Jumat, 19 Februari 2010

Rakyat Makan Nasi Aking, Menteri Salahkan Bupati

Menteri Pertanian Suswono mengaku sangat prihatin mengetahui banyak warga di sejumlah daerah yang terpaksa makan nasi aking karena tidak mampu membeli beras. Kejadian tersebut berlangsung menurutnya akibat masih rendahnya kepedulian walikota dan bupati di daerah tersebut. “Seharusnya begitu mengetahui warganya mulai mengalami kesulitan mereka segera melakukan operasi pasar atau mempercepat penyebaran raskin,” katanya, kemarin.

Menurutnya, adanya kenaikan harga beras akhir-akhir ini merupakan gejala rutin tahunan sehubungan belum tibanya musim panen raya. Kendati demikian diakui stok beras yang ada masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu kenaikan harga juga diduga akibat sejumlah pedagang menaikan harga setelah mengetahui pemerintah menaikan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah petani sebesar 10 persen.

Namun kenaikan ini diyakini tidak akan berlangsung lama mengingat bulan Maret mendatang sudah mulai panen di sejumlah daerah. Bahkan pada pertengahan April diperkirakan terjadi puncak panen raya. ”Saya menyayangkan adanya bupati yang menilai makan nasi aking yang dilakukan warganya hanya sebagai salah satu pilihan konsumsi pangan.”

Seharusnya adanya warga yang kelaparan karena tidak mampu membeli beras tidak perlu terjadi. Sebab pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk raskin dan operasi pasar.
http://www.surya.co.id/2010/02/18/rakyat-makan-nasi-aking-menteri-salahkan-bupati.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar