Rabu, 10 Maret 2010

“Babi Putar” Hidangan Bergensi di Pesta Perkawinan Orang Minahasa

MINAHASA – Meskipun itu bukan sebuah ketentuan adat, namun bagi sebagian besar orang minahasa, pesta perkawinan tanpa hidangan makanan khas “babi putar” belumlah dianggap lengkap dan bergensi. Oleh karena itu hampir setiap kali ada pesta perkawinan, jenis makanan ini selalu menjadi perhatian utama undangan. Kebanyakan undangan akan menilai apakah pesta ini dianggap bergensi atau tidak , sangatlah ditentukan ada tidaknya hidangan ini disediakan oleh keluarga yang mengundang, begitu juga bagi keluarga yang mengundang, mereka beranggapan hidangan babi putar merupakan symbol kemewahan pesta yang mereka selenggarakan itu.

”torang malo mo kase kawin torang pe anak kalo ndak mampu mo sadia makanan babi putar” kata ibu olga salah satu warga minahasa. Bagi kebanyakan orang minahasa babi putar merupakan salah satu makanan terlezat, harganya yang mahal, membuat nilai kelezatannya menjadi bertambah dan bergensi. Proses pembuatannya memerlukan ketrampilan khusus bagi yang memasaknya, tidak semua orang bisa memasak makanan babi putar dengan hasil masakan yang maksimal. Lama waktu memasaknya lebih dari 3 jam, dengan ukuran api yang pas sehingga daging yang dimasak itu menjadi empuk dan mengeluarkan aroma khas penggoda selera. Jika tidak terampil. maka akibatnya daging yang dimasak dengan cara diputar diatas api ”rahoan” masak tidak merata serta mengeluarkan aroma asap yang kurang sedap.

Dalam setiap pesta, biasanya hidangan babi putar ”diserbu” atau diambil terlebih dahulu oleh undangan. Kemungkinan ini terjadi karena undangan beranggapan takut kehabisan bagian-bagian babi putar yang paling lezat, misalnya kulit bagian punggung, dan kulit-kulit lainnya.

http://beritamanado.com/2009/07/08/%E2%80%9Cbabi-putar%E2%80%9D-hidangan-bergensi-di-pesta-perkawinan-orang-minahasa/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar