Senin, 29 Maret 2010

Caleg Digerebek, Selingkuh Dengan Mantan Pacar

Calon legislatif (caleg) Partai Hanura, Enny Sulistyowati,46, warga Jl Aditia, Perumahan Bumi Sumekar Asri, Sumenep digerebek warga di rumahnya, Minggu (22/1) siang. Warga menggerebek Enny karena ketahuan membawa pria selingkuhannya Syukron,50 yang juga mantan pacarnya asal Jombang. Malahan pria itu sudah beberapa kali menginap di rumah Enny.
Ulah Enny yang membawa pria menginap di rumahnya pernah diperingatkan Ir Didik Wahyudi, ketua RT tempat pasangan selingkuh itu tinggal. Namun peringatannya tak dihiraukan. Bahkan keduanya semakin intim saja.

Puncaknya, warga bersama aparat desa dan personil Polsek Kota menggerebek pasangan selingkuh itu. Warga yang emosi karena lingkungannya dicemarkan janda dua anak yang ditinggal mati suaminya nyaris menghakimi pasangan pria. ”Warga ada yang marah dan mau menghakimi, namun dihalangi polisi yang kebetulan ada pada saat kejadian,” ujar Parto, warga sekitar.

Informasinya Sukron berada di Sumenep sebagai pelatih salah satu klub sepak bola. Saat digerebek dia sudah beberapa hari tinggal di rumah yang hanya dihuni Enny Sulistyowati dan anaknya yang masih kecil.

Menurut Ir Didik Wahyudi, pasangan selingkuh itu telah lama diincar warga. Apalagi setiapkali Sukron datang ke rumah Enny, dia langsung masuk kamar. ”Kami pernah menanyakan pada keluarganya, ternyata keduanya tidak punya hubungan keluarga. Ada yang bilang keduanya mantan pacar dan sekarang selingkuh,” ungkapnya.

Menyusul peristiwa itu, Didik menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada aparat kepolisian dan aparat Desa Kolor apakah dikenakan tindakan pidana atau tidak. ”Kami berharap jangan diulangi lagi di wilayah kami,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPC Partai Hanura Sumenep, Syamsul Maarif saat dikonfirmasi Surya mengaku kaget dengan kasus yang menimpa Enny, salah satu calegnya. Meski terkena kasus perselingkuhan, pihaknya tidak akan membatalkan pencalegkannya. “Biarlah yang menilai masyarakat,” ujarnya.s http://www.surya.co.id/2009/03/23/caleg-digerebek-selingkuh-dengan-mantan-pacar.html

Dua Ketua Parpol Digerebek, Berduaan di Dalam Kamar

Dua ketua parpol digerebek warga karena asyik berduaan di dalam kamar kos milik Surat,35, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (15/4).

Dua pentolan parpol yang digerebek itu masing-masing Ketua DPD Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Kota Probolinggo Bambang S,45, warga Jl Hayam Wuruk dan Ketua DPC Partai Merdeka Ismi Rahayu,39, warga Perumahan Asabri, Kota Probolinggo.

Keduanya digelandang warga ke Kantor Kelurahan Triwung Kidul. Kejadian itu mengundang kedatangan petugas dari Polresta Probolinggo, ikut menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, keduanya mengelak melakukan tindakan amoral di dalam kamar kos. Keduanya juga kompak mengaku berduaan di dalam kamar hanya sekedar merekap perhitungan perolehan suara partainya. Ismi Rahayu juga menjadi caleg nomor urut 1 DPRD Kota Probolinggo daerah pemilihan I Kecamatan Mayangan.

Menurut Ismi, dirinya tidak menyangka akan digerebek warga. Karena kedatangannya ke rumah kos milik Surat, hanya sekedar mampir untuk menyelesaikan tanggungan utang piutang. “Saya keliling mencari data perolehan suara diantar Pak Bambang, di kamar itu kami rekap perolehan suara,” ujarnya.
Ditambahkan, pada saat mereka di kamar, pintu kamar terbuka dan ada beberapa orang di luar kamar di antaranya Susi dan Surat. “Demi Allah, salah besar jika kami diduga berselingkuh,” tegas Ismi.

Saat ditanya kenapa merekap suara di dalam kamar ?. Ismi maupun Bambang hanya menjawab, kalau punya hubungan baik dengan pemilik rumah kos. “Kami merekapnya memang di situ,” kilahnya.

Namun, keterangan kedua pentolan parpol itu dibantah warga yang ikut penggerebekan. “Tidak benar, jika pintu kamar dibuka. Pada saat digerebek, pintu kamar ditutup, begitu digedor-gedor baru dibuka dan saat pintu di buka, saya melihat si perempuan itu hanya mengenakan singlet, bukan baju seperti yang dipakai sekarang,” ungkap Arifbillah, tokoh warga Triwung Kidul kepada Surya.

Sedangkan kenekatan warga menggerebek rumah kos karena rumah tersebut kerapkali didatangi pasangan pria dan perempuan. “Kayak tempat short time gitulah,” tandas Arif. Salah satu perangkat Kelurahan Triwung Kidul, Asmad ketika dikonfirmasi soal keberadaan tempat kos yang juga difungsikan sebagai tempat mesum hanya menjawab diplomatis. “Semua warga sudah tahu,” ujarnya.

Sedangkan Surat, pemilik rumah ketika dikonfirmasi terkait penggerebekan itu mengaku terkejut. “Rumah saya memang menerima kos-kosan. Bukan tempat begitu-an,” katanya.
Usai dikonfrontir di Kantor Kelurahan Triwung Kidul, kedua pasangan yang sama-sama menjabat ketua parpol ini digelandang ke mapolresta untuk dimintai keterangan

Kencani Wanita Hamil, Kakek Tewas Serangan Jantung

Ita (24), kaget bukan kepalang. Wanita yang sedang hamil tua ini tak menyangka Sudianto alias Tan Lie Hong (62), teman kencannya tewas di kamar 115 Wisma Sari Indah, Kecamatan Meral, saat dirinya bersiap-siap melayani pria tersebut, Sabtu (1/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga Jalan Pegadaian RT 03 RW 01 itu diduga tewas akibat serangan jantung yang dipicu oleh obat kuat yang dikonsumsi korban beberapa jam sebelumnya. “Saya kaget ketika akan bersiap-siap melayaninya saya menemukan ia (Sudianto alias Tan Lie Hong) kejang-kejang di atas kasur. Saya kira ia cuma bercanda,” ujar wanita yang tinggal menunggu kelahiran putra pertamanya tersebut kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Meral.

Bahkan saking kuatnya kejang yang dialami, gigi palsu bagian atas korban copot dan mental ke atas kasur. “Badannya langsung menghitam saat kejang-kejang. Satu gigi bagian atasnya langsung copot dan jatuh ke atas kasur,” sambung Ita yang masih terlihat syok.

Meski belum diketahui penyebab pasti kematian pria tersebut, tetapi polisi menduga korban tewas akibat serangan jantung pengaruh obat kuat. “Dilihat dari kondisi mayat yang membiru di bagian wajah hingga leher, kita menduga korban tewas akibat serangan jantung. Kemungkinan ia mengonsumsi obat kuat beberapa jam sebelumnya di luar wisma,” kata AKP Arif Budi Purnomo, Kepala Polsek Meral melalui Ipda Felix Mauk, Kepala Unit Reskrim Polsek Meral, kepada Tribun di kamar jenazah RSUD Karimun, Sabtu malam.

Sementara itu, Ita, teman kencan korban mengaku tidak melihat Sudianto alias Tan Lie Hong mengonsumsi obat kuat saat akan berhubungan intim dengannya. “Saya tidak lihat kalau ia mengonsumsi obat. Tapi kalau di luar ia telan, saya tidak tahu. Karena selama ini ia sering main ke sini (Wisma Sari Indah),” jelasnya.

Menurut Ita, malam itu ia ditawari melayani korban dengan bayaran sebesar Rp 50.000. Wanita yang sedang hamil 9 bulan tersebut mengaku kaget mengingat selama ini dirinya tak pernah dilirik korban.

“Mungkin karena saya tengah hamil ia tidak pernah melirik saya. Tapi sungguh saya tidak percaya malam ini ia memilih saya untuk menemaninya tidur. Biasanya ia milih cewek-cewek lain,” tutur Ita polos. Tapi saat hendak tidur, wanita yang sejak satu bulan lalu menempati kamar 115 Wisma Sari Indah tersebut kaget ketika mendapati Sudianto alias Tan Lie Hong kejang-kejang. “Saat kita turun ke TKP (tempat kejadian perkara), posisi korban sudah setengah melorot dari atas kasur dengan posisi badan menopang di bibir kasur telentang,” ujar Ipda Felix Mauk.http://www.surya.co.id/2009/08/04/kencani-wanita-hamil-kakek-tewas-serangan-jantung.html