Selasa, 09 Februari 2010

Penjahat Berseragam Itu Seorang Polisi...

Kejahatan bisa memang dilakukan siapa saja. Tapi apa jadinya jika kejahatan itu dilakukan seorang oknum polisi. Barangkali nilainya akan lain. Seperti kisah yang satu ini. Seorang perwira Scotland Yard dicap sebagai "penjahat berseragam" dan dikirim ke penjara setelah ia dinyatakan bersalah setelah mengancam dan membuat penangkapan palsu dengan motif mendapatkan uang. Adalah komandan Ali Dizaei (47), perwira polisi di Inggris yang dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh pengadilan Southwark, London atas kesalahannya berperilaku menyesatkan.
Juri menemukan dia telah menyerang seorang warga Irak, Waad Al Baghdadi sebelum mencoba menangkap dan menahannya. AKsi itu pun mengakhiri 25 tahun karier pria asal Iran tersebut. Kepala Komisi Pengaduan Kepolisian Independen, Nick Hardwick, menilai Dizaei sebagai petugas dengan cap 'penjahat berseragam'. Kejaksaan mengatakan tindakannya sangat 'menyedihkan' karena dilakukan seseorang yang memiliki pangkat tinggi.
Kepala Kepolisian Sir Paul Stephenson menyatakan ia layak mendapat hukuman atas tindakannya yang memalukan dan merusak reputasi seluruh layanan polisi. Dizaei tidak menunjukkan emosi ketika dia dinyatakan bersalah oleh juri yang terdiri dari enam pria dan enam wanita. Apalagi ketika ia dijatuhi hukuman dan dibawa ke sel yang disaksikan istrinya.


Bagaimana sebenarnya kisah Dizaei ?

Menurut seorang juri, awalnya Dizaei bertemu dengan Al Baghdadi secara kebetulan di sebuah restoran Persia, Yas, yang dikelola oleh temannya, Sohrab Eshragi, di Hammersmith Road, London Barat, pada 18 Juli 2008.Al Baghdadi (24) mendekati Dizaei dan hendak meminjam uang £ 600 (sekitar Rp 8,7 juta) untuk membangun sebuah website guna menampilkan kariernya, wawancara media dan pidato. Dizaei yang kala itu baru saja makan bersama istrinya setelah menghadiri upacara di New Scotland Yard marah mendengar hal ini. Al Baghdadi kemudian ditangkap dan diborgol.
Jaksa Peter Wright menyatakan, Dizaei sempat mengancam Al Baghdadi. Ia sempat memanggil operator 999 untuk bantuan sebelum menangkap Baghdadi. Ketika petugas tiba, mereka memberikan sebuah corong pipa logam pada Al Baghdadi dan mengklaim dia telah menikam Dizaei dengan benda itu.
Tapi dokter di Hammersmith menyimpulkan bahwa dua tanda merah pada tubuh perwira polisi itu tidak cocok dengan pipa yang dikesankan oleh Dizaei sebagai benda yang milik Al Baghdadi dan melukainya.Akibat laporan palsu Dizaei ini, Al Baghdadi ditahan dan menghadapi penuntutan. Saat itulah, Al Baghdadi mengurai penipuan yang dilapokan polisi tersebut.
Wright mengatakan perwira itu bersalah karena menyalahgunakan kekuasaannya yang dimotivasi oleh kepentingan pribadi. Dia mengatakan, banyak orang takut pada petugas polisi metropolitan karena statusnya dalam masyarakat Iran. Para juri juga mendengar bahwa Dizaei jarang membayar untuk makanan yang dia beli.
Dalam pembelaannya, Dizaei mengatakan ia melakukan itu karena dirinya sedang ditarget oleh rekan-rekannya terkait perannya sebagai presiden National Black Police Association. Tapi juri menolak semua pembelaaan itu. Paul mengatakan, apa yang dilakukan Diazei sangat memalukan. "Masyarakat mengharapkan polisi bisa memperlakukan mereka dengan adil dan jujur dan kami bertekad untuk mengatasi korupsi di setiap kesempatan. Tapi dia telah melanggar kepercayaan itu. Dia telah merusak bukan saja reputasinya sendiri, tetapi seluruh layanan kepolisian."
Gaon Hart, dari pemantau polisi, mengatakan korupsi yang dilakukan Dizaei sangat memprihatinkan, lebih-lebih mengingat posisinya sebagai komandan polisi. "Masyarakat percaya pada polisi akan tanggung jawab besarnya, dan Dizaei menyalahgunakan kekuasaan dan tanggung jawab itu." Pada tahun 2003 terungkap juga bahwa Dizaei memiliki enam selingkuhan yang menikmati gaya hidup mewah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar