Kamis, 24 Desember 2009

GCW Desak Aparat Usut Korupsi Dinkes Gunungkidul

Gunungkidul Corruption Watch (GCW) mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang dibeli Dinas Kesehatan Gunungkidul."Pengusutan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD Gunungkidul 2006 senilai Rp3,5 miliar, hingga saat ini tidak pernah dilanjutkan lagi sehingga terkesan berhenti dan hilang ditelan waktu," kata Direktur GCW Dadang Iskandar di Wonosari, Selasa.
Ia mengatakan pihak kepolisian mulai melakukan pengusutan dugaan korupsi tersebut pada pertengahan 2006, namun sampai saat ini penyidikan dugaan korupsi tersebut seakan berhenti."Jika penyidikan kasus ini dihentikan, maka penegak hukum harus memberikan keterangan kepada masyarakat. Namun, apabila masih diproses maka polisi juga harus memberikan keterangan sampai dimana proses penyidikan tersebut berlangsung," katanya.
Ia mengharapkanaparat penegak hukum harus menuntaskan dugaan korupsi melalui pengadaan alat kesehatan oleh Pemkab Gunungkidul tersebut. Menurut dia, pengadaan alat kesehatan untuk sejumlah puskesmas, diantaranya, almari obat, tensimeter, stetoskop, ranjang pasien, troli oksigen, alat pemeriksa gigi, sterilisator dan tiang penyangga infus."Dinas Kesehatan diindikasikan memalsu merek `Gris-Hospital Equipment`, karena ternyata alat-alat kesehatan tersebut dibuat oleh sebuah industri rumah tangga di Desa Selang, Kecamatan Wonosari," kata Dadang.
Secara terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Wonosari Eko Siwi Iriyani mengatakan pihaknya sudah mengetahui kasus dugaan korupsi alat kesehatan yang bersumber dari DAK APBD Gunungkidul 2006 senilai Rp3,5 miliar itu."Kami masih menunggu hasil penyidikan dari kepolisian, karena kewenangan pengusutan sampai saat ini masih menjadi kewenangan Polres Gunungkidul," katanya.
Ia menjelaskan Kejari Wonosari dan Polres Gunungkidul telah melakukan beberapa kali koordinasi, dan bersepakat untuk melakukan pemberantasan korupsi di Gunungkidul."Kami akan berusaha maksimal untuk menuntaskan sejumlah dugaan korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah aparat penegak hukum di Gunungkidul," katanya. (Okz/git)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar