Tampilkan postingan dengan label plesir pejabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plesir pejabat. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

ICW Kritik Studi Banding Pejabat MA ke Eropa

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik studi banding jajaran pejabat Mahkamah Agung (MA) ke sejumlah negara Eropa. ICW berharap tindakan itu bukan hanya sebagai upaya membuang-buang anggaran."Belum ada evaluasi tentang efektivitas dari studi banding yang dilakukan oleh pejabat atau hakim pengadilan selama ini. Muncul kekhawatiran studi banding yang dilakukan disalahgunakan menjadi ajang jalan-jalan atau berbelanja," kata Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho di Jakarta, Senin (28/12/2009).
Data yang diperoleh wartawan, kunjungan itu dilakukan pada Oktober 2009. Ada 68 orang yang dibagi dalam sejumlah kelompok dan berkunjung ke Italia, Spanyol, Belanda, Prancis, Australia, dan Jepang. Sedang pada Desember 2009, kunjungan dilakukan 13 orang ke Thailand dan Malaysia. Lama kunjungan sekitar 4 hari."Kunjungan dilakukan akhir tahun, muncul kekhawatiran studi banding tersebut dimaksudkan untuk menghabiskan anggaran MA menjelang tutup tahun," tambahnya.
Untuk itu diharapkan MA bersikap transparan dengan mengungkapkan hasil yang telah dicapai dari kunjungan tersebut. Mengingat kunjungan dilakukan secara diam-diam, karena tidak dimuat di situs MA."Setiap orang berhak memperoleh informasi dari Pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutup Emerson
http://www.detiknews.com/read/2009/12/28/202738/1267303/10/icw-kritik-studi-banding-pejabat-ma-ke-eropa.

MA: Kunjungan ke Eropa Wajar, Menambah Ilmu

Mahkamah Agung (MA) menampik tudingan bila kunjungan sejumlah pejabatnya ke Eropa hanya buang-buang uang negara. MA meyakini bila kunjungan itu justru membuka mata mengenai majunya sistem administrasi dan penggunaan teknologi yang digunakan di peradilan Eropa."Kunjungan itu wajar saja. Apa yang tidak wajar? Itu menambah ilmu, mengetahui sistem di sana, kemudian membandingkan dengan di Indonesia. Di sana banyak yang baik yang kita petik," kata juru bicara MA, Hatta Ali melalui telepon, Senin (28/12/2009).
Hatta memastikan bila keberangkatan yang dilakukan ke Italia, Belanda, Spanyol, dan Prancis, serta negara lain seperti Jepang, Australia, Thailand dan Malaysia itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku."Itu anggarannya jelas, anggarannya sudah ada dan sudah disetujui. Dan tiap ke luar negeri itu sudah dianggarkan, bukan kelebihan dan dimanfaatkan. Waktu itu sebenarnya berangkatnya pertengahan tahun, tapi karena sibuk dan baru bulan-bulan terakhir dalam tahun ini yang baru longgar," terangnya.
Sayangnya Hatta belum bisa membeberkan anggaran yang dipakai dalam kunjungan yang dilakukan pada Oktober dan Desember 2009 itu. Namun Hatta menyebutkan sejumlah hasil yang diperoleh dari kunjungan tersebut."Seperti di sana ada tim rekruitmen calon hakim, ada tim pengawasan. Kemudian bagaimana cara menyelesaikan perkara secara cepat, penggunaan sistem teknologi komputer. Itu semua kita sangat ketinggalan dan kita jadi memperbaiki diri. Coba bagaimana tidak bermanfaat? Kecuali tanpa ada tujuan," tutupnya
http://www.detiknews.com/read/2009/12/28/204635/1267306/10/ma-kunjungan-ke-eropa-wajar-menambah-ilmu.