Senin, 28 Desember 2009

Banjir Lahar dan Puting Beliung Landa Sleman

Hujan yang mengguyur selama lebih kurang dua jam di puncak Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin di sepanjang Kali Gendol, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Berdasarkan jangkauannya, banjir lahar ini diyakini sebagai banjir lahar terbesar selama tiga tahun terakhir. Hujan disertai angin ribut juga menyebabkan sejumlah rumah rusak, pemadaman listrik, dan kemacetan di sejumlah titik di Yogyakarta.

Banjir lahar dingin terjadi minggu 27 Desember 2009 sekitar pukul 15.30 di sepanjang Kali Gendol hingga Jembatan Manggong yang terletak di Dusun Manggong, Cangkringan, Sleman atau lebih kurang 10 kilometer dari puncak Merapi. "Ini yang terbesar sejak erupsi 2006. Sebelumnya, jangkauan hanya antara 4-7 kilometer," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam Dinas Pengairan Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam Sleman Singgih Sudibyo, yang memantau di lokasi kejadian, Minggu (27/12).

Tidak ada korban jiwa akibat banjir lahar dingin yang berlangsung lebih kurang satu jam itu. Akan tetapi, dua truk pengangkut pasir yang tengah berada di lintasannya tertimbun pasir dan batu yang dibawa banjir lahar. "Pengemudi truk berhasil ditarik keluar oleh rekan-rekannya sebelum truk tertimbun," ujar Singgih. Ia menambahkan, "Tapi, banjir lahar dingin sulit diduga. Hujan di puncak belum tentu hujan di bawah. Kami sudah peringatkan para penambang pasir agar waspada."

Di Dusun Sanggrahan, Jongke Lor, Sendangadi, Sleman, dilaporkan, angin puting beliung selama tiga menit di tengah hujan deras mengakibatkan rusak berat pada lima rumah, dua di antaranya karena tertimpa pohon jati berdiameter 30 sentimeter yang tumbang tercerabut akarnya. Pohon jati itu juga sempat menghalangi Jalan Grojogan yang menghubungkan Ngaglik, Sleman, dengan Jalan Magelang sehingga menyebabkan macet selama sekitar 1,5 jam.

Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena listrik sempat padam. Genangan air sedalam sekitar 50 cm juga memicu kemacetan seperti yang terjadi di ruas jalan-jalan sekitar Kotagede. "Memang ada sejumlah jaringan yang rusak karena terkena petir. Begitu ada yang rusak, biasanya dari gardu secara otomatis langsung padam. Kalau sudah dicek dan kondisinya masih baik, baru dinyalakan kembali," kata Mardoyo dari Perusahaan Listrik Negara menanggapi pemadaman listrik di sejumlah lokasi selama hujan.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/28/11061013/.banjir.lahar.dan.puting.beliung.landa.sleman


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar