Sabtu, 20 Februari 2010

Ratusan Warga Kaligesing, PurworejoTerserang Chikungunya

Ratusan warga Kecamatan Kaligesing, Purworejo, dalam sebulan terakhir ini terserang penyakit chikungunya. Penyakit yang disebabkan oleh sengatan nyamuk Aedes aegepthy ini menyerang sedikitnya tiga desa, yaitu Desa Kedunggubah, Kaligono, dan Kaliharjo.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kaligesing H Mukidal PWH SKm yang dimintai konfirmasi di kantornya, Kamis (28/1), mengungkapkan, serangan mulai terjadi sejak pertengahan Desember 2009. ”Serangan pertama kali terjadi di Desa Kaligono, kemudian baru menyebar ke Kedunggubah dan Kaliharjo. Jumlahnya sampai sekarang sudah mencapai ratusan orang,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan epidemologi (PE) yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas, serangan chikungunya itu merupakan kasus impor dari luar daerah. Sebab, seorang penderita yang terdeteksi paling awal adalah warga yang baru saja pulang merantau dari Kalimantan. ”Kami juga menemukan satu kasus malaria. Penderitanya juga baru saja pulang merantau. Dari beberapa indikator itu, kami memprediksi kasus yang terjadi sekarang merupakan impor dari daerah lain,” katanya.
Mudah Ditularkan
Lebih lanjut diungkapkan Mukidal, penyakit chikungunya memang mudah sekali ditularkan. Seseorang yang sudah terserang kemudian digigit nyamuk Aedes aegepthy, maka nyamuk tersebut akan menjadi vektor yang menularkan virus chikungunya ke orang lain. ”Nah, kalau yang digigit daya tahan tubuhnya lemah dan staminanya ngedrop ya pasti bisa terkena. Tapi kalau daya tahan tubuhnya bagus tidak masalah,” katanya.
Diungkapkan Mukidal, wilayah Kecamatan Kaligesing belum pernah ditemukan kasus chikungunya. Kejadian kali ini, kata dia, menunjukkan nyamuk yang menjadi vektor penyebar virus chikungunya cenderung bermigrasi ke wilayah perbukitan.
Gejala chikungunya biasanya diawali dengan demam, kemudian diikuti nyeri tulang, terutama di bagian persendian. Dalam beberapa kasus bahkan sampai menyebabkan kelumpuhan sementara. Tapi hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena setelah diberikan antibiotik juga bisa sembuh. Apalagi penyakit itu tergolong tidak mematikan.

Bagiono (39), warga RT 3 RW 1 Dusun Kedungrejo, Desa Kaliharjo, mengaku juga terserang chikungunya. Gejala awal badannya panas sejak dua hari lalu, dan mulai kemarin dia tidak kuat bangun dari tempat tidur. ”Rasanya nyeri sekali di bagian persendian tulang,” katanya.

Hal yang sama dirasakan Legiyem (70). Warga Desa Kaliharjo itu juga terserang chikungunya. ”Tapi Alhamdulillah setelah disuntik berangsur enak. Sebelumnya lutut dan siku tangan ini sakit dan pegal-pegal,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes drg Dwitiya Suprijono mengungkapkan, kasus chikungunya di Kaligesing belum termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB). ”Jumlahnya ratusan itu karena akumulatif sejak Desember 2009,” katanya.

Dia menyebutkan, laporan kasus chikungunya yang masuk ke Dinkes, untuk Desa Kedunggubah 30 kasus, Kaligono 31 kasus, dan Kaliharjo 42 kasus. ”Untuk mengatasi hal itu, kami sudah mengadakan fogging dan pengobatan untuk semua penderita,” katanya.

Dwitiya menjelaskan, dalam pergantian cuaca seperti sekarang memang rentan serangan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/29/96974/Ratusan-Warga-Terserang-Chikungunya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar