Selasa, 02 Maret 2010

Korban Arak Oplosan di Bali Bertambah Jadi 23 Orang

Korban arak oplosan di Bali terus bertambah. Sebanyak 23 korban dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar usai berpesta miras arak yang diduga mengandung methanol ini. Dari 23 korban, sebanyak 2 orang warga Kabupaten Klungkung tewas, yaitu Komang Budiarta (19) dan Ketut Sugianyar (42). Sedangkan, empat korban lainnya telah dipulangkan. Namun, korban arak oplosan kembali memenuhi RSUP Sanglah, Denpasar. Sebanyak 17 orang dilarikan ke rumah sakit terbesar di Bali ini pada Selasa (2/3/2010).
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUP Sanglah Ken Wirasandi mengatakan para korban menderita sakit kepala dan pandangan mata perih, kabur disertai mual dan muntah."Hasil pemeriksaan, korban meminum arak yang mengandung methanol," ujar Wirasandi.
Dari 17 korban yang dirujuk ke RSUP Sanglah, hingga sore hari sebanyak 10 korban tetap dirawat karena menderita keracunan cukup parah. Para korban di antaranya, Ari Sugiantara (23), Gede Juliantara (24), Komang Wilantara (34), Alit Suryadarma (26), dan Wira Hartawan (19). 10 korban telah menjalani pemeriksaan, seperti cek darah dan tes urine. Sedangkan tujuh korban lainnya telah dipulangkan setelah kondisinya berangsur membaik.
Diketahui, pada 2009 terjadi kasus serupa. sebanyak 26 orang tewas setelah menegak arak yang mengandung methanol. Polisi menangkap dua orang, yaitu Made Rai Suweca sebagai pemilik pabrik arak dan I Putu Suastama (karyawan).
http://www.detiknews.com/read/2010/03/02/202544/1309820/10/korban-arak-oplosan-di-bali-bertambah-jadi-23-orang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar