Senin, 18 Januari 2010

Yogya Waspadai Ayam "Tiren"

Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meningkatkan pengawasan terhadap penjualan daging ayam di pasaran untuk mengantisipasi beredarnya daging ayam bangkai atau "tiren" (mati kemarin). "Pengawasan melibatkan Distan di seluruh kabupaten dan kota dengan melakukan inspeksi mendadak di pasar-pasar untuk meneliti daging ayam yang dijual pedagang," kata Kepala Bidang Peternakan Distan DIY Eddy Sulistyono di Yogyakarta, Senin (18/1/2010), menyusul ditemukannya penjualan daging ayam bangkai atau tiren di Kabupaten Kulon Progo.
Ia mengatakan kasus di Kulon Progo itu sebenarnya sudah masuk wewenang Dinas Ketertiban (Dintib), karena daging ayam bangkai atau tiren dijual dalam wujud matang atau telah dimasak, sedangkan yang menjadi kewenangan Distan adalah jika daging tersebut dijual mentah. "Namun, untuk mengantisipasi kejadian seperti di Kulon Progo, kami akan melakukan pengetatan pengawasan daging ayam yang masih mentah yang dijual di pasar," katanya.
Menurut dia, pengetatan pengawasan itu dilakukan karena tidak ingin kejadian peredaran daging ayam tiren yang marak pada 2007 terulang. Pada 2007 perdagangan ayam tiren itu bahkan banyak ditemukan di Pasar Beringharjo Yogyakarta. "Pedagang yang menjual daging ayam tiren bukan pedagang yang sudah memiliki los daging di pasar, melainkan penjual di luar kompleks pasar yang bersifat sementara," katanya.
Ia mengatakan dalam pengawasan yang dilakukan, daging ayam yang dijual pedagang akan diambil sampel untuk diteliti di laboratorium diagnostik yang terletak di Bantul. Sampel daging ayam yang diambil tidak hanya diteliti apakah itu daging tiren, tetapi juga diperiksa apakah daging tersebut sudah mati lama dan diberi pengawet atau tidak.
Dalam razia yang telah dilakukan sebelumnya, menurut dia, mayoritas pedagang yang menjual ayam tiren selalu tidak bisa didata, karena mereka berpindah-pindah dan tidak memiliki los resmi. "Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan sebaiknya membeli daging di los-los penjualan daging. Harga daging yang terlalu murah juga perlu diwaspadai," katanya. http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/2105197/Yogya.Waspadai.Ayam..quot.Tiren.quot.

1 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus