Sabtu, 20 Februari 2010

Pekak Suspect Rabies di Sanglah

DENPASAR - Setelah beberapa hari vakum sejak meninggalnya IWM, 25, 15 Februari 2010 lalu, kamar isolasi khusus merawat pasien suspect rabies kembali mendapat penghuni. Kali ini seorang pekak asal Karangasem berinisial KT, 66. Informasi yang diperoleh koran ini di ruangan isolasi Nusa Indah, Kamis (18/2) kemarin menyebutkan, KT adalah pasein rujukan dari RSUD Karangasem. Pria yang beralamat di Banjar Sudimara, Desa Ababi, Kubu, Karangasem ini baru dibawa ke RS Sanglah pada Selasa (16/2) sekitar pukul 17.27 Wita.

Sekretaris Tim Penaggulangan Rabies RS Sanglah, dr. IGB Ken Wirasandi, MARS yang dikonfirmasi terpisah mengakui ada pasien suspect rabies baru di RS Sanglah. Meski begitu, ia belum berani memberikan rincian hasil pemeriksaan medis maupun kondisi pasien tersebut saat ini. "Maaf, beberapa hari ini saya sering berada di luar kantor sehingga belum bisa melakukan pemeriksaan. Memang ada pasien suspect rabies baru di RS Sanglah, tetapi saya belum mengetahui secara pasti data medis pasien tersebut," kata dr. Ken saat dikonfirmasi koran ini.

Pasien suspect rabies yang terakhir yang menghuni kamar isolasi tersebut adalah IWM, 25, asal Jimbaran. Pria ini datang dengan berbagai keluhan, terutama radang syaraf. Namun ia juga mengalami gejala sakit seperti pada penderita rabies. Apalagi, IWM mengaku pernah digigit anjing sekitar empat tahun lalu.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium diketahui IWM meninggal bukan karena rabies, melainkan gangguan syarat yang menyerang simpul syaraf tulang belakang atau lebih dikenal dengan buelain barre. Penyakit ini pada fase tertentu menimbulkan gejala seperti pada pengidap rabies. Seperti demam, pusing dan mual.
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=143942

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar