Selasa, 23 Februari 2010

Hutan cemara Samas, lokasi ngeseks paling asyik....

Hutan cemara di kawasan Pantai Samas tepatnya di Desa Srigading, Kecamatan Sanden yang berfungsi untuk menahan abrasi dan tsunami, marak digunakan untuk tindakan asusila wisatawan.

Penduduk Soge Sanden, Mugari mengatakan ratusan wisatawan biasanya melakukan tindakan asusila di kawasan tersebut pada hari libur. Wisatawan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan tindakan amoral tepat di tengah hutan. “Biasanya saya sering memergoki mereka, tapi bagaimana lagi, nanti kalau dilarang Samas jadi sepi pengunjung,” ujarnya saat dihubungi Harian Jogja kemarin.

Warga sekitar pantai sebenarnya resah dengan kondisi tersebut. Karena, tindakan itu tidak hanya dilakukan pada malam hari, namun juga siang hari bolong. Warga juga terganggu dengan tindakan wisatawan yang membuang sampah sembarangan di sekitar pohon.

Upaya penertiban lanjutnya sangat dibutuhkan untuk menekan jumlah pelaku tindakan itu. Namun, Mugari menyebutkan tindakan penertiban pasti sulit dilakukan, karena pelaku biasanya tersebar di sepanjang Samas hingga menara mercusuar di Kowaru. Lorong-lorong yang tersembunyi juga mendukung tingkah polah mereka. “Pengunjung bergantian, kalau diusir mungkin mereka datang lagi,”tukasnya.

Menurutnya, penyelewengan perilaku pasangan yang sedang dimabuk cinta dan melakukan hubungan seks di dalam hutan cemara sudah berlangsung cukup lama. Bahkan saat hari libur seperti hari Minggu atau libur hari raya kegiatan seperti semakin banyak. "Biasanya pasangan yang melakukan hubungan seks di tengah hutan memarkirkan sepeda motornya di Pantai Samas. Selanjutnya pasangan tersebut berjalan menyisir pantai ke arah Barat dan langsung masuk ke dalam hutan," katanya. Menurut warga hutan cemara sangat lebat sehingga pasangan yang sedang melakukan hubungan seks tak menyadarinya kalau sedang diintip walaupun jarak satu meter.
http://harianjogja.com/web2/beritas/detailberita/393/hutan-cemara-samas-jadi-lokasi-ngeseksview.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar