Minggu, 21 Februari 2010

Bakul Pasar Talok butuh kepastian

Lokasi baru Pasar Talok telah selesai dibangun. Namun bangunan megah berwarna hijau tersebut masih terkunci dan belum dihuni. Dalam masa penantian kepindahan, para pedagang memilih tetap beroperasi seperti biasa. Di sisi lain, ada kekhawatiran dagangan menjadi sepi serta kemungkinan timbulnya pedagang tambahan di pinggir jalan.

Seorang penjual bumbu dapur, Tri Hundriani kepada Harian Jogja, Rabu (17/2) berkata hingga kini dia belum tahu waktu kepindahan. Namun ia dan pedagang lainnya telah didaftar dan mendapat surat untuk penggunaan jenis lahan dasar berupa los seluas 1x2 meter.

“Saya tidak tahu kapan akan dipindah, padahal bangunan sudah jadi. Tapi saya sendiri tidak merasa keberatan daripada ambil risiko ketabrak saat jualan di pinggir jalan seperti ini. Apalagi sekarang lahan tersebut ditawarkan gratis,” ujar dia sembari merapikan barang dagangan karena hari telah siang.

Terpisah, penjual Sembako asal Bantul, Sri Sugiyati mengungkapkan berdasarkan rapat terakhir yang diadakan awal Februari 2010, para pedagang baru mendapat surat izin dagang sementara. Mengenai waktu kepindahan ia juga menyatakan belum mengetahui. Bila disesuaikan dengan surat izin sementara, ada kemungkinan kepindahan dilakukan setelah April 2010. “Surat izin dagang yang baru kami dapat warnanya putih. Biasanya surat kayak gitu kuning, mungkin karena masih sementara.

Di akhir surat ada tertulis masa berlaku surat sampai dengan 31 April 2010, jadi ada kemungkinan setelah April baru pindah,” tutur dia. Meski mengaku tidak keberatan, pada dasarnya perempuan ini lebih menyukai berjualan di pinggir jalan seperti saat ini. Pasalnya, berjualan di pinggir jalan lebih menguntungkan karena lebih strategis. Praktis pembeli tidak perlu terlalu capek berjalan untuk mendapatkan suatu barang. Sebaliknya, bila di dalam pasar, kemungkinan tersebut lebih kecil.

“Di pinggir jalan lebih enak. Pembeli yang lewat tinggal berhenti di depan terus beli dagangan. Kalau pindah ke pasar, kita kan belum tahu lokasi jualan di mana. Dekat pintu masuk atau tidak soalnya tempat jualan belum diundi. Nah, nek dapat tengah terus di dalam, ketemunya sama pembeli jadi jarang, soalnya ada yang milih belanja dekat pintu. Lagipula lahan yang disediakan kecil, cuma 1x2 meter, jadi kurang cukup menampung barang dagangan saya,” kata dia.
http://harianjogja.com/web2/beritas/detailberita/12331/bakul-pasar-talok-butuh-kepastianview.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar