Kamis, 24 Desember 2009

Warga Kemiri Terserang Chikungunya

Tercatat 121 warga Desa Purbayan Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo terjangkit penyakit chikungunya pada periode Oktober hingga Desember 2009. Sebagian besar dari ratusan pasien tersebut kini telah sembuh dan menjalani kehidupan dengan normal.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo, Dwitiya Suprijono mengatakan, kasus yang terjadi di wilayah Kecamatan Kemiri merupakan kejadian impor. "Kami melakukan penyelidikan epidemologis, hasilnya kemungkinan besar chikungunya di Kemiri merupakan kasus impor," ujarnya kepada KRjogja.com, di ruang kerjanya, Selasa (22/12).
Berdasar informasi yang didapat Dinkes Purworejo, kejadian bermula saat pulangnya seorang warga dari Sumatera. Lanjutnya, saat pulang warga tersebut sakit dan mengaku di Sumatera tengah berjangkit wabah chikungunya.
Pasien chikungunya pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober 2009. Lantas, kasus berlanjut pada November 2009. Selama Oktober dan November, jumlah pasien hanya 14 orang. Namun, kasus melonjak pada Desember. Tercatat, selama Desember 2009, 117 warga Desa Purbayan Kemiri terjangkit chikungunya. "Persebaran penyakit itu merata di pelosok desa. Namun, penyakit ini tidak berbahaya dan tidak mematikan," paparnya.

Dijelaskan, untuk mencegah meluasnya serangan, Dinkes Purworejo menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Pasca penetapan status KLB, dinkes melakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk aides aigepty. Selain itu, dinkes menggelar pengobatan gratis terhadap pasien chikungunya. Dinkes Purworejo juga melakukan sosialisasi gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Bahkan, dinkes membagikan sekitar 210 kelambu untuk mencegah warga setempat tergigit nyamuk aides aigepty. (R-1)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar