Rabu, 17 Februari 2010

Korban Cinta Segitiga

Mengetahui adik kandungnya digauli sang suami hingga hamil tiga bulan, Ny Suyati, 35, kalap. Ia nekat bunuh diri dengan cara menusukkan gunting di leher sebelum melompat dari balkon lantai II rumah tetangganya, Senin (15/2) pagi.

Kenekatan ibu tiga anak asal Asem Mulya IX Surabaya itu tentu saja menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, Suyati yang diduga stres gara-gara ulah sang suami, Bunari, 39, itu sudah berdiri di balkon sembari menenteng gunting.

Perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Asemrowo IV itu ngoceh tidak karuan memaki perbuatan suami dan adiknya, Ny Sulikah, 30. Warga yang menyaksikan dari bawah berteriak-teriak membujuknya agar turun. Namun, Ny Suyati malah mencoba naik genteng di lantai II rumah H Sudiman.

Drama menegangkan ini berlangsung hampir satu jam, sebelum Briptu Munari, anggota Satlantas Polsek Asemrowo yang tengah berjaga di pos awal perlintasan KA Jl Dupak Rukun, datang mendekatinya. Perempuan yang nyaris menusukkan gunting ke leher itu langsung dirangkul. Gunting direbut dan dibuang ke bawah.

Anggota polsek dan warga yang sudah stand by di dalam rumah H Sudiman ikut merangkul dan menasihati Suyati agar tidak nekat. “Matanya terus melotot dan kejang-kejang seperti orang kesurupan,” tutur Kapolsek AKP Suparti yang datang ke TKP.

Menurut warga, itu aksi Ny Suyati yang kedua. Pekan lalu, perempuan yang tak berdaya menahan cinta segitiga ini sudah mencoba mengakhiri hidup dengan menelentangkan badan di rel KA yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Beruntung warga memergoki dan segera menyelamatkannya.

Ny Sutini (mertua Ny Suyati) saat sedang menggendong dan menyuapi cucunya kaget saat melihat menantunya naik pohon jeruk di samping rumah H Sudiman. “Saya mengira dia mau membetulkan pot bunga. Ternyata naik ke lantai II dan teriak-teriak sambil membawa gunting,” tutur perempuan renta ini.

Cinta segitiga itu terbongkar saat Ny Sulikah diindekoskan Bunari di daerah Simo. Kabar yang diterima Ny Suyati menyatakan bahwa adiknya itu hamil tiga bulan dan yang menabur benih adalah Bunari. Perang hebat pun terjadi dan pasutri ini didamaikan ketua RT. Tapi Suyati terus memikirkan nasibnya hingga stres.

Sebelumnya, Ny Sulikah tinggal di Madiun. Beberapa bulan lalu, ia terpaksa tinggal di rumah kakaknya, Ny Suyati, karena sakit. Di rumah itu, Ny Sulikah dirawat Ny Suyati dan Bunari. Namun, Ny Sulikah tidak banyak mengurusi adiknya, karena bekerja sebagai PRT. Yang sering sering mengurusi adalah Bunari.

Dari seringnya bertemu itu, Bunari menyukai Ny Sulikah yang sudah dikaruniai dua anak dengan suaminya yang dulu. Perbuatan itu akhirnya terbongkar hingga, Sulikah yang dicarikan pekerjaan sebagai PRT di Asemrowo itu diusir dan dikoskan oleh Bunari. “Saya yang merawat waktu Sulikah sakit,” tutur Bunari yang bekerja sebagai satpam di perumahan Kupang Indah. Apakah benar, Sulikah hamil tiga bulan? Bunari enggan menjawab.

http://www.surya.co.id/2010/02/16/korban-cinta-segitiga.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar