Sabtu, 26 Desember 2009

Berebut Cowok, Siswi SMA Dikepruk, Pelaku Diduga Cemburu

Alfia Anifianita, 15, siswi kelas 1 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkalan menjadi korban penganiayaan di lingkungan sekolah sendiri yang mengakibatkan luka di kepala bagian belakang akibat dikepruk botol. Sehingga dirinya harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan.

Korban yang tergeletak lemas di RSUD Sarifah Ambami Rato Ebuh, menuturkan bahwa kejadian tersebut berawal ketika dirinya menjalin hubungan dengan salah satu teman sekolahnya, AR, 17, siswa kelas III. Dalam hubungan yang sudah berjalan sekitar tiga bulan itu, dirinya berulang kali mendapatkan teror dari seseorang yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya.“Tapi dari sepatu dan tangannya, saya yakin pelakunya adalah perempuan,” ungkapnya didampingi ibunya, Komariyah, warga Desa langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Kecurigaan dirinya bahwa pelakunya adalah seorang perempuan, tak lepas dari kejadian ketika ia diteror via telpon di malam hari. Keesokan harinya, ia bermaksud menemui si peneror yang malam sebelumnya mengajaknya bertemu di salah satu toilet di sekolahnya.“Saya menuruti kemauannya (peneror, Red). Namun, ketika masuk ke dalam toilet, tiba-tiba saya dikepruk botol seraya pelaku menghempaskan pintu toilet keras-keras dan tangan saya nyangkut dipintu toilet,” kisahnya yang menyebabkan dirinya jatuh pingsan di dalam toilet di SMAN yang berhadapan dengan RSUD Sarifah Ambami Rato Ebuh.

Menurut gadis berparas ayu ini, kejadian di toilet tersebut merupakan penganiayaan keempat dari enam kali penganiayaan yang ia diterima. Ia pun lantas mengisahkan ancaman pertama kali yang terjadi di depan sekolahnya. Kala itu, ia diserempet oleh orang yang tidak dikenal. Kedua, ia ditodong pisau juga dengan orang yang tidak ia kenal. Ketiga, perutnya dihantam oleh pria yang juga tidak ia kenal. Keempat, ia pingsan karena dikepruk botol di dalam toilet.

Sedangkan, kekerasan kelima yang harus ia terima adalah dirinya dilempari batu yang mengenai kepalanya ketika ia berada diantara ruang laboratorium dan kamar mandi, Rabu (23/12) lalu. “Selain melukai saya, ia (peneror, Red) juga sering telpon dengan nomor yang dirahasiakan sambil berkata, jangan terusin hubunganmnu dengan Ainun,” bebernya menirukan suara si peneror.

Yamil, 46, ayah korban, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa putrinya telah dijadikan korban penganiayaan di lingkungan sekolah. Untuk itu, ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib agar pelaku penganiayaan terhadap putrinya bisa ditangkap. “Saya tidak bisa terima putri saya diperlakukan seperti itu,” keluhnya.

Abd Muiz, kepala sekolah SMAN 1 Bangkalan menuturkan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap kejadian kekerasaan yang menimpa anak didiknya itu. Untuk itu, ia berharap agar keluarga korban (Alfia Anifianita, Red) bisa bersabar dalam pengusutan masalah ini. “Bukan kami tidak serius menindaklanjuti permasalahan ini. Tapi itu butuh waktu,” ujarnya ketika dihubungi Surya via telpon, Jumat (25/12).

Secara terpisah, Ajudan Komisaris Polisi (AKP) Suwarno membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari pihak korban, Rabu (23/12) terkait adanya sebuah penganiayan terhadap Alfia Anifianita.

http://www.surya.co.id/2009/12/26/berebut-cowok-siswi-sma-dikepruk-pelaku-diduga-cemburu.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar