Kamis, 21 Januari 2010

Ulat mopane

Dalam sebuah literatur, tercatat bahwa diberbagai negara Afrika (Angola, Cameroon, Central African Republic, Congo, Zaire, Kenya, Malawi, Tanzania, Uganda, dan Zambia), berbagai macam serangga dimakan setidaknya 163 spesies. Malaisse dan Parent 1980, dalam suatu studi di Congo dan Zambia, yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut membedakan 35 jenis caterpillars digunakan sebagai makanan.

Ulat dan rayap adalah jenis serangga paling banyak dipasarkan. DeFoliart 1989, menyatakan ” Kita hanya boleh heran tentang ekologis dan peta gizi dari Afrika seperti terlihat hari ini, berbagai upaya diarahkan untuk mengembangkan beberapa ulat, rayap, serangga dan makanan lain sebagai sumber daya.” Makanan serangga ini telah dimasukkan sebagai agenda di Africa-wide Exhibition on Indigenous Food Technologies yang diselenggarakan di Nairobi, Kenya, oleh komunitas ilmuwan dibenua ini.

Disebut Mopane, karena biasanya terdapat dipohon Colophospermum mopane, sedang nama sebenarnya adalah Gonimbrasia belina adalah jenis ngengat banyak ditemukan di sebelah selatan Afrika, yang penting adalah sumber protein untuk jutaan penduduk di Afrika.

Ulat mopane sangat menyukai daun pohon mopane, juga ditemukan pada pohon yang lain seperti pohon mangga. Ulat mopane adalah pemakan rakus, hampir non-stop – sampai mencapai tahap berikutnya dari siklus kehidupannya, dimana dia akan mengalami metamorfosa dibawah tanah.

800px-mopane_worm_on_mopane_tree

(image source : wiki)

Makanan : Mopane kering dapat dimakan mentah sebagai makanan ringan yang garing, di Botswana orang cenderung tidak memakan kepalanya. Atau, ulat mopane direndam selanjutnya dikeringkan, sebelum digoreng sampai garing dan dimasak dengan bawang merah, tomat dan rempah-rempah sadza. Dagingnya berwarna kuning, dan usus mungkin masih mengandung fragmen dari daun kering, yang tidak merusak untuk manusia.

Popularitas : Food Network membuat sebuah spot promosi di Amerika yang menunjukkan suami dan istri berkunjung ke Afrika memakan ulat mopane, sang suami mengatakan rasanya seperti “ayam madu dibakar.” Kemudian, ketika kepala desa menerima tamu dari Amerika, yang dilayani dengan ayam madu dibakar, sang lurah menjelaskan dalam bahasa lokal dengan subtitled bahasa Inggris menjelaskan rasanya “seperti ulat mapani.”

mopani-worm-vendor-africa-mopane-worms-thohoyandou-market

(Jualan ulat Mopane dipasar Thohoyandou (sumber foto : msn)

Peternakan dan ekonomi : Semulanya dan tradisional, ulat mopane yang dipanen untuk pemenuhan kebutuhan subsisten dan gizi. namun tren modern telah menjadi komersial. Panen dan penjualan ulat mopane adalah industri sampingan multi-jutaan di selatan Afrika. Produsen utamanya adalah Botswana, Namibia, Afrika Selatan (propinsi Limpopo dan Mpumalanga) dan Zimbabwe. Biasanya, ulat ini tidak dipelihara secara domestik, dan dipungut secara alami. Pada tahun 1990-an, ratusan ton diekspor dari Botswana dan Afrika Selatan setiap tahun. Diperkirakan bahwa untuk perdagangan lokal di Afsel mencapai 1,6 juta kilogram per-tahun, dan Botswana yang terlibat dalam industri ini menjaring kira-kira $ 8 juta per-tahun.

Beternak ulat mopane dianggap memberikan hasil panen yang menguntungkan, hanya 3 kilogram pakan daun mopane umumnya akan menghasilkan 1 kilo ulat mopane, jauh berbeda dengan ternak pertanian lain yang memerlukan 10 kilogram pakan untuk menghasilkan 1 kilo dagingnya.

Sebuah tanda meyakinkan kehadiran ulat mopane adalah penggundulan dari pohon mopane – kadang-kadang sekitar 90 persen, ulat ini akan berjejer bergantungan didahan pohon mopane. Petani berlomba untuk men-ternakkan ulat ini, berusaha untuk memberantas hama yang menjadi musuh ulat ini. Namun musim panen ulat ini sangat pendek.

Sejak tahun 1950, metode pertanian komersial ulat mopane telah diterapkan, terutama di Afrika Selatan. Kolektor dapat mengatur tim yang terdiri dari ratusan tangan orang untuk memungut ulat mopane dari pohon, yang kemudian ditimbang dan dikirim untuk diproses. Pemilik tanah di mana ulat mopane ditemukan mungkin akan menuai sejumlah besar uang pemasukkan.

Beberapa daerah yang kaya ulat mopane, sekarang mengalami kemerosotan panen, karena kurangnya pendekatan sustainable yang tepat untuk peternakan komersial ulat mopane. Perlunya diperkenalkan rekolonisasi dari ulat ini dengan meninggalkan sebagian dari ulat ini untuk mendapat kesempatan bertelur. Jika tahap ini telah berhasil diselesaikan, kerjasama dengan masyarakat petani lokal untuk menetapkan jumlah panenan setiap tahun. Menyediakan kawasan yang cukup untuk repopulasi, akan membuat panen berkelanjutan di masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar