Senin, 04 Januari 2010

Puluhan Pria Rambut Cepak Serang Dolly

Sekitar 30 pria berambut pelonthos merusak empat wisma di Kompleks Lokalisasi Dolly, Jl Kupang Gunung, Surabaya, Sabtu (2/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Aksi anarki ini diduga dipicu oleh pengaduan salah satu kawan gerombolan tersebut.

Pantauan Surya, Sabtu (2/1), akibat ‘serangan menjelang fajar’ tersebut empat kaca jendela wisma hancur. Gerombolan itu juga menyerang tiga penjaga wisma menggunakan kayu sehingga menyebabkan luka pada bagian tangan dan kepala.

Empat wisma yang menjadi sasaran orang-orang yang belum diketahui identitasnya itu adalah Wisma New Barbara 22, Morodadi II, Monalisa 31, dan Wisma Madona Indah 32. Adapun tiga penjaga yang menderita luka-luka, Slamet dan Munir (penjaga Wisma Jaya Indah 29B) serta Agung (penjaga Wisma New Barbara).

Informasi yang diperoleh Surya, setelah memecah kaca jendela dengan pentungan kayu dan besi, gerombolan pria yang sebagian mengenakan helm teropong itu memukul para penjaga wisma. Mengenai penyebabnya, beberapa warga di kawasan Dolly mengaku tidak tahu, karena merasa tidak ada bibit-bibit persoalan. “Nggak tahu apa penyebabnya,” ujar seorang warga sambil berlalu.

Sedangkan menurut salah seorang penjaga wisma, persoalan itu diduga bersumber dari sebuah wisma di dekat tempat pengrusakan. Kabarnya, ada teman dari para pria penyerang itu yang berkencan dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) penghuni sebuah wisma pada malam Tahun Baru, tetapi merasa pelayanannya tidak enak. Belakangan, tamu itu bercerita alias mengadu kepada teman-temannya, yang berambut pelonthos dan disebut-sebut sebagai “anggota”.

Versi lain, motif penyerangan adalah balas dendam. Penyebabnya, saat malam tahun baru ada seorang anggota TNI yang dikeroyok di depan Wisma 29 Diva Sembilan. “Tapi kalau hanya sebuah wisma yang menjadi pemicu, kenapa wisma-wisma lainnya ikut dirusak,” sesal seorang penjaga wisma yang enggan disebut namanya,

Sumber Surya mengungkapkan, kelompok itu datang dari arah selatan, Jl Kupang Gunung, naik puluhan sepeda motor, Sabtu (2/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Kemudian beberapa orang turun, dan memukul kaca Wisma Madona Indah di ujung selatan. Setelah itu, gerombolan ini membabi-buta merusak kaca Wisma Morodadi II dengan pentungan.

Aksi pengrusakan dilanjutkan ke Wisma Monalisa dan New Barbara. Kaca Wisma Monalisa juga dilempari dengan batu bata tetapi tidak pecah. Ketika penyerangan berlangsung, penjaga di empat wisma tidak ada karena mereka telah selesai membersihak wisma.

“Saat kejadian tadi teman-teman sudah mulai beranjak tidur,” ucap seorang penjaga wisma lain.

Aksi gerombolan itu tidak berhenti di situ saja. Dua penjaga Wisma Jaya Indah 29B, Munir dan Slamet yang kebetulan ada di depan wisma menjadi sasaran tindak kekerasan. Slamet dipukul pentungan kayu di bagian tangan, dan Munir dipukul di perut. Agung, yang juga berada di depan Wisma New Barbara, pun dipukul tangan dan kepalanya. “Kasihan mereka, tidak tahu apa-apa malah kena pukul,” ujar penjaga wisma yang tak mau diketahui namanya.Diwawancara terpisah, Kapolres Surabaya Selatan, AKBP Bahagia Dachi, mengatakan tidak ada laporan perusakan empat wisma di Dolly. “Nggak ada laporan, tuh,” ucapnya.

Diselidiki Pomal
Sedangkan pihak Polisi Militer TNI Angkatan Laut Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Pomal Lantamal) V/Surabaya telah menurunkan satu tim penyelidikan kriminalitas (Lidkrim) ke lapangan. “Begitu dapat informasi, saya langsung turunkan satu tim Lidkrim yang terdiri dari tujuh orang,” tegas Kol Laut Toto Hartoto, komandan Pomal Lantamal V/Surabaya, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (2/1).

Menurut perwira menengah (Pamen) melati tiga tersebut, tim masih berada di lapangan dan belum memberikan laporan lengkap tentang hasil kerja mereka. Tim diterjunkan untuk mengetahui persis siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, belum tentu para pelaku berasal hanya dari satu kesatuan namun mungkin dari beberapa kesatuan; tetapi bisa juga mereka bukan oknum TNI melainkan warga sipil. “Semua akan dapat diketahui dari hasil kerja tim Lidkrim yang sekarang sedang bekerja di lapangan,” ujarnya.

Jika dalam penyelidikan itu nanti terbukti ada oknum TNI AL yang terlibat, pihaknya akan memberi tindakan tegas. Menurut Toto Hartoto, bentuk tindakan itu tergantung kepada tingkat pelanggaran mereka, mulai dari pelanggaran ringan hingga berat. Jika tingkat kesalahannya sangat besar, bisa saja dipecat dari kesatuan.
http://www.surya.co.id/2010/01/03/puluhan-pria-rambut-cepak-serang-dolly.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar