Senin, 22 Februari 2010

Pulang Pesta Mobil Tabrak Pohon,Satu Korban Masih Bugil

Penjaga Vila Sempat Bersihkan Sisa Miras.Kecelakaan maut yang menewaskan sembilan mahasiswa sejumlah kampus di Kota Malang, Kamis (16/4) dini hari ternyata masih menyisakan masih banyak pertanyaan di benak warga. Apalagi saat kejadian arus lalu lintas di Jl Panglima Sudirman lengang.

“Tak ada bunyi apapun yang kami dengar sebelumnya. Baik ban pecah atau pergesekan ban dengan aspal karena direm mendadak. Hanya satu kali bunyi keras yakni saat mobil menghantam pohon hingga mobil itu terbelah,” ungkap Mulyono, seorang saksi.

Hal yang sama juga diungkapkan sejumlah warga lainnya yang ikut mengeluarkan para korban dari mobil yang sudah ringsek karena tertabrak pohon Angsana. Beberapa dari mereka malah melontarkan kenyataan yang mengejutkan di mana salah seorang korban perempuan sudah tak memiliki pakaian lengkap alias bugil saat dikeluarkan dari mobil. Dan satu korban lelaki hanya menggunakan celana pendek berwarna putih dan telanjang dada.

Sebagian besar korban wanita menggunakan pakaian agak terbuka. Korban menggunakan celana jeans super pendek serta baju tank-top. Bahkan beberapa warga memperkirakan jika kecelakaan terjadi karena sang pengemudi, Anang Kasin, 24, warga Bali, dalam kondisi mabuk.

Ketika dikonfirmasi kebenarannya, Kapolres Batu, AKBP Tejo Wijanarko SIK, membenarkan bahwa korban kebanyakan berpakaian seperti habis merayakan pesta.

“Ya memang benar mereka berpakaian minim. Ketika kami tanyai pada beberapa saksi, mereka usai merayakan ulang tahun teman mereka di villa Songgoriti. Untuk miras, belum ada bukti yang mengarah ke sana,” ungkap Tejo Wijanarko, saat konferensi pers dengan wartawan di Mapolres Batu.

Hal itu juga dibenarkan oleh penjaga villa, Bagus Santoso, yang juga dimintai keterangan oleh Polres Batu. Dalam keterangannya, Bagus mengungkapkan bahwa Anang Kasin dan 16 temannya memang menyewa villa yang dijaganya dalam waktu short time alias tiga jam dengan sewa Rp 125.000. Para korban datang pukul 22.00 WIB dengan dua mobil dan empat sepeda motor.

“Namun setengah jam sebelum perjanjian sewa habis. Mobil Taruna warna metalik serta mobil sedan berwana merah keluar bersamaan, namun saya lupa nopolnya. Sementara beberapa temannya masih ada yang tinggal di villa,” ungkap Bagus.

Selama beberapa jam dalam villa, Bagus, masih mendengar suara gaduh seperti orang yang sedang berpesta. Sebagian ada yang bernyanyi keras-keras dan cukup membuat bising. Namun itu dibiarkan karena belum malam dan menganggu.

“Saat mereka keluar saya melihat dua mobil itu berpacu cukup kencang ke arah wisata Payung. Dan selang setengah jam kemudian saya mendengar ada gelas pecah di dalam villa, kemudian saya mendengar salah seorang teman cewek mereka mendapat telpon bahwa teman mereka kecelakaan,” tandas.

Ketika ditanya apakah, para korban sempat menenggak minuman keras, saksi membenarkan. Pasalnya saksi ikut membereskan beberapa botol miras mahal seperti Johny Walker Red Label dan Johny Walker Black Label. “Saat mereka chek out, saya pun harus memberesi bekas muntahan beberapa teman mereka,” tandasnya.
http://www.surya.co.id/2009/04/17/kecelakaan-di-batu-satu-korban-dievakuasi-dalam-keadaan-tanpa-busana.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar