperbaiki penampilan mereka dengan aman. Namun belum banyak yang mengetahui bagaimana bedah plastik sebagai pengembangan Ilmu Kedokteran Bedah dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Bila hal-hal yang tidak diinginkan menimpa kehidupan seseorang, misalnya proses penuaan, pertumbuhan tumor baik jinak maupun ganas pada wajah, payudara atau bagian tubuh lain, kecelakaan lalu lintas, luka akibat ledakan bom, luka bakar, kecacatan lahir maupun keloid pada bekas luka operasi terdahulu, maka bedah plastik dapat mengembalikan kepercayaan diri seseorang.
Irena Sakura menjelaskan, bedah plastik berasal dari bahasa Yunani, yaitu plastikos yang artinya membentuk kembali. Bedah plastik sama sekali tidak memakai bahan dasar plastik seperti yang dipikirkan awam. Namun terlebih merupakan ilmu bedah yang menggabungkan penampilan dan fungsi secara keseluruhan. Ada dua macam bedah plastik, yakni bedah plastik estetik yang dilakukan untuk memperbaiki penampilan dan bedah plastik rekonstruksi yang dilakukan untuk memperbaiki cacat/kelainan bawaan lahir, trauma/kecelakaan, pasca pengangkatan tumor di payudara/pipi. "Jadi agar aman, sebaiknya bedah plastik saja. Jangan memakai silikon cair yang harganya hanya ratusan ribu rupiah, tetapi berbahaya, apalagi kalau silikonoma payudara," kata Irena Sakura.
Jika silikon disuntikkan ke payudara maka yang terjadi kemudian adalah infeksi terus-menerus, memerah, mengeras atau membatu. Silikonnya tidak bisa dibedakan dengan jaringan payudara sehat, operasi untuk mengangkatnya menjadi sulit. "Bila jumlahnya besar bisa menyebabkan kematian," kata Irena Sakura.
Untuk pasien yang mengalami pengangkatan payudara akibat tumor atau kanker payudara, bedah plastik rekonstruksi bisa membantu memperbaiki bentuk payudara. "Setidaknya perempuan yang mengalami pengangkatan payudara menjadi lebih percaya diri," tutur Irena Sakura.
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/10/19473816/silikon.cair.bukan.untuk.bedah.plastik
Dokter’ Silikon Digerebek Saat Menyuntik Hidung
Salon kecantikan di Klampis Semalang III Surabaya yang menjual jasa suntik silikon digerebek polisi, Minggu (27/12) malam. Pemilik salon, Warsono alias Harista alias Mami Har, 50, digelandang ke Polwiltabes.
Dari salon itu, polisi menyita 23 jarum suntik dalam kemasan, dua alat suntik siap pakai, satu botol silikon berisi sekitar 50 cc, satu alat suntik berisi silikon. Selain itu, satu botol alkohol, satu kaleng tempat jarum, dan satu sarung suntik.
Saat digerebek, tersangka sedang menyuntik hidung Ida, 23, warga Tenggilis, dengan silikon. Begitu polisi masuk, jarum sudah menancap di hidung, meski silicon belum masuk ke jaringan tubuh. Karena tersangka gopoh, jarum yang menancap itu ditarik paksa hingga hidung si pasien berdarah.
Penggerebekan yang dilakukan Kanit Idik IV AKP Slamet Hariyanto bersama anak buah itu berdasar informasi warga sekitar. “Selama 2009 ada sekitar 15 orang yang disuntik. Begitu kok percaya, apa mereka tak memikirkan risikonya,” kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Susanto didampingi AKP Slamet Haryanto, Senin (28/12).
Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka membuka praktik sejak 1996-1997 dan berhenti 1998. Ia memilih berhenti karena banyak temannya yang ditangkap polisi. Bahkan, beberapa teman banyak yang meninggal dunia karena wajah dan payudaranya dimasuki silikon. “Setelah persoalan reda, tersangka buka praktik lagi,” ujar AKP Slamet.
Tersangka pernah ditangkap anggota Polsek Sukolilo dalam kasus narkoba sekitar 2006. Jumlah barang bukti yang disita waktu itu sebanyak 0,2 gram.
Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal berlapis. Selain tak punya izin praktik, tersangka juga tak memiliki keahlian khusus medis. Ia akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 Huruf b Jo Pasal 36 Ayat 1 dan atau Pasal 82 Ayat 1 Huruf c UU RI 23/1992 tentang Kesehatan.
Tersangka Mami Har yang ditemui di Polwiltabes Surabaya, mengatakan silikon diperoleh dari Wiwin, temannya di Jakarta. Harganya Rp 400.000 untuk ukuran 50 cc. “Aku hanya kenal dari teman-teman sesama waria. Katanya ya Jakarta. Pastinya aku tidak tahu,” katanya.
Praktik yang dibuka itu tidak secara langsung tertulis di papan salon tersangka. Namun, penyebaran beredar dari mulut ke mulut. Sekali menyuntikkan silikon ke konsumen, tersangka mendapat imbalan Rp 150.000. Padahal, satu konsumen untuk membentuk hidung harus datang sampai tiga atau empat kali. “Uangnya cukup buat makan,” tuturnya.
Siapa Ida? “Katanya anak Tenggilis dan kerjanya di panti pijat. Dia ingin hidungnya mancung dan datang ke saya,” aku Mami Har yang wajahnya rusak juga akibat silikon. Pipi, hidung, dan bibir kelihatan membesar. Kedua kelopak mata tersangka ikut tertarik ke bawah hingga matanya kelihatan sayu (tidak normal). “Ini dulu disuntik teman dan terlalu banyak silikon. Katanya kurang ini dan itu,” ucapnya.
Melihat wajahnya berubah total, tersangka sebenarnya menyesal. Namun, silikon itu sudah telanjur masuk dan tak mungkin bisa dikeluarkan, karena untuk mengeluarkannya butuh biaya besar. “Yang nyuntik aku anaknya sudah meninggal dunia,” katanya sambil menggelengkan kepala. http://www.surya.co.id/2009/12/29/dokter-silikon-digerebek-saat-menyuntik-hidung.html
Selasa, 29 Desember 2009
Bahaya Daging Babi yang Sangat Fatal
Sebelum Anda berpusing-pusing ria mendalami artikel “bahaya babi" ini, cobalah kalau bisa, Anda mengadakan eksperimen kecil tentang bahaya daging babi di rumah. Di YouTube, Anda bisa menemukan seabrek-abrek video eksperimen ini (eksperimennya sama) dengan mengetik kata kunci di kotak Search : “why muslim don’t eat pork”. Eksperimennya sangat mudah dan sederhana :1. Daging babi ditaruh di atas loyang, lalu dituangi Coca Cola sampai terendam benar (kebetulan daging babi di gambar adalah daging asal supermarket)
2. Biarkan selama 2 jam di suhu ruang
3. Anda akan melihat banyaknya cacing yang menggeliat-geliat muncul dari dalam daging babi itu.
Selasa, 22 Desember 2009
Puluhan Ribu Hewan di Bali Terkena Rabies