Senin, 04 Januari 2010

Tak Siap Jadi Ibu, Anak Dibunuh, Janin Dibungkus Kresek

Diduga karena malu memiliki anak dari hubungan gelap, Sofia Ningsih tega membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (31/12) lalu, namun polisi baru menetapkan sang ibu sebagai tersangka Minggu (3/1).

Sofia Ningsih, 29, pembantu rumah tangga yang bekerja di sebuah rumah Jl Borobudur Agung, Kecamatan Lowokwaru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya bayi perempuan yang dilahirkannya.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, belum diketahui mengenai motif pembunuhan yang dilakukannya. “Sang ibu ditetapkan sebagai tersangka. Karena hasil pemeriksaan dan hasil otopsi menyebutkan sang bayi itu meninggal karena dibunuh. Kami juga menyita beberapa barang bukti, seperti baju pelaku yang ada darahnya,” terang Kasatresrkrim Polresta Malang, AKP Rofiq Ripto Himawan, Minggu (3/1).

Rofiq dalam kesempatan itu menjelaskan, cara sang ibu saat membunuh anaknya dengan cara dibekap hingga sang bayi tewas karena tidak bisa bernapas. “Sang bayi gagal bernafas karena dibekap oleh ibunya,” lanjut Rofiq.

Akan tetapi mengenai motif atau alasan Ningsih tega membunuh bayi perempuannya sesaat setelah melahirkan, Rofiq enggan memberikan penjelasan.

Sebagai informasi, perempuan asal Probolinggo ini dilaporkan ke Polresta Malang pada akhir Desember lalu oleh majikannya, Franz K, 60. Ningsih sudah bekerja sekitar dua bulan di rumah keluarga Franz. Saat bekerja di rumah tersebut, Ningsih sudah memberitahukan bahwa ia dalam kondisi hamil namun tidak dijelaskan siapa ayah dari bayi tersebut.

Ketika itu, sekitar pukul 12.00 WIB, Franz memergoki Ningsih keluar dari kamar mandi dengan membawa tas plastik hitam. Kondisi Ningsih terlihat kelelahan dan pucat, sementara perutnya yang sebelumnya buncit karena hamil terlihat sudah kempes.

Curiga dengan kondisi tersebut, Franz kemudian bertanya dan meminta tas plastik hitam yang dibawa oleh Ningsih untuk diserahkan. Bukan jawaban yang diterima oleh Franz. Ningsih malah jatuh pingsan, yang diduga disebabkan karena kelelahan setelah melahirkan. Yang lebih mengejutkan lagi, Franz melihat di dalam tas plastik itu terdapat mayat seorang bayi perempuan yang masih tersambung tali pusarnya dengan ari-ari.

Tanpa berpikir panjang, Franz langsung membawa Ningsih ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan menghubungi polisi terkait ada mayat bayi perempuan di rumahnya.

Pada awalnya, petugas masih belum bisa mengorek keterangan dari Ningsih karena yang bersangkutan masih tergolek lemah di ruang perawatan RSSA. “Belum bisa dipastikan, apakah bayinya itu tewas dibunuh atau karena hal lain. Ibunya masih belum dimintai keterangan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Elizabeth Polnaya ketika itu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Ningsih hingga saat ini juga belum terbuka mengenai motifnya membunuh bayi yang telah dikandungnya selama sembilan bulan, dan hanya menyebutkan bahwa ayah sang bayi tidak bertanggung jawab sementara ia tidak siap untuk menjadi ibu tunggal.

http://www.surya.co.id/2010/01/04/tak-siap-jadi-ibu-anak-dibunuh-janin-dibungkus-kresek.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar