Minggu, 21 Februari 2010

Dua bulan skripsi langsung jadi...

Tidak hanya plagiat semata yang menjadi fenomena di dunia pendidikan, pembuatan skripsi oleh orang lain saat ini sudah menjadi hal yang lazim. Layanan pengolahan data dan konsultasi penyusunan karya ilmiah bahkan diiklankan secara massal. Sangat mudah ditemukan di surat kabar maupun pamfl et yang biasa ditempel di sekitar kampus. Iklan itu biasa dilengkapi nomer telepon penyedia jasa.

Sebut saja, R, salah satu penyedia jasa pembuatan skripsi yang berkantor di daerah Babarsari mengaku bersedia menyusun skripsi jurusan elektronika dengan imbalan hingga Rp3 juta untuk satu skripsi.

Dengan sejumlah uang itu, pengguna jasa bisa dibantu membuat skripsi mulai judul hingga karya jadi.

Penyusunan sebuah skripsi bagi pria yang sudah menggeluti bisnis serupa selama 10 tahun terakhir memerlukan waktu dua bulan. Satu bulan pertama digunakan untuk menyusun program.

“Sebelum ujian nanti diajari agar tidak ketahuan,” kata R memberi tips agar pengguna jasa seolah mengusai karya ilmiah yang disusun. Penyedia jasa pembuatan karya ilmiah lain, H mengaku bisa menyusunkan tesis jurusan magister manajemen seharga Rp4,5 juta hingga Rp6 juta. Pembayaran sejumlah biaya itu bisa dibayarkan dua kali, saat awal dan setelah tesis rampung disusun.

“90% berhasil,” katanya menjamin tingkat keberhasilan tesis yang dibuatnya. Pria yang sudah menyediakan jasa penyusunan karya ilmiah selama 20 tahun terakhir itu menambahkan, khusus tesis pengguna jasa selain harus mengeluarkan uang juga harus menyediakan data awal.

A, penyedia jasa yang lain bahkan berani menyusunkan skripsi jurusan kedokteran dengan harga Rp2,5 juta. Transaksi pemesanan karya ilmiah di ketiga penyedia jasa tersebut sangat mudah, pemesan datang konsultasi di tempat sesuai kesepakatan, tersedia uang lalu penyedia jasa menyusunkan karya ilmiah hingga rampung. Praktik jual beli jasa pembuatan skripsi, tesis hingga disertasi di Jogja sebenarnya sudah lama terjadi. Praktik pidana itu sampai sekarang tidak pernah ditertibkan.

Guru besar UNY, Wuryadi menguraikan praktik jual beli skripsi hingga disertasi itu sudah terjadi sejak lama dan menjadi fenomena gunung es. Pemicu tumbuhnya usaha itu ada permintaan dari pengguna jasa dan longgarnya pengawasan penyusunan karya ilmiah.

Jual beli skripsi hingga disertasi itu menurutnya termasuk penipuan akademis. Pasalnya skripsi, tesis hingga disertasi merupakan syarat memperoleh gelar akademik, bila cara mencapai syarat dengan cara membajak maka tindakan itu termasuk kriminal.

“Itu bisa dituntut pidana dua-duanya (penyedia jasa dan pengguna jasa),” tegas Wuryadi. Hanya saja sampai sekarang kasus jual beli tersebut belum pernah ditertibkan oleh aparat kepolisian.

Cara meminimalisir praktik jual beli skripsi hingga disertasi, menurut dia, bisa dilakukan dengan memperketat pengawasan penyusunan. Dosen pembimbing mahasiswa berperan signifi kan dalam proses pengawasan tersebut.
http://harianjogja.com/web2/beritas/detailberita/12403/dua-bulan-skripsi-langsung-jadiview.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar