Kamis, 04 Maret 2010

Jasa Ketik Manual Pertahankan Usaha Sambil Menjadi Penerjemah

Bandung - Order pengetikan manual yang kian hari semakin berkurang membuat para juru ketik di Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung, memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jasa penerjemahan pun jadi pilihan untuk mempertahankan usaha.

"Kalau mengandalkan jasa ketik saja, saat ini mungkin semua juru ketik di sini sudah tutup. Makanya, mereka memperlebar usahanya ke bisnis jasa penerjemahan," tutur salah satu juru ketik Saut M Sidabutar (47) ketika berbincang dengan detikbandung beberapa waktu lalu.

Terjemahan yang diterima oleh jasa pengetikan di sini adalah dari Bahasa Inggris ke Indonesia dan Indonesia ke Inggris."Ya rata-rata itu. Bahasa yang lain jarang yang minta," tutur Saut.

Untuk menerjemahkan, mereka tidak menggunakan software penerjemah seperti yang sekarang marak beredar. "Tidak lah, kalau pakai software hasilnya per kata dan sering tidak mengena," jelas Saut.

Siapa yang menjadi target pasar penerjemahan ini? Lagi-lagi mahasiswa menjadi jawabannya. "Buku mahasiswa sekarang banyak yang berbahasa Inggris, atau tugasnya yang harus dibuat dengan bahasa Inggris," ujar Saut.

Namun tidak semua bidang pengetahuan bisa diterjemahkan oleh juru ketik disini. Saut misalnya, ia hanya menerima terjemahan untuk bidang ilmu sosial. "Kalau bidang sosial saya masih mau. Seperti Ekonomi, Sosiologi, Hukum dan lainnya. Tapi kalau sudah bidang eksak seperti teknik atau fisika bahkan kedokteran saya pasti menolak," jelas Saut.

Apa yang dikatakan Saut memang tidak mengada-ada. Pasalnya, untuk disiplin ilmu tertentu padanan kata yang digunakan tidak bisa sembarangan.

"Kamusnya pun beda. Ada kamus istilah teknik, kedokteran, hukum dan banyak lagi. Tidak bisa sembarangan jadinya," terangnya.

Berapa tarif yang dipatok untuk penerjemahan ini? Untuk terjemahan Inggris ke Indonesia per lembar dipatok harga mulai Rp 7.500 hingga Rp 32.500. Sedangkan untuk Indonesia ke Inggris, tarifnya lebih tinggi, berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 55 ribu per lembar.

Namun lagi-lagi, Saut dan para penyedia jasa lainnya tidak merasa tarif yang dipatok terlampau mahal. "Tetap murah bagi mereka, toh mereka juga butuh," kata Saut http://bandung.detik.com/read/2010/03/04/114400/1311013/486/pertahankan-usaha-sambil-menjadi-penerjemah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar