Rabu, 30 Desember 2009

Dokter’ Silikon Digerebek Saat Menyuntik Hidung

Salon kecantikan di Klampis Semalang III Surabaya yang menjual jasa suntik silikon digerebek polisi, Minggu (27/12) malam. Pemilik salon, Warsono alias Harista alias Mami Har, 50, digelandang ke Polwiltabes.

Dari salon itu, polisi menyita 23 jarum suntik dalam kemasan, dua alat suntik siap pakai, satu botol silikon berisi sekitar 50 cc, satu alat suntik berisi silikon. Selain itu, satu botol alkohol, satu kaleng tempat jarum, dan satu sarung suntik.

Saat digerebek, tersangka sedang menyuntik hidung Ida, 23, warga Tenggilis, dengan silikon. Begitu polisi masuk, jarum sudah menancap di hidung, meski silicon belum masuk ke jaringan tubuh. Karena tersangka gopoh, jarum yang menancap itu ditarik paksa hingga hidung si pasien berdarah.

Penggerebekan yang dilakukan Kanit Idik IV AKP Slamet Hariyanto bersama anak buah itu berdasar informasi warga sekitar. “Selama 2009 ada sekitar 15 orang yang disuntik. Begitu kok percaya, apa mereka tak memikirkan risikonya,” kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Susanto didampingi AKP Slamet Haryanto, Senin (28/12).

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka membuka praktik sejak 1996-1997 dan berhenti 1998. Ia memilih berhenti karena banyak temannya yang ditangkap polisi. Bahkan, beberapa teman banyak yang meninggal dunia karena wajah dan payudaranya dimasuki silikon. “Setelah persoalan reda, tersangka buka praktik lagi,” ujar AKP Slamet.

Tersangka pernah ditangkap anggota Polsek Sukolilo dalam kasus narkoba sekitar 2006. Jumlah barang bukti yang disita waktu itu sebanyak 0,2 gram.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal berlapis. Selain tak punya izin praktik, tersangka juga tak memiliki keahlian khusus medis. Ia akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 Huruf b Jo Pasal 36 Ayat 1 dan atau Pasal 82 Ayat 1 Huruf c UU RI 23/1992 tentang Kesehatan.

Tersangka Mami Har yang ditemui di Polwiltabes Surabaya, mengatakan silikon diperoleh dari Wiwin, temannya di Jakarta. Harganya Rp 400.000 untuk ukuran 50 cc. “Aku hanya kenal dari teman-teman sesama waria. Katanya ya Jakarta. Pastinya aku tidak tahu,” katanya.

Praktik yang dibuka itu tidak secara langsung tertulis di papan salon tersangka. Namun, penyebaran beredar dari mulut ke mulut. Sekali menyuntikkan silikon ke konsumen, tersangka mendapat imbalan Rp 150.000. Padahal, satu konsumen untuk membentuk hidung harus datang sampai tiga atau empat kali. “Uangnya cukup buat makan,” tuturnya.

Siapa Ida? “Katanya anak Tenggilis dan kerjanya di panti pijat. Dia ingin hidungnya mancung dan datang ke saya,” aku Mami Har yang wajahnya rusak juga akibat silikon. Pipi, hidung, dan bibir kelihatan membesar. Kedua kelopak mata tersangka ikut tertarik ke bawah hingga matanya kelihatan sayu (tidak normal). “Ini dulu disuntik teman dan terlalu banyak silikon. Katanya kurang ini dan itu,” ucapnya.

Melihat wajahnya berubah total, tersangka sebenarnya menyesal. Namun, silikon itu sudah telanjur masuk dan tak mungkin bisa dikeluarkan, karena untuk mengeluarkannya butuh biaya besar. “Yang nyuntik aku anaknya sudah meninggal dunia,” katanya sambil menggelengkan kepala. http://www.surya.co.id/2009/12/29/dokter-silikon-digerebek-saat-menyuntik-hidung.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar